TUGAS 3 TUTORIAL ONLINE LOGIKA (ISIP4211)

 

TUGAS 3 :

Saudara Mahasiswa, setelah mengikuti inisiasi serta diskusi 6 dan 7, serta diharapkan sudah berlatih dengan tes formatif secara mandiri, kita akan mengevaluasi pengetahuan dan pemahaman saudara terhadap Logika. Pahami soal berikut ini, berilah jawaban yang komprehensif dan tepat. Perhitungkan waktu pengerjaan, jangan sampai melewati batas yang telah ditetapkan!

1. Buatlah masing-masing satu contoh oposisi kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik, subalterna super-implikasi dan subalernasi sub-implikasi!

2.Buatlah masing-masing satu contoh silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre, Bis-Sub, dan Pre-Sub! 

3.Carilah satu contoh penalaran tautologi!

 

 

PENYELESAIAN TUGAS 3 :

 

1. Buatlah masing-masing satu contoh oposisi kontrarik, subkontrarik, kontradiktorik, subalterna super-implikasi dan subalernasi sub-implikasi!

Penalaran posisi adalah pertentangan adalah dua pernyataan dengan term yang sama, yang didefinisikan pertentangan antara dua pernyataan atas dasar pengolahan term yang sama. Penyimpulan langsung adalah suatu bentuk penarikan kesimpulan berupa hubungan dua pernyataan atas dasar pengolahan term-term yang sama.

Dalam penyimpulan langsung, yang dimaksud dengan pengolahan adalah analisis dari pernyataan semula dengan cara mengubah antara kuantor universal dan eksistensial yang berhubungan dengan kuantitas atau mengubah antara afirmasi dan negasi yang berhubungan dengan kualitas atau menukar kedudukan antara dua hal sebagai subjek dan predikat.

Penalaran oposisi sebagai penyimpulan langsung merupakan bentuk penyimpulan yang tidak membutuhkan perantara. Bentuk-bentuk penalaran oposisi terbagi menjadi 4 macam, yaitu :

1.  Oposisi Kontrarik

     Dirumuskan :

                 Semua S adalah P : Semua S bukan P

     Contoh :

                 a.  Semua hewan mamalia berkaki empat

                     Semua hewan mamalia tidak berkaki empat

 

2.  Oposisi Subkontrarik

     Dirumuskan :

                 Sebagian S adalah P : Sebagian S bukan P

     Contoh :

                 a.  Ada sebagian PNS yang disiplin

                     Ada sebagian PNS yang tidak disiplin

                 b.  Ada sebagian anak yang nakal

                     Ada sebagian anak yang tidak nakal

 

3.  Oposisi Kontradiktorik

     Dirumuskan :

                 Semua S adalah P >< Ada S yang bukan P

                 Semua S bukan P >< Ada S yang P

     Contoh :

                 a.  Semua bahasa asing sulit dipelajari

                     Ada bahasa asing yang tidak sulit dipelajari

                 b.  Semua makanan tradisional tidak enak

                     Ada makanan tradisional yang enak

 

4.  Oposisi Subalternasi

     a.  Subimplikasi

          Dirumuskan :

                     Ada S yang P : Semua S adalah P

                     Ada S yang bukan P : Semua S bukan P

          Contoh :

·         Sebagian rakyat Indonesia hafal lagu kebangsaan

Semua rakyat Indonesia hafal lagu kebangsaan

·         Sebagian Dewan Perwakilan Rakyat tidak korupsi

Semua Dewan Perwakilan Rakyat tidak korupsi

    

     b.  Superimplikasi

          Dirumuskan :

                     Semua S adalah P : Ada S yang P

                     Semua S bukan P : Ada S yang bukan P

          Contoh :

·         Semua orang kaya sombong

Sebagian orang kaya sombong

·         Semua wanita tidak ingin di poligami

Sebagian wanita tidak ingin dipoligami

 

 

 

 

2.Buatlah masing-masing satu contoh silogisme beraturan Sub-Pre, Bis-Pre, Bis-Sub, dan Pre-Sub! 

 

Silogisme beraturan adalah silogisme kategori yang harus terdiri atas tiga term dan hal ini merupakan suatu prinsip. Berdasarkan kedudukan term pembanding dan system konversi atau ditukar kedudukannya sebagai subjek atau prediket, silogisme kategori ini ada empat bentuk atau empat pola yang sebenarnya semua sama hingga cukup satu untuk mewakilinya sebagai ikhtisar.

 

Dalam perbandingan dua proposisi sebagai premis silogisme, kedudukan term pembanding atau term tengah dapat bertukar tempat, yaitu dapat sebagai subjek dan dapat juga sebagai predikat, baik dalam premis pertama atau premis mayor maupun dalam premis kedua atau premis minor.

 

a.  Silogisme Sub-Pre :

Suatu pola silogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama sebagai subjek dan dalam premis kedua sebagai prediket.

Polanya : M = P, S = M, Jadi S = P

Contoh :

                   1.  Semua yang berbudaya adalah manusia

                        Semua yang berakal budi berbudaya

                        Jadi, Semua manusia berakal budi

                        ( ( B = A ) ^ ( B = C )  ñ ( A = C )

 

                   2.  Semua makhluk hidup bernafas dengan paru-paru

                        Sebagian hewan adalah makhluk hidup

                        Jadi, Sebagian yang bernafas dengan paru-paru adalah hewan

                        ( ( B = A ) ^ ( C n B )  ñ ( A n C )

 

 

b.  Silogisme Bis-Pre :

Suatu pola silogisme yang term pembandingnya menjadi prediket dalam kedua premis.

Polanya : P = M, S = M, Jadi S = P

Contoh :

                   1.  Semua orang yang berjasa terhadap negara adalah “pahlawan”

                        Soekarno adalah “pahlawan”

                        Jadi, Semua orang yang berjasa terhadap Negara adalah Soekarno

                        ( ( A = B ) ^ ( C = B )  ñ ( A = C )

 

                   2.  Semua Rakyat Indonesia adalah Warga Negara Indonesia

                        Sebagian keturunan asing adalah warga Negara Indonesia

                        Jadi, Sebagian Rakyat Indonesia adalah keturunan asing

                        ( ( A = B ) ^ ( C n B )  ñ ( A n C )

 

 

c.  Silogisme Bis-Sub :

Suatu pola silogisme yang term pembandingnya menjadi subjek dalam kedua premis

Polanya : M = P, M = S, Jadi S = P

Contoh :

                   1.  Semua yang berbudaya adalah manusia

                        Semua yang bebudaya berakal budi

                        Jadi, Semua manusia berakal budi

                        ( ( B = A ) ^ ( B = C )  ñ ( A = C )

 

                   2.  Semua pahlawan adalah orang yang berjasa terhadap negara

                        Sebagian pahlawan adalah Rakyat Indonesia

                        Jadi, Sebagian orang yang berjasa terhadap negara adalah Rakyat Indonesia

                        ( ( B = A ) ^ ( B n C )  ñ ( A n C )

 

 

d.  Silogisme Pre-Sub :

Suatu pola silogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama sebagai prediket dan dalam premis kedua sebagai subjek

Polanya : P = M, M = S, Jadi S = P

Contoh :

                   1.  Semua influenza adalah “penyakit”

                        Semua “penyakit” adalah mengganggu kesehatan

                        Jadi, Semua influenza mengganggu kesehatan

                        ( ( A = B ) ^ ( B = C )  ñ ( A = C )

 

                   2.  Semua pengacara adalah sarjana hukum

                        Sebagian sarjana hukum adalah orang politik

                        Jadi, Sebagian pengacara adalah orang politik

                        ( ( A = B ) ^ ( B n C )  ñ ( A n C )

 

 

 

3.Carilah satu contoh penalaran tautologi!

Tautologi adalah pengulangan gagasan, suatu pernyataan atau kata yang berlebihan, dan terkadang tidak diperlukan. Contoh kalimatnya seperti kata, kemubadziran, berlimpah-limpah, amat sangat murah, dan lainnya.

Majas tautologi adalah salah satu jenis majas atau gaya bahasa yang menggunakan pengulangan kata atau pernyataan yang memiliki tujuan untuk mempertegas kembali maksud atau dari kalimat ataupun pernyataan tersebut.

Pengulangan makna dalam majas tautologi bertujuan untuk menegaskan sebuah gagasan di dalam kalimat, sehingga sebuah kalimat tersebut tidak terlalu kaku.

Contoh Penalaran Tautologi :

 

“ Percayalah, kau akan selalu mendampingimu dalam setiap kondisi, dalam suka duka, dalam bahagia maupun sedih, dan dalam tawa maupun tangis. “

 

 

Penjelasan:

 

Pada kalimat contoh majas tautologi di atas menunjukkan klausa yang kesemuanya memiliki makna yang sama, yaitu berupa janji seseorang untuk selalu ada dan membersamai dalam setiap keadaan.

 

Suka-duka, tawa-tangis, dan bahagia-sedih adalah penegas dari janji yang diucapkan tersebut.

 

 

 

 

Sumber Berpendapat :

- BMP ISIP4211; EDISI 2; LOGIKA; NOOR MUHSIN BAKRY & SONJORURI BUDIANI TRISAKTI; UNIVERSITAS TERBUKA; 2017

- https://mamikos.com/info/contoh-majas-tautologi-pengertian-dan-ciri-cirinya-