BEBERAPA NEGARA MULAI "MENANG PERANG" LAWAN COVID-19


Covid-19 telah ditetapkan sebagai Pandemic Global oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO.  Lebih dua ratus negara di dunia sudah terpapar virus yang dikenal dengan Corona ini. Semua Sumber Daya Dunia saat ini dikerahkan untuk mengatasi Wabah yang telah banyak membawa korban Jiwa.

Tercatat sampai dengan hari selasa 14 april 2020 Tercatat 1.925.571 Kasus positif Corona yang menelan korban jiwa sebanyak 119.718 jiwa korban  di seluruh dunia. Lima besar negara yang paling parah saat ini adalah Amerika Serikat dengan 587.173 Kasus dengan 23.644 warganya meninggal dunia, disusul Spanyol (170.099 kasus/17.756 meninggal), Italia (159.516/20.465), dan Perancis (136.779/14.967).

Disaat banyak Negara yang kasus positif masih menunjukkan kecendrungan meningkat, tetapi ada banyak juga negara yang mulai menunjukkan ke arah "Memenangkan perperangan" melawan pandemic global corona ini. Kurva kasus positip dibeberapa negara tersebut menampilkan kurva yang mulai mendatar dan bahkan ada yang sudah mulai melandai (kasus menurun).

Negara - Negara yang jumlah Kasus aktif Covid-19 cenderung menurun antara lain China dengan Kasus positif 82.249 kasus tetapi saat ini tinggal 1.170 kasus aktiv, Jerman (130.372 / 58.678), Iran (73.303/22.735) Korea Selatan (10.564/2.808).



(Sumber:worldmeters/coronavirus)


KASUS POSITIV COVID-19 SUMSEL 16 ORANG, 1 ORANG DARI LUBUKLINGGAU


LUBUKLINGGAU - Pasien positif virus corona atau Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini bertambah 4 lagi. Sehingga  jumlahnya menjadi 16 orang. Hal ini disampaikan langsung oleh Gugus tugas pencegahan dan penanggulangan coronavirus disease (COVID-19) Sumatera Selatan. Minggu (5/4/2020).
Yusri juru bicara gugus tugas pencegahan dan penanggulangan COVID-19 Sumsel mengatakan untuk saat ini kasus bertambah 4 kasus baru corona virus atau Covid-19, sebelumnya berjumlah 12 orang sekarang berjumlah 16 orang.
“Untuk pasien yang nomor 13 itu laki-laki berusian 28 tahun asal Lubuklinggau kasus Impor,”kata Yusri saat rilies.
Untuk kasus nomor 14, seorang laki-laki berusia 42 tahun asal Palembang kasus Impor, kasus nomor 15 seorang perempuan berusia 54 tahun asal OKU merupakan kasus Lokal, Kemudian kasus nomor 16  seorang perempuan berusia 21 tahun asal Oku dan kasus lokal.
Ia menghimbau, hal ini untuk selalu disampaikan kepada Masyarakat supaya tidak panik dalam mengadapi kasus ini, karena kasus baru ini untuk yang lokal itu kontak dari keluarga.
“Dan sampai saat ini kita masih menunggu lab apakah masih ada yang positif karena kontak dengan keluarga,”ujarnya.
Kemudian yang paling penting lagi, kepada rekan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, perlu ditingkatkan imunitas dan kekebalan tubuh.
Makan sambungnya, buah dan makanlah yang bergizi yang jelas ada nilai gizinya dan aktivitas yang teratur.
Jangan panik karena panik dapat menurunkan daya tahan tubuh, dan teman-teman media supaya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Untuk kondisi pasien yang dari Lubuklinggau kondisinya sedang dirawat di RSMH dan saat ini kondisinya stabil,”ujarnya.
Tetapi memang pasien tersebut dari Jakarta sudah menjadi ODP dan kondisinya ada pemburukan, sehingga dirujuk ke RSMH Palembang.

PAKAR DI CINA SEBUT PANDEMI CORONA AKAN MULAI TERKENDALI PADA AKHIR APRIL


BEIJING. Pakar penyakit pernapasan terkemuka di China memperkirakan pandemi corona bisa terkendali pada akhir bulan ini.
“Dengan setiap negara mengambil langkah-langkah agresif dan efektif, saya percaya pandemi dapat dikendalikan. Perkiraan saya adalah sekitar akhir April,” Zhong Nanshan, yang mengepalai tim ahli ahli China seperti dikutip South China Morning Post.

"Namun setelah akhir April, tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti apakah akan ada wabah virus lain pada musim semi mendatang, meskipun aktivitas virus pasti akan berkurang pada suhu yang lebih tinggi," katanya.

Zhong mengatakan bahwa pemerintah di seluruh dunia harus bekerja sama untuk memerangi pandemi. "Negara-negara, termasuk AS, telah mengadopsi langkah-langkah agresif dan efektif. Dan langkah paling primitif dan efektif adalah membuat orang tinggal di rumah," katanya.

Meskipun ada kekhawatiran di China atas risiko pembawa virus corona yang bebas gejala, Zhong mengatakan ia yakin bahwa prosedur pemantauan dan tindakan karantina yang sudah ada di negara itu akan cukup untuk mencegah gelombang kedua infeksi.
Penggunaan tes antibodi selain tes swab pada orang yang dikarantina selama 14 hari juga akan membantu tim medis untuk lebih mudah mengidentifikasi pembawa virus corona.

Zhong tidak mengatakan bagaimana dia bisa memenuhi ramalannya, tetapi para ahli lainnya telah menyarankan kerangka waktu yang sama berdasarkan perkembangan terbaru di Amerika Serikat dan Eropa, yang merupakan pusat krisis kesehatan pada saat ini.

Mike Ryan, Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan bahwa ada tanda-tanda wabah akan stabil di Eropa ketika penguncian yang diberlakukan pada bulan lalu mulai membuahkan hasil.

Di Amerika Serikat, Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Universitas Washington mengatakan bahwa rumah sakit cenderung menghadapi puncak pasien Covid-19 sekitar 20 April.

Menurut angka terbaru dari Universitas Johns Hopkins, dari hampir 1 juta infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia pada saat ini, lebih dari 215.000 kasus berada di Amerika Serikat.
Sementara Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan ada lebih dari 421.000 di seluruh Uni Eropa dan Inggris, dengan gabungan kasus di Italia dan Spanyol berkontribusi hampir setengah dari total kasus tersebut.

MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »