DISKUSI 7 TUTORIAL ONLINE LOGIKA (ISIP4211)

 

DISKUSI  7 :

Pada diskusi kali ini, saudara harus melakukan observasi secara daring atau luring untuk menemukan kemungkinan kebenaran secara online di web maupun koran/majalah fisik (pilih salah satu saja yang memudahkan).

Temukan kemungkinan pernyataan menggunakan rumus 2= 4 pada pernyataan yang anda temukan dalam berita!

Contoh:

Skrining riwayat kesehatan ini dilakukan agar Peserta JKN dapat mengetahui resiko penyakit kronis, sehingga dapat dicegah agar tidak terjadi penyakit.

Pernyataan majemuk:

Skrining riwayat kesehatan untuk mengetahui resiko penyakit kronis

Skrining riwayat kesehatan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit

 

Rumus 2= 4 kemungkinan pernyataan:

  1. Skrining riwayat kesehatan untuk mengetahui resiko penyakit kronis dan mencegah agar tidak terjadi penyakit
  2. Skrining riwayat kesehatan bukan untuk mengetahui resiko penyakit kronis, melainkan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit
  3. Skrining riwayat kesehatan untuk mengetahui resiko penyakit kronis, tapi bukan untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit
  4. Skrining riwayat kesehatan bukan untuk mengetahui resiko penyakit kronis ataupun mencegah agar tidak terjadi penyakit

 

Sumber: Catat! Peserta BPJS Kesehatan Harus Skrining Minimal Sekali Setahun (msn.com)

 

Berita tidak terbatas, boleh berita politik maupun gosip, namun usahakan tetap berita yang layak untuk dibahas dalam lingkup dunia pendidikan! Boleh ambil berita yang sama, namun harus ambil kalimat yang berbeda!

 

Mohon tidak melampirkan file, jawab/reply melalui kolom yang tersedia

 

PENDAPAT DISKUSI  :

Contoh:

Wabah PMK, Dosen UMM Sarankan Hewan Ternak Divaksin Sebelum Idul Adha

Vaksinasi dilakukan agar hewan ternak dapat terhindar dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), sehingga hewan yang dikonsumsi saat Idhul Adha adalah Hewan yang sehat

Pernyataan majemuk:

Vaksinasi dilakukan agar hewan ternak terhindar PMK

Vaksinasi dilakukan agar hewan yang dikonsumsi adalah hewan yang sehat

 

Rumus 2= 4 kemungkinan pernyataan:

1.  Vaksinasi dilakukan agar hewan ternak dapat terhindar dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) dan hewan yang dikonsumsi saat Idhul Adha adalah Hewan yang sehat

2.  Vaksinasi dilakukan bukan agar hewan ternak dapat terhindar dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), melainkan untuk mendapatkan hewan yang dikonsumsi saat Idhul Adha adalah hewan yang sehat.

3.  Vaksinasi dilakukan agar hewan ternak dapat terhindar dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK), tapi bukan untuk mendapatkan hewan yang dikonsumsi saat idhua Adha adalah hewan yang sehat

4.  Vaksinasi dilakukan bukan agar hewan ternak dapat terhindar dari Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) ataupun untuk mendapatkan hewan yang dikonsumsi saat Idhul Adha adalah hewan yang sehat.

 

Sumber: Wabah PMK, Dosen UMM Sarankan Hewan Ternak Divaksin Sebelum Idul Adha (kompas.com)

 

 

Sumber : Bakry, Muhsin, Noor & Sonjoruri Budiani Trisakti. (2017). Logika. Jakarta : Universitas Terbuka

 


DISKUSI 6 TUTORIAL ONLINE AKUTANSI MENENGAH (ADBI4335)

 

Forum Diskusi 6

Di dalam dunia bisnis, utang merupakan hal yang biasa untuk mendukung kelancaran  operasional bisnisnya.   Namun demikian, hutang lancar maupun hutang jangka panjang perlu dikelola dengan baik, agar dapat bermanfaat untuk meningkatkan usahanya.

Ada beberapa permasalahan yang biasanya dihadapi oleh pihak perusahaan dalam hubungannya dengan utang lancar (current liabilities),  coba anda jelaskan beberapa masalah yang seringkali terjadi tersebut dan sebagai langkah antisipasi,  apa solusinya sehingga operasional usaha/bisnisnya tidak terganggu.

 

 SELAMAT BERDISKUSI, SELAMAT BELAJAR



PENDAPAT DISKUSI :

 

 

Kewajiban lancar dapat diartikan sebagai kemungkinan pengorbanan masa depanatas manfaat ekonomi yang muncul dari kewajiban perusahaan pada masa sekaranguntuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depansebagai hasil dari transaksi atau kejadian pada masa lalu. Suatu hal dapat dikategorikan sebagai sebuah kewajiban apabila memenuhi tiga karakteristik utama, yaitu:

 

1. Merupakan kewajiban saat ini yang memerlukan penyelesaian dengan kemungkinan transfer masa depan atau penggunaan kas, barang, atau jasa.

2. Merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari.

3. Transaksi atau kejadian lainnya yang menciptakan kewajiban itu harus telah terjadi dimasa lalu.

 

Pengertian dari hutang lancar menurut Standar Akuntansi Keuangan atau SAK, hutang lancar adalah “hutang yang pelunasannya menggunakan sumber-sumber aktiva lancar atau dengan menciptakan hutang lancar baru.” Karena pembayaran atau pelunasan hutang lancar biasanya mengggunakan aktiva lancar, dalam akuntansi terdapat istilah rasio lancar (current ratio). Rasio lancar adalah perbandingan ukuran antara hutang lancar dengan aktiva lancar, yang digunakan para kreditur atau pemberi pinjaman untuk menilai apakah pihak yang akan diberi pinjaman memiliki kemampuan untuk melunasi hutang lancar mereka atau tidak.

 

Hutang lancar dikelompokkan pada dua kelompok, yaitu hutang dapat ditentukan jumlahnya dan hutang yang dapat ditaksir jumlahnya.

 

A. Hutang yang Dapat Ditentukan Jumlahnya

 

Yang dimaksud dengan hutang ini adalah segala hutang atau kewajiban yang jumlah nominal hutang dan waktu jatuh tempo sudah diketahuhi dengan pasti oleh kedua belah pihak, Yaitu :

- Hutang Dagang

- Hutang Dividen

- Biaya yang harus dibayar

- Uang Muka dan Jaminan yang Dapat Diminta Kembali

- Hutang Gaji dan Upah

- Hutang Bonus

 

B. Hutang yang Dapat Ditaksir Jumlahnya

 

Hutang ini merupakan hutang yang tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun dapat ditaksir jumlah atau nominalnya. Hutang dalam kelompok ini hanya dapat ditaksir jumlahnya meskipun transaksi atau peristiwa yang terkait sudah terjadi, Yaitu :

- Hutang Pajak Penghasilan

- Hutang Hadiah

- Hutang Garansi

 

Mengingat utang lancar (current liabilities) memiliki jatuh tempo yang tidak lama (setahun atau kurang dari setahun), maka perusahaan harus mengelola risiko likuiditas dengan memastikan tersedianya kas dan setara kas yang cukup dan tersedianya pendanaan dari sejumlah fasilitas kredit yang mengikat untuk melunasi utang ini. Ketidakmampuan perusahaan dalam melunasi utang lancar akan berdampak pada operasional perusahaan, yaitu sampai dengan likuidasi apabila dinyatakan pailit. Perusahaan harus selalu memperhatikan rasio lancar perusahaan.

 

Semakin tinggi rasio lancarnya, semakin likuid perusahaannya. Hasil Current Ratio atau Rasio Lancar yang diterima pada umumnya adalah 2 kali. Rasio Lancar sebesar 2 kali ini dianggap sebagai posisi nyaman dalam keuangan bagi kebanyakan perusahaan. Namun pada dasarnya, Rasio Lancar yang dapat diterima ini bervariasi antara satu industri dengan industri lainnya. Bagi kebanyakan industri, Rasio Lancar sebesar 2 kali sudah dianggap dapatditerima atau “Acceptable“.

 

Nilai rendah pada Rasio Lancar (nilai yang kurang dari 1 kali) menunjukan bahwa perusahaan mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Namun Investor atau calon kreditur juga harus memperhatikan arus kas operasi perusahaan agar bisa lebih memahami tingkat likuiditas perusahaannya. Apabila Rasio Lancar Perusahaan rendah, para Investor atau calon kreditur dapat menilai kesehatan keuangan perusahaan yangbersangkutan dengan kondisi arus kas (cash flow) operasional pada perusahaan tersebut.

 

Jika rasio lancar terlalu tinggi (nilai yang lebih dari 2 kali), maka perusahaan tersebut mungkin tidak menggunakan aset lancar atau fasilitas pembiayaan jangka pendeknya secara efisien. Hal ini juga menunjukkan mungkin adanya masalah dalam pengelolaan modal kerja. Namun bagi Kreditur, Current Ratio yang tinggi lebih baik daripada current ratio yang rendah, karena dengan current ratio yang tinggi berarti perusahaan cenderung lebih dapat memenuhi kewajiban hutang yang jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

 

 

Sumber Referensi :

- BMP ADBI 4335; Sri Daryanti; Akuntansi Menengah; Universitas Terbuka 2020

- Materi Inisiasi 6 Tutorial Online Mata Kulian Akuntansi Menengah Universitas Terbuka.


DISKUSI 6 TUTORIAL ONLINE ASAS-ASAS MANAJEMEN (ISIP4111)

 

Forum Diskusi 6 ISIP4111

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menjamin agar apa yang dilaksanakan atau hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Pengawasan sendiri sebagai suatu proses tentunya melalui tahapan-tahapan pula, sehingga proses pengawasan itu dapat dilihat sebagai suatu sistem, yang kesemuanya akan memberikan informasi beserta data yang diperlukan bagi perbaikan perencanaan selanjutnya. Pengawasan kuantitas mengikuti aliran sistem, perolehan bahan-bahan mentah dari berbagai sumber (input), pengolahan terhadap input (proses), hasil dari pengolahan tersebut yang disebut produk atau jasa (output). Inti pengawasan kualitas dimaksudkan agar kualitas barang yang dihasilkan memenuhi atau sesuai baik fungsi barangnya.

Silahkan diskusikan tentang fungsi pengawasan kuantitas dan kualitas dalam Manajemen.

Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

Salam: Tutor

DISKUSI 6 TUTORIAL ONLINE PENGANTAR STATISTIK SOSIAL (ISIP4215)

 

Saudara mahasiswa, Anda diharapkan sudah mempelajari Modul 7 BMP ISIP42151 Pengantar Statistik Sosial tentang Pengujian Hipotesis Satu Sampel. Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap modul tersebut, diskusikan kasus di bawah ini dan jawab pertanyaannya dengan tepat dan lengkap.

Seorang pengusaha salon ingin mengetahui apakah pengunjung yang menggunakan jasanya bervariasi secara random antara laki-laki dan wanita. Kemudian pengusaha salon meminta petugasnya mengamati masuknya laki-laki dan wanita pada salon tersebut. Dan didapat data sebanyak 30 pengunjung sebagai berikut :

No

Jenis Kelamin

 

No

Jenis Kelamin

 

No

Jenis Kelamin

1

Wanita

12

Laki-laki

23

Laki-laki

2

Laki-laki

13

Wanita

24

Laki-laki

3

Wanita

14

Laki-laki

25

Wanita

4

Laki-laki

15

Wanita

26

Wanita

5

Wanita

16

Laki-laki

27

Laki-laki

6

Wanita

17

Wanita

28

Wanita

7

Laki-laki

18

Wanita

29

Wanita

8

Laki-laki

19

Laki-laki

30

Wanita

9

Wanita

20

Laki-laki

31

Laki-laki

10

Wanita

21

Wanita

32

Wanita

11

Wanita

22

Wanita

 

33

Laki-laki

 

Dari data di atas, dengan taraf signifikan 5%, ingin diketahui apakah pengunjung yang masuk ke salon adalah random jika dilihat dari gender.

Tentukan :

  1. Hitung jumlah laki-laki (n1), jumlah wanita (n2) dan jumlah run (r)
  2. Hipotesis Statistik (Ho dan Ha) dari kasus di atas
  3. Nilai z tabel dengan taraf signifikan 5%
  4. Nilai statistik hitung (zhitung), lengkap dengan perhitungannya!
  5. Kriteria pengambilan keputusan
  6. Keputusan atau kesimpulan hasil pengujian hipotesis



PENDAPAT DISKUSI  :


1. Hitung jumlah laki-laki (n1), jumlah wanita (n2) dan jumlah run (r)


n1 = 14

n2 = 19

jumlah run (r) = 22



2. Hipotesis Statistik (Ho dan Ha) dari kasus di atas


Ho = pengunjung salon yang menggunakan jasanya secara random

Ha = pengunjung salon yang menggunakan jasanya tidak secara random




3. Nilai z tabel dengan taraf signifikan 5%


Nilai z dengan tarif signifikan 5% = 0,05 nilai tabel z = 33×0,05 =1,65



4. Nilai statistik hitung (zhitung), lengkap dengan perhitungannya!


µ = (2n1 n2 / N)+1

µ = (2.14.19/N)+1

µ = (532/33 )+1

µ = 17,12



5. Kriteria pengambilan keputusan

 

Pada α = 0,05 F1 < r < F2,maka gagal tolak Ho

 


6. Keputusan atau kesimpulan hasil pengujian hipotesis


Dengan tingkat signifikan 5% dan berdasarkan data sampel yang ada, dapat dinyatakan bahwa terdapat cukup bukti untuk menyatakan urutan pengunjung yang masuk ke salon adalah random.

 

 

Sumber : Prasetyo, Bambang. (2022). Pengantar Statistik Sosial. Jakarta : Universitas Terbuka

DISKUSI 6 TUTORIAL ONLINE MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (ADBI4438)

 

Saudara mahasiswa,

Proses penilaian kinerja banyak memberikan keuntungan, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan/organisasi. Nah ..... sekarang coba anda diskusikan bersama teman-teman anda, apa saja keuntungan penilaian kinerja bagi karyawan dan bagi perusahaan.

Selamat berdiskusi.


PENDAPAT DISKUSI :

Keuntungan dari dilakukannya Penilaian Kinerja Karyawan adalah sebagai berikut :

1.  Memberikan informasi tentang hasil yang diinginkan dari sebuah pekerjaan

2.  Bisa mencegah terdapatnya miskomunikasi berkaitan dengan kualitas kerja yang diinginkan

3.  Menciptakan peningkatan produktivitas karyawan sebab ada feedback atau umpan balik untuk karyawan yang berprestasi

4.  Menghargai setiap kontribusi

5.  Membuat komunikasi dua arah antara pihak manajer dengan karyawan

 

Manfaat Penilaian Kinerja Karyawan; Kontribusi hasil-hasil penilaian merupakan suatu yang sangat bermanfaat bagi perencanaan organisasi / perusahaan, adapun secara terperinci Penilaian Kinerja Karyawan bagi organisasi / perusahaan adalah :

1.  Penyesuaian-penyesuaian kompensasi

2.  Perbaikan Kinerja

3. Kebutuhan latihan dan pengembangan

4.  Pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi, mutasi, pemecatan, pemberhentian dan perencanaan tenaga kerja

5.  Untuk kepentingan penelitian pegawai

6.  Membantu diagnosis terhadap kesalahan desain pegawai.

 

Sumber :

Iswanto, Yun dan Yusuf, Adie. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Universitas Terbuka

dosenpendidikan.co.id

 

DISKUSI 6 TUTORIAL ONLINE LOGIKA (ISIP4211)

 

DISKUSI 6 :

Pada diskusi kali ini, saudara harus ambil salah satu headline berita baik online maupun berita koran fisik. Terjemahkan judul tersebut menjadi proposisi yang sahih kemudian buatlah oposisinya.

Buatlah oposisi kontraris dari headline berita yang anda temukan, jangan lupa cantumkan sumbernya!

Contoh:

Headline: Catat! Peserta BPJS Kesehatan Harus Skrining Minimal Sekali Setahun.

Proposisi A: Semua peserta BPJS Kesehatan harus skrining minimal sekali setahun

Oposisi kontraris A-E:

Semua peserta BPJS Kesehatan tidak harus skrining minimal sekali setahun

Sumber: Catat! Peserta BPJS Kesehatan Harus Skrining Minimal Sekali Setahun (msn.com)

Berita tidak terbatas, boleh berita politik maupun gosip, namun usahakan tetap berita yang layak untuk dibahas dalam lingkup dunia pendidikan! Tidak boleh ambil berita yang sama, usahakan berbeda!

Mohon tidak melampirkan file, jawab/reply melalui kolom yang tersedia


PENDAPAT DISKUSI  :

Headline:

Penumpang Belum Booster Tidak Boleh Naik Kereta Api

 

Proposisi A:

Semua Penumpang Belum Booster Tidak Boleh Naik Kereta Api

 

Oposisi kontraris A-E:

Semua Penumpang Belum Booster Boleh Naik Kereta Api

 

Sumber :

https://www.kompas.tv/article/324691/penumpang-belum-booster-tidak-boleh-naik-kereta-api

 

Sumber : Bakry, Muhsin, Noor & Sonjoruri Budiani Trisakti. (2017). Logika. Jakarta : Universitas Terbuka


TUGAS 2 TUTORIAL ONLINE AKUTANSI MENENGAH (ADBI4335)

 

Tugas 2

 

1.       Perusahaan menggunakan metode jumlah angka tahun untuk memperhitungkan beban penyusutan aktiva tetapnya. Pada tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli kendaraan dengan harga perolehan Rp 250.000.000.  Kendaraan tersebut ditaksir dengan nilai sisa Rp 30.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun.  Buatlah tabel penyusutan mesin selama 5 tahun.

2.       Perusahaan menggunakan metode saldo menurun ganda untuk memperhitungkan beban penyusutannya.

Pada tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli satu set perabot dengan harga perolehan Rp 4.000.000. Nilai sisa ditaksir Rp 500.000 dan umur ekonomis 4 tahun. Berdasarkan data ini maka buatlah tabel penyusutan perabot tersebut.

3.       Perusahaan menggunakan metode jam jasa untuk memperhitungkan beban penyusutannya. Pada Pada tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli mesin dengan harga perolehan Rp 15.000.000.  Mesin tersebut ditaksir dapat digunakan selama 15.000 jam dan mempunyai nilai sisa Rp 3.000.000.

Lama penggunaan mesin sbb.

Tahun 1  selama 3.500 jam

Tahun 2  selama 3.300 jam

Tahun 3 selama 3.000 jam

Tahun 4 selama 2.800 jam

Tahun 5 selama 2.400 jam

Berdasarkan data ini buatlah tabel penyusutan mesin.


SOAL NOMOR 1 :

1.                  Perusahaan menggunakan metode jumlah angka tahun untuk memperhitungkan beban penyusutan aktiva tetapnya. Pada tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli kendaraan dengan harga perolehan Rp 250.000.000. Kendaraan tersebut ditaksir dengan nilai sisa Rp 30.000.000 dan umur ekonomis 5 tahun. Buatlah tabel penyusutan mesin selama 5 tahun.

 

 

PENYELESAIAN SOAL NOMOR 1 :

Diketahu dari soal Per Tanggal 1 Januari 2012;

Umur Ekonomis : 5 Tahun

Harga Perolehan : Rp. 250.000.000,00

Taksiran Nilai Sisa : Rp. 30.000.000,00

Diminta kerjakan Tabel Penyusutan mesin selama 5 Tahun ?

 

PERHITUNGAN :

Jumlah Angka Tahun       = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

Dasar Penyusutan              = Harga Perolehan – Taksiran Nilai Sisa

                                             = Rp. 250.000.000,00   Rp. 30.000.000,00

                                             = Rp. 220.000.000,00   

 

TABEL PENYUSUTAN MESIN SELAMA 5 TAHUN :

TAHUN

TARIF

DASAR PENYUSUTAN

PENYUSUTAN

1

5 / 15

Rp. 220.000.000,00

Rp. 73.333.333,33

2

4 / 15

Rp. 220.000.000,00

Rp. 58.666.666,67

3

3 / 15

Rp. 220.000.000,00

Rp. 44.000.000,00

4

2 / 15

Rp. 220.000.000,00

Rp. 29.333.333,33

5

1 / 15

Rp. 220.000.000,00

Rp. 14.666.666,67

 

 

 

SOAL NOMOR 2 :

2.                     Perusahaan menggunakan metode saldo menurun ganda untuk memperhitungkan beban
penyusutannya. Pada tanggal 1 Januari 2012 perusahaan membeli satu set perabot dengan harga perolehan Rp 4.000.000. Nilai sisa ditaksir Rp 500.000 dan umur ekonomis 4 tahun. Berdasarkan data ini maka buatlah tabel penyusutan perabot tersebut. 

 

 

PENYELESAIAN SOAL NOMOR 2 :

Diketahui dari soal Per Tanggal 1 Januari 2012 ;

Umur ekonomis : 4 Tahun

Harga Perolehan : Rp. 4.000.000,00

Taksiran Nilai Sisa : Rp. 500.000,00

Diminta kerjakan Tabel Penyusutan perabot  4 Tahun ?

 

PERHITUNGAN :

Tingkat Penyusutan Metode Saldo Menurun Ganda      = Tingkat Penyusutan Metode Garis Lurus x 2

                                                                                               = ¼ x 2

                                                                                               = ½

 

TABEL PENYUSUTAN PERABOT SELAMA 4 TAHUN :

Tahun

Harga Perolehan (Rp)

Akumulasi Penyusutan Pada Awal Tahun

(Rp)

Nilai Buku Pada Awal Tahun

(Rp)

Tingkat Saldo Menurun Ganda

Penyusutan (Rp)

1

4.000.000,00

0,00

4.000.000,00

½

2.000.000,00

2

4.000.000,00

2.000.000,00

2.000.000,00

½

1.000.000,00

3

4.000.000,00

3.000.000,00

1.000.000,00

½

500.000,00

4

4.000.000,00

3.500.000,00

500.000,00

-

0,00

 

 

 

SOAL NOMOR 3 :

3.                     Perusahaan menggunakan metode jam jasa untuk memperhitungkan beban penyusutannya. Pada tanggal 1 januari 2012 perusahaan membeli mesin dengan harga perolehan Rp 15.000.000. Mesin tersebut ditaksir dapat digunakan selama 15.000 jam dan mempunyai nilai sisa Rp 3.000.000. Lama penggunaan mesin sbb : Tahun 1  selama 3.500 jam;     Tahun 2  selama 3.300 jam; Tahun 3 selama 3.000 jam; Tahun 4 selama 2.800 jam; Tahun 5 selama 2.400 jam. Berdasarkan data ini buatlah tabel penyusutan mesin.

 

 

 

PENYELESAIAN SOAL NOMOR 3 :

Diketahui dari soal Per Tanggal 1 Januari 2012 ;

Taksiran Jumlah Jam Jasa  : 15 Ribu Jam

Harga Perolehan : Rp. 15.000.000,00

Taksiran Nilai Sisa : Rp. 3.000.000,00

Diminta kerjakan Tabel Penyusutan Mesin ?

 

PERHITUNGAN :

Depresiasi      = (harga perolehan – nilai sisa) / Taksiran Jumlah Jam Jasa

                        = (Rp. 15.000.000,00 – Rp. 3.000.000,00) / 15.000 Jam

                        = Rp. 12.000.000,00 / 15.000 Jam

               = Rp. 800 / Jam

 

 

TABEL PENYUSUTAN MESIN :

 

Tahun

Jumlaj

Jam Jasa

(Jam)

Depresiasi

(Rp / Jam)

Beban Penyusutan

(Jumlah Jam Jasa

X Depresiasi)

Akumulasi

Penyusutan

(Rp)

Nilai Buku

(Rp)

1

3.500

800

2.800.000

2.800.000

12.200.000

2

3.300

800

2.640.000

5.440.000

9.560.000

3

3.000

800

2.400.000

7.840.000

7.160.000

4

2.800

800

2.240.000

10.080.000

4.920.000

5

2.400

800

1.920.000

12.000.000

3.000.000

 


MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

SEMESTER SATU ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DUA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TIGA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER EMPAT ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER LIMA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER ENAM ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TUJUH ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DELAPAN ADMINISTRASI BISNIS

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »