Kisah Sukses Keluarga H Achmad Saleh, Mantan Wartawan Kelahiran Lubuklinggau



H Achmad Saleh dan Istrinya Hj. Supriyatini, S.pd.,M.Si  (foto:potretnews.com)

Luar biasa” mungkin kata-kata ini tepat untuk menggambarkan keluarga yang satu ini, betapa tidak berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, tapi dapat menghantarkan anak-anaknya berprestasi dan sangat membanggakan. Tak berlebihan bila dikatakan, “keberhasilan keluarga ini patut di contoh dan patut untuk dibanggakan”.

Siapa sosok dibalik itu semua? Dialah bernama H. Achmad Saleh atau yang sering di sapa Pak Saleh. Pria kelahiran Kota Lubuklinggau 28 Agustus 1938 ini adalah seorang kepala rumah tangga yang telah membuktikan bahwa ia dapat mendidik anak-anaknya, meskipun dalam keadaan yang prihatin serba pas-pasan, tetapi semangatnya luar biasa terhadap anak-anaknya.

Ia hanyalah seorang wartawan biasa, dan ia menjelaskan bahwa kunci kesuksesan anak-anaknya adalah kemauan atau keinginan dan tekad mereka sendiri. “Saya sebagai orang tua hanya mendukung dan mengantarkan apa yang dicita-citakan mereka, tetapi mereka sendiri yang berusaha untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Jalan Kapten A Rivai Jalan Sambu No. 36 Palembang.

Saleh bercerita, pada tahun 1975 ia sempat merasakan hidup yang serba prihatin jauh dari kesan mewah, rumahnya masih berlantaikan tanah, tempat tidur pun masih terbuat dari kayu, dan perlengkapan dapur pun tak selengkap saat ini, tapi ia bahagia memiliki anak-anak yang luar biasa, yang tak pernah mengeluh, dan pastinya memiliki semangat tak pernah menyerah meski dalam keadaan yang susah dan serba memprihatinkan, akan tetapi dalam kondisi sesulit apa pun, Saleh tetap mengutamakan pendidikan buat anak-anaknya.

Siapa yang menyangka anak-anak yang ia besarkan sekarang menjadi anak-anak yang luar biasa, anaknya yang pertama yang bernama Prof. DR. Diah Natalisa, MBA yang sekarang telah menjabat sebagai Koordinator Kopertis Wilayah II dan memiliki riwayat pendidikan yang patut diacungi jempol yaitu, S1 di Universitas Sriwijaya, dan selanjutnya Diah mendapatkan beasiswa S2 di School of Business & Economics University of Kentucky, dan S3 Universitas Airlangga di Surabaya.

Selain Diah, masih ada tiga lagi anak dari Achmad Saleh yaitu anak yang nomor dua yang bernama Tito Karnavian yang sekarang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan pernah menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kepala Densus 88 dari November 2009 - Oktober 2010, dan memiliki riwayat pendidikan yang tak kalah hebat.

Siapa Tito Karnavian? Di mata keluarganya, Tito adalah sosok yang pemberani. Sekaligus juga nakal. Bahkan sampai SMA, alumnus SMA Negeri 2 Palembang itu selalu kesiangan. Ia berangkat ke sekolah dengan kaos kaki yang asal-asalan dan bermodalkan sebuah buku yang di-gulung dan dimasukkan ke kantong belakang. “Setelah dinasihati, akhirnya Tito berubah dan mulai menunjukkan prestasinya,” tambah ayahanda Tito, Drs Haji Achmad Saleh.

Setelah lulus SMA tahun 1983 Tito mulai mengikuti ujian perintis (Ujian Masuk Perguruan Tinggi). Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Kepolisian), Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Empat-empatnya ia lulus, tapi yang dipilih Akabri.

Dan pada akhirnya Tito langsung melanjutkan pendidikan Akademi Kepolisian dan selesai pada tahun (1987). Sebagai orangtua pada awalnya, Saleh saat itu berharap Tito dapat kuliah di Fakultas Kedokteran (FK). Tahun 1983 sesuai dengan keinginan ibunya Kordiah (Almarhumah) yang ingin salah satu anaknya menjadi dokter (karena ibu seorang bidan). Tito dan kakak perempuannya, Diah Natalisa, ikut tes di fakultas kedokteran.

“Saya dan Tito sama-sama ikut tes eh taunya Tito yang lulus di FK Unsri. Bukan saja diterima di FK Unsri tapi Tito juga diterima di Fisip (UGM atau UI) Jurusan Hubungan Internasional dan pada waktu yang sama juga diterima di STAN. Dia memang pintar, setiap ikut tes pasti diterima,”kata Diah .

“Ibu kami sangat senang karena anaknya bakal yang jadi dokter. Tapi ternyata Tito ikut tes polisi juga. Padahal dari sisi postur tubuh, Tito itu pas-pasan saja, tidak terlalu tinggi,”tutur Diah. Itu sebabnya pada 1983 saat seleksi di Palembang Tito lulus lalu ikut seleksi terakhir di Semarang.

“Saking dak setujunya anaknya jadi polisi, ibu waktu itu telepon Tito yang sudah dikarantina di Semarang. Ibu minta Tito pulang ke Palembang. Padahal pas karantina tidak boleh ditelepon keluarga. Akibatnya Tito kena skorsing. Tapi, Tito tetap memilih jadi polisi, apapun risikonya meski ibu kecewa. Untuk pilihan yang satu ini, Tito bertindak di luar sifatnya yang patuh paa orangtua. Diah mengakui Tito punya otak encer. Sejak kuliah di Akpol sampai lulus tahun 1986, Tito selalu jadi yang terbaik. Sampai saat lulus dia mendapat prestasi utama, Bintang Adi Makajasa dari Presiden RI Soeharto.

setelah itu Master of Arts (M.A.) in Police Studies, University of Exeter, UK (1993), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK (1996), Royal New Zealand Air Force Command & Staff College, Auckland, New Zealand (Sesko) (1998), Bachelor of Arts (B.A.) in Strategic Studies, Massey University, New Zealand (1998), Sespim Pol, Lembang (2000), Ph.D in Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization at S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapore (magna cum laude), dan yang terakhir yaitu Lemhannas RI PPSA XVII (2011)

Anak yang nomor tiga yaitu bernama Dr. Iwan Dakota. SpJP (K), pria kelahiran Palembang 1 januari 1966 ini sekarang menjabat sebagai Direktur Umum dan SDM di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RSJHK) Jakarta. Dan adiknya yang bernama Dr. Fifa Argentina SpKK yang sekarang berada di Palembang dan bertugas di Rumah sakit Siti Khodijah.

Dari keempat anak Saleh semuanya menjadi orang penting, yang bisa berguna tidak hanya dalam lingkungan keluarga akan tetapi sangat berguna untuk Bangsa dan Negara. Inilah yang patut dicontoh dari keluarga yang sederhana tetapi memiliki anak-anak yang istimewa.

Meskipun Saleh bukanlah orang kaya, akan tetapi Saleh selalu mengutamakan pendidikan buat anak-anaknya, ia pernah berpesan pada anak-anaknya, “tak ada harta yang dapat diwariskan kecuali dengan pendidikan”. Jadi hanya dengan pendidikanlah ia mengantarkan anak-anaknya menuju kesuksesan.

Diah Natalisa anak pertama Saleh, juga mengatakan “Ayah itu sosok yang paling berperan dalam pendidikan kami, meskipun dalam kesederhanaannya ayah tetap selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat kami dalam dunia pendidikan” ujarnya

Untuk mencapai kesuksesan memang tak semudah membalikan telapak tangan, apa lagi menciptakan keluarga yang sukses, harmonis, damai dan sejahtera, dengan dikelilingi anak-anak yang luar biasa, inilah kisah seorang wartawan biasa yang penuh kesederhanaan tapi ia dapat menciptakan dan membina rumah tangganya seperti istanah dengan dikelilingi anak-anak yang hebat, bukan hanya hebat dimata keluarga akan tetapi hebat dimata Negara.

Meskipun begitu sosok Saleh tetaplah menjadi sosok yang ramah dan penuh kesederhanaan begitu pun dengan anak-anaknya, sampai sekarang tak pernah membuatnya menjadi sombong atas keberhasilan yang telah dicapainya. kunci kesuksesan dalam mendidik anak selain orang tua yang tegas dalam mengarahkan betapa pentingnya pendidikan, anak juga harus memiliki tingkat kesadaran diri agar ia pun selalu berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut, dan yang paling penting adalah kemampuan mengatur dirinya sendiri, jadi kunci kesuksesan anak bukan hanya dari orang tua akan tetapi anak juga menjadi faktor yang paling penting dalam hal tersebut, tanamkan sedini mungkin sikap kesederhanaan dan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak anda.

Dipilih Jokowi jadi Kapolri, Komjen Tito lewati 5 angkatan di Polri

Komjen. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Presiden Joko Widodo menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Tito Karnavian menggantikan Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian RI. Itu artinya Tito melangkahi lima angkatan di atasnya. 

Hal itu merupakan tradisi baru dalam institusi Polri. Sebab, pada umumnya pemegang tongkat estapet Tribrata-1 merupakan dua tingkat di atas Kapolri sebelumnya.

Tito merupakan jebolan Akademi Kepolisian 1987. Jika dihitung, dia melompati lima angkatan dari Jenderal Badrodin yang merupakan Akpol 1982.

Selain Tito ada sejumlah bintang tiga, yakni Wakapolri Komjen Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayu Seno, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Kalemdikpol Komjen Syafruddin dan Sekretaris Utama Lemhannas Komjen Suhardi Alius. Tito tercatat sebagai bintang tiga termuda di Kepolisian.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menegaskan bahwa Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian memenuhi ketentuan sebagai calon Kapolri. Menurutnya keputusan Presiden Jokowi sudah tepat.

"Dari sisi kepangkatan sudah memenuhi ketentuan, yakni bintang 3. Namun dari sisi senioritas dia melompati beberapa angkatan," kata Bambang melalui pesan singkatnya, Rabu (15/6). 

Politikus Partai Golkar tersebut menilai dari sisi kemampuan kemampuan, kecerdasan, intelektualitas dan profesionalitas, Tito tidak bisa diragukan. Menurutnya memenuhi kompetensi sebagai calon Kapolri. 

Bambang berharap, jika Tito jadi Kapolri, instansi tersebut akan bekerja lebih giat dan kompak. "Kami berharap, jika nanti lolos fit and proper di DPR RI, Tito diharapkan menjadi perekat semua faksi yg ada di Polri sehingga kedepan Polri tambah solid dalam menghadapi tantangan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks," pungkasnya. (merdeka.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan nama Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR hari ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu rencananya akan menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Menurut Johan, alasan Jokowi memilih Tito berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, di mana penunjukkan calon Kapolri merupakan wewenang dan hak prerogratif presiden. Selain hal itu, ada pertimbangan Presiden Jokowi dalam memilih Tito Karnavian menjadi pemimpin Korps Bhayangkara. "Adalah untuk meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat, memperbaiki kualitas penegakan hukum terutama terhadap kejahatan luar biasa seperti terorisme, narkoba maupun korupsi," tutur Johan saat dihubungi wartawan, Rabu (15/6/2016). Pertimbangan lainnya kata Johan, presiden sangat berharap di bawah komando Tito, Polri lebih bersinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya. (Baca: Calon Kapolri, Jokowi Ajukan Nama Tunggal Tito Karnavian ke DPR) Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin menyebutkan Presiden Jokowi telah menyerahkan nama Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Akom saat meninjau persiapan arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. "Surat tersebut berisi Presiden RI, menyampaikan pencalonan Komjen Tito Karnavian, satu-satunya menjadi calon kapolri," kata Ade.

Komjen. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan nama Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR hari ini. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu rencananya akan menggantikan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Menurut Johan, alasan Jokowi memilih Tito berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI, di mana penunjukkan calon Kapolri merupakan wewenang dan hak prerogratif presiden.

Selain hal itu, ada pertimbangan Presiden Jokowi dalam memilih Tito Karnavian menjadi pemimpin Korps Bhayangkara.

"Adalah untuk meningkatkan profesionalisme Polri sebagai pengayom masyarakat, memperbaiki kualitas penegakan hukum terutama terhadap kejahatan luar biasa seperti terorisme, narkoba maupun korupsi," tutur Johan saat dihubungi wartawan, Rabu (15/6/2016).

Pertimbangan lainnya kata Johan, presiden sangat berharap di bawah komando Tito, Polri lebih bersinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Ade Komarudin menyebutkan Presiden Jokowi telah menyerahkan nama Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri. Hal itu dikatakan pria yang akrab disapa Akom saat meninjau persiapan arus mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

"Surat tersebut berisi Presiden RI, menyampaikan pencalonan Komjen Tito Karnavian, satu-satunya menjadi calon kapolri," kata Ade.

(Sumber : Sindonews.com)

Mahalnya Nonton Siaran Langsung Sepak Bola di Kota Lubuk Linggau

Senjata Nonton Bola di Kota Lubuklinggau

Tidak lama lagi atau mungkin sudah terlalu lama, malapetaka, derita, dan nasib malang sebagai anak bangsa yang hidup didaerah (contohnya Kota Lubuklinggau) akan datang. Ketiganya mengusir kegembiraan dan keceriaan kami untuk duduk bersama, saling cerita, sambil minum kopi aroma khas merek Tora Sudiro (Kebetulan mirip merek salah satu sponsor Liga Indonesia), lalu menyaksikan secara ‘ramai-ramai’ punggawa sepak bola lewat layar kaca. Terkhusus, kami yang hidup di daerah ini dan mungkin didaerah-daerah lain (dimana menonton televisi masih menggunakan "kuali" kaleng atau berjaring kawat), derita nasib malang sebagai anak "daerah" paling sakit terasa menjelang Piala Dunia, Piala Eropa, Copa America dan juga  Liga Nasional (Indonesia) dan turnamen papan atas lainnya. 

Saat saya menulis opini ini tinggal hitungan jam Piala Eropa 2016 akan digelar sementara Copa Amerika dengan aksi messi, sanchez, serta suarez sudah lebih dahulu digelar sejak awal Ramadhan 6 juni 2016 yang lalu. Kami tidak mungkin pergi menonton langsung ke negara ‘Laissez-faire’ itu untuk menonton Euro France 2016 atau Ke Benua Amerika untuk menyaksikan Copa Amerika. Hanya lewat televisi, kami dan kita di Indonesia bisa menyaksikan laga demi laga. Tidak perlu merogoh kocek berjuta-juta. Cukup dari hasil kerja keras John Logie Baird  (penemu TV) itu sudah membawa kita seperti berada dan menonton langsung di stadion pertandingan. Transmisi gambar, suara dan gerak pemain di lapangan hijau dinikmati secara puas, di belahan benua atau negara mana pun. 

Adalah nahas bagi kami yang hidup di daerah, khususnya "Kota Lubuklinggau". Keringat John L Baird tidak kami rasakan secara puas. Terutama Piala Eropa, Piala Dunia, dan liga-liga Eropa jarang kami nikmati. Ini ketakutan dan kecemasan kami. Sebab, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi tradisi, saat akan memulai pertandingan atau pertandingan berjalan baru beberapa menit, layar televisi kami langsung mati total. Bukan oleh karena listrik padam (yang sejujurnya memang sering padam di kota kami). Kami di daerah menyebutnya “diblokir” !!!.  

Kami sudah biasa dengan layar televisi yang tiba-tiba seperti laron berkumpul, dan tertulis ‘not found’. Chanel siaran diacak. Seketika kami bungkam. Keceriaan kami untuk menyaksikan siaran langsung sepak bola dipaksa berubah kusam. Ini menyakitkan, jauh lebih sakit dari menghujamkan pedang ke jantung dan hati kami. Seakan dilarang keras menonton siaran langsung sepak bola bagi kami yang hidup di pelosok "daerah" (Kota Lubuklinggau). Bisa jadi, hanya dengan ‘blokir’ siaran, bakat sepak bola generasi-generasi kami tidak boleh sehebat Leonel Messi. Entahlah. 

Hampir dua tahun saya berada di Bandung (Jawa Barat) , Kemudian beralih 'menghuni' Kota Metropolitan Palembang sekitar enam tahun , menonton siaran langsung sepak bola, baik Liga Nasional, Liga Eropa, Liga Inggris, Liga Spanyol, Piala Eropa dan Piala Dunia sangat mudah. Saya masih ingat, di sebuah rumah kos Jalan Kebun Kawung Bandung dan Juga tinggal di bedeng seputaran Rumah Sakit Hoesen Palembang, saya cukup menghabiskan uang tiga ratus ribu rupiah. Uang itu saya membeli sebuah TV tuner dan antene sebesar panggangan ikan maka jadilah, bersama teman-teman, kami bisa memirsa berita, menyaksikan pertandingan sepak bola dari ujung dunia mana pun, jika disiarkan langsung oleh TV nasional. 

Di 'Kota Lubuklinggau' punya TV untuk memirsa berita, mengakses informasi dan sekedar hiburan menonton siaran langsung sepak bola mesti membayar mahal. Tidak cukup TV dengan antena biasa. Kita harus membeli parabola khusus plus receiver dan berlangganan (Membayar iuran tiap bulan). Sekarang harganya lumayan mahal, sekitar 1 juta rupiah-an. Hukum permintaan dan penawaran akan berlaku. Terlebih menjelang Piala Eropa 2016 ini. Menjelang Piala Dunia yang lalu harganya menusuk hingga 1 juta rupiah lebih. Setelah membeli parabola, kita harus juga membeli alat penerima pesan gambar dan suara. Namanya receiver. Sekarang pihak penjual mematok harga 600 ribu rupiah. Menjelang Piala Dunia 2014 lalu, harga alat ini menembus 1,3 juta rupiah. 

Tidak hanya itu, hanya dengan mengotak-atik nomor dan merek, tidak semua receiver mampu menerima dan menampilkan siaran sepak bola secara langsung. Ada beberapa jenis merek receiver yang ditawarkan kepada kami. Indovision, dalam promosi iklannya meyakinkan bisa siaran jernih meski cuaca hujan, badai dan angin kencang. Nyatanya, gol yang sama bisa berbeda waktu. Tetangga sebelah lebih duluan 3 menit teriak “goolllll”. Sementara Orange TV dan K-Vision sekarang lagi naik panggung, seraya perlahan melepas pergikan Matriks. Ajang Piala Dunia kemarin nama K-Vision melambung. Harganya pun ikut naik, menyentuh 1juta rupiah. Belum termasuk pulsa paket bulanannya. Nah, itulah malangnya kami di Kota Lubuklinggau.

Menonton siaran sepak bola itu mahal. Jangan hidup di 'daerah' kalau hobi nonton bola. Bisa-bisa stres dan gila. Sebab saat nonton layar monitor TV berubah suram, chanel diacak. Di saat itu pula, kegembiraan dan keceriaan menjadi muram durjana. Menyedut aroma kopi sambil bersungut-sungut. Not found. Chanel sedang diacak-acak. Saluran diblokir. 

Seperti menjelang Piala Eropa 2016, 10 Juni ini, kami sudah menebak-nebak, receiver apa yang akan digunakan para penyedia rakus. Orange TV atau tetap K-Vision? , Ternyata Indovision dengan soccer chanel-nya adalah saluran resmi UEFA Euro 2016. Terjadilah,  Blokir dan acak akan pastiterjadi jika tidak berlangganan plus beli paket yang disuguhkan (soccer chanel). 

Maklumlah, meski mahal isi dompet tetap dikuras. Bukan karena kami kaya. Semata-mata kami suka sepak bola. Kami suka kebersamaan dalam aroma segelas kopi TORA SUDIRO yang nikmat. Kami rindu keceriaan. Bersama terciptanya gol-gol indah tim kesayangan, kami rindu arti berbagi kegembiraan. 

Akhirnya, selamat menyambut UEFA Euro 2016 dengan doa harapan, moga-moga layar TV tidak diacak, chanel siaran tanpa blokir. Sambil tetap menjaga isi dompet penuh karena lebih dibutuhkan buat lebaran.



Seberapa Urgenkah Pemkot Ngutang?

Pasar Muara Kota Lubuklinggau
Seberapa urgen kah pemerintahan Nansuko yang berencana akan melakukan pinjaman atau ngutang?
Pertanyaan ini disampaikan oleh seorang pemerhati politik dan kebijakan kota Lubuklinggau, Ir Mukhtarul Muslimin Hanan dalam komentar nya di jejaring sosial facebook.
Disampaikannya bahwa Sumber-sumber Keuangan dari APBD dan dibenarkan secara Regulasi Pemerintahan adalah PAD, Dana Perimbangan (DAK,DAU, DBH), BUMD dan Pinjaman. Artinya Pinjaman yang ingin dilakukan Pemkot sah-sah saja dan dapat dibenarkan, akan tetapi seharusnya Pemkot membuka ruang bagi Masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan benar serta alasan seberapa urgen nya pinjaman itu perlu di lakukan.
Jika untuk infrastruktur dan utility harus ada kalkulasi dan pemilahan mana yang perlu untuk segera dan mana yang bisa ditunda/diselesaikan dalam beberapa tahun anggaran yang akan datang.
Jika Katanya untuk Pembangunan Pasar Grosir harus ada hasil study sejauh mana nantinya bisa membawa manfaat langsung bagi masyarakat keberadaannya dibandingkan dengan lebih dikedepankan optimalisasi dan revitalisasi pasar tradisional yang ada sekarang.
Dan yang terpenting jangan sampai masalah keinginan pemkot untuk mendapatkan pinjaman ini seakan-akan terlihat “dipaksakan” karena semua pembangunan harus selesai dan harus dituntaskan semua dalam Pemerintahan Rezim Nansuko (Nanan-Sulaiman Kohar) yang akan berakhir pada Februari 2018.
Juga Kepada DPRD, Karena Pinjaman ini dibutuhkan Perda yang dibutuhkan persetujuan Legislatif untuk itu maka sejauh mana mereka juga nanti mempunyai alasan kepada konstituennya (masyarakat Kota Lubuklinggau) untuk menyetujui atau menolak Perda Pinjaman ini yang nantinya akan diajukan Pemkot.(fb)
(Sumber : Berita dan Photo Kabarkite.com.)

Selama Ramadhan Ratusan Bis di Inggris Bertuliskan Subhanallah


Bulan Ramadhan sudah menjelang, seluruh muslim menyambut dengan sukacita akan kedatangannya. Tak ketinggalan di Inggris atau United Kingdom pun nuansa bulan suci itu terasa makin kental dengan iklan yang dipajang di badan bis kota. Iklan itu memuat tulisan ‘Subhan Allah’ yang bermakna Maha Suci Allah.
Sejumlah 640 bis kota dipasangi iklan tersebut sepanjang Ramadhan mendatang, dengan rute perjalanan ke kota-kota kecil yang ada di Inggris seperti London, Manchester, Birmingham dan Bradford.
Tujuan dari pemasangan iklan tersebut ternyata mulia, tak sekedar dakwah namun juga untuk penggalangan dana bagi korban Perang Suriah yang hingga kini masih berkecamuk.
Pemasang iklan adalah lembaga sosial Islamic Relief, bermarkas di London. Rencananya tulisan ‘Subhan Allah’ itu akan rilis pada Jumat, 13 Mei 2016 mendatang. Dan resmi berlaku mulai 6 Juni-7 Juli 2016.
Seorang atlet kriket Inggris yang juga muslim bernama Moeen Ali turut mendukung kampanye donasi tersebut. Menurutnya, kampanye damai yang digelar lembaga Islamic Relief tersebut adalah cara hebat untuk mengingatkan tentang makna berbagi saat Ramadhan.
“Ini cara yang hebat untuk membuat orang-orang membicarakan tentang makna Ramadan,” tulisnya di situs resmi islamic-relief.org.uk.
Ia pun berharap donasi tak hanya dilakukan oleh muslim saja, namun juga oleh yang bukan muslim. Banyaknya korban perang di Suriah memang membutuhkan uluran tangan semua orang, sehingga pemasangan iklan di bis saat Ramadhan diharapkan dapat membantu meringankan derita mereka.

Wong Plembang Lagi Nyari Gawean


SURAT LAMARAN KERJA
Hal : Berasan Gawe
Kepada Yth.,
HRD PT Ado Nian
di-
Mano Bae
Mikum pak..
Tadi tu aku ado tebaco di koran "sumek" terbitan pagi nilah pak, kujingok ado lokak, oleh itu ku niatke berasan samo bapak lewat surat ni. katonyo bapak lagi nggari wong nak begawe e? nah pas nian, akor. aku ni lagi nyari gawean jugo pak. men sarat-sarat yang bapak pintak tu ado galo, mula' i dari ijasa, skck, kartu kuning, teko amplopnyo la siap galo d rumah ku ni pak, pokoknyo dak ke nyesal lah bapak milih aku ni, cayo lah pak omongan aku, tapi jangan percayo nian, gek uji wong bapak nduo ke tuhan, yg bener, "cayo bae" ji wong2 tu pak.
Maap ngomong pak, bukan maksud nak ngambok'i, betakoan, apo lagi besak kelakar. men masalah ke paca'an, hamper nak ado galo di tubuk ni pak, lengkap. komputer? , men ni dak usalah ditanyo pak, mungkin bapak dak cayo, kecik dulu, kawan-kawan aku sibuk maen ekar galo, aku la maen solitare, bayangkela pak. kalu bahaso, ku dewek la dak cak ngitung lagi brapo yg ku biso, ngomong ingris, biso. ngomong indonesia, apo lagi pak, lah dangke baso sekayu, komreng b aku pacak, bapak dewek b lom tentu biso kan?. belom seberapo itu pak, ngomong arab, ngomong cino, ngomong latin, itu la di luar kepala galo pak. Maap ngomong pak ye ke per'ri nyo, teko muat pempek lagi biso nah, saking ke dak keloroan lagi, jadi, yo cokop semak inilah dulu b kusebuti. Tinggal di bapak tula sekarang, bepikir lah dewek, kalu waya-waya gawean yg cak bapak soroh itu, bukan nak nului tuhan, sanggoplah aku ni pak. bukan apo,
ini bukan pulo nak makso, apo lagi nak nyerama'i bapak, sekedar ngingetke petuah wong tuo2 kito dulu "pilih-pilih tebu, tepilihlah batang bambu". tapi yo, balek-balek ke kamu tula pak, men aku ni dak pulok banyak rasan men seandainyo diterimo, bapak taunyo gawean aku tu bagus, bapak puas dapet hasilnyo, aku jugo men bapak senang nerimo gajinyo lemak. suko samo suko jadi pak.
Sampe disini doken pak yo, sekironyo bapak penasaran samo aku, apo nak nanyo-nanyo yang laen, telpon bae pak, asak jangan jam 7 apo jam 8an malem bae pak, soalnyo wong ruma nih galak nelpon di jam jam itu. dak nak manjangi tali kelambu, ini nomor hape aku (0809-xxxx-xxxx) simpen b d kontak bapak, tapi blakang namo jangan lupo tambai "Tampan" , bukan apo-apo pak, maksudnyo tu supaya bapak dak lupo, trus jg biar mudah ngingetnyo.
iyo lah pak, cukup cak nyo. mokaseh banyak sebelumnyo, men ado salah2 omong maapke b pak, "lebaran ke rumah ". caro manusio lah pak, salah, khilaf, apo lupo itu biaso, asak jangan bae disengajo. payolah begoyor pamit pak, smoga bapak panjang umur dan kito dikasi kesempatan betemu. amin.
" baju baru alhamdulillah"
" bunga jingga, langit kelabu"
" aduhai bapak yang bijaksana"
" telpon segera itu nomorku"
hormat kami,
yang perlu gawean
( Irfan Hadi )

IPW: Tito Karnavian Calon Kapolri Masa Depan, Bukan Sekarang

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian, dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso mendiskusikan pengamanan Ramadhan di Istana Negara. TEMPO/Istman
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane menilai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Komisaris Jenderal Tito Karnavian bisa saja menjadi Kapolri, tapi untuk periode mendatang.

Menurut Neta, masa pensiun mantan Kepala Polda Metro Jaya tersebut masih lama, yakni hingga 2022. Itu sebabnya, dia mengatakan Tito tidak perlu ikut dalam bursa calon Kapolri saat ini. “Kepala BNPT itu masih panjang masa dinasnya,” kata Neta dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juni 2016.

Neta menjelaskan, IPW berpandangan masih banyak senior di atas Tito yang bisa menjadi Kapolri. Apabila ada pihak tertentu yang mendorong Tito maju dalam bursa pencalonan Kapolri, bisa berakibat buruk bagi organisasi Polri. Jika Tito naik menjadi Kapolri, akan ada perasaan tidak nyaman karena harus memimpin para seniornya.

Neta mengatakan, sejak sepuluh tahun terakhir, Polri sudah menyiapkan para kader calon pemimpinnya dengan sistem assessment. Berdasarkan hasil assessment itu, Polri memiliki banyak kader terbaik untuk menjadi Kapolri.

Berdasarkan berbagai pertimbangan itu, kata Neta, IPW berharap Presiden Joko Widodo memilih calon Kepala Polri dari kader terbaik yang berintegritas. Selain itu, memiliki dedikasi, pengalaman, prestasi, kepemimpinan, dan jaringan yang bisa diterima masyarakat luas.

Neta mengatakan, Presiden seharusnya tidak mendengarkan pihak-pihak yang tidak paham soal visi-misi Polri ke depan dalam menentukan Kapolri. Presiden perlu memperhatikan Pasal 11 Ayat 6 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri.

Dalam undang-undang itu ditegaskan bahwa calon Kapolri adalah perwira tinggi aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier. (tempo)

Bagaimana Cara Menjaga Motivasi Selalu Membara?


Tips bagaimana agar semangat tetap ada dan selalu membara. Inilah 8 jurus yang bisa kita praktekkan dalam mengarungi samudra bisnis: 1. Kondisikan pikiran Anda. Latihlah agar Anda selalu berpikir positif sekaligus menyingkirkan pikiran-pikiran negatif.
2. Hindari orang-orang negatif. Mereka akan menguras energi Anda. Bergaul dengan mereka sama saja dengan melukai kaki Anda sendiri.
3. Carilah orang-orang yang termotivasi. Energi mereka akan menular kepada Anda dan strategi sukses mereka dapat Anda tiru.
4. Bertindaklah dengan target yang lebih tinggi. Setiap aktivitas yang tidak berhubungan dengan gol yang lebih tinggi sebaiknya dihindari karena akan membuat energi Anda sia-sia.
5. Rayakan kegagalan Anda. Pelajaran paling berharga dalam hidup dipetik dari hal-hal yang tak bisa Anda capai. Sediakan waktu untuk memahami kegagalan Anda.
6. Hindari target-target yang lemah. Target adalah jiwa dari sebuah keberhasilan, jadi jangan pernah mulai dengan, “saya akan coba. Selalu katakan, “Saya akan” atau “saya harus”
7. Berpikir sebelum bicara. Diam lebih baik dari pada mengekspresikan sesuatu yang bukan menjadi tujuan Anda.
8. Ingatlah: Tidak mencoba adalah satu-satunya kesalahan Anda. Jika Anda tidak bertindak, Anda gagal dan tidak belajar dari pengalaman.
Oke, semoga infomasi ini bermanfaat untuk anda. Nantikan info update lainnya ya. Sumber: Geoffrey James, *penulis Business to Business Selling: Power Words and Strategies From the World’s Top Sales Experts,

MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »