DISKUSI 5 TUTORIAL ONLINE TEORI ORGANISASI ( ADPU4341 )

DISKUSI 5 :

Diskusikan....

  1. Bandingkan tiga strategi dari Porter jika dihubungkan dengan core competence dan dengan strategi analyzer dari Miles dan Snow!
  2. Diskusikan apa kesamaannya diantara keduanya?
  3. Diskusikan pula bagaimana strategi-strategi tersebut diaplikasikan pada sektor publik.

Contoh aplikasi strategi

Carilan bacaan tentang strategi organisasi publik, kemudian bahaslah dengan rekan rekan Anda. Dalam membahas gunakan teori dan konsep yang Anda sudah pelajari.

 

PENDAPAT DISKUSI :

1.     Bandingkan tiga strategi dari Porter jika dihubungkan dengan core competence dan

       dengan strategi analyzer dari Miles dan Snow!

Strategi adalah Penentuan tujuan dasar jangka panjang dan sasaran sebuah organisasi, serta penerimaan dari serangkaian tindakan serta alokasi dari sumber-sumber yang dibutuhkan untuk melaksanakan tujuan tersebut (Stephen P Robbins). Terhadap Strategi beberpata Teoritis Organisasi mengemukakan pendapat dan Teorinya tentang Strategi, diantaranya sebagai berikut :

Michael E. Porter ;

 

Ada tiga jenis strategi yang ditawarkan oleh Michael E. Porter yaitu keunggulan biaya, diferensial dan fokus. Argumentasi Porter tentang perlunya strategi adalah bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang dapat beroperasi pada semua bidang keunggulan. Untuk itu organisasi harus mampu menemukan strategi untuk mencapai keunggulan kompetitif atas organisasi lainnya.

Manajemen memiliki kekuatan untuk memilih strategi tergantung dari kekuatan organisasi dan kekuatan pesaingnya. Hal yang harus dilakukan oleh manajemen adalah berusaha untuk masuk ke dalam pasar yang organisasi lain belum masuk atau berada dalam posisi yang lemah untuk bersaing.

 

a. Strategi menekan biaya (low-cost strategy)

Strategi ini dimaksudkan untuk meningkatkan pangsa pasar dengan menekankan pada biaya yang rendah dibandingkan dengan pesaingnya. Strategi ini dicapai melalui penggunaan fasilitas secara efisien, inovasi, memiliki akses khusus dengan sumber bahan baku, mengurangi biaya, dan melakukan pengawasan ketat atas proses produksi untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya. Strategi ini amat efektif namun bagi organisasi yang sudah terlanjur menjadi organisasi yang berbiaya tinggi sulit untuk menggeser menjadi organisasi yang berbiaya rendah.

 

b. Diferensiasi / membedakan (differentiation strategy)

Organisasi yang menggunakan strategi ini berusaha untuk membedakan produk barang atau jasa yang dihasilkannya dengan produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh pesaingnya. Sebagai upaya untuk membedakannya maka atribut yang dipilih harus berbeda dengan yang ditawarkan oleh pesaingnya.

Perbedaan ini harus membedakan arti yang khusus bagi konsumen sehingga harga yang harus dibayar oleh konsumen sesuai dengan tingkat kepuasan yang diterimanya. Strategi pembedaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan iklan, memberikan pelayanan yang berbeda, atau inovasi teknologi untuk mencapai keunikan atas produknya. Kelemahan utama strategi ini adalah biaya yang mahal, sebab organisasi harus membiayai sejumlah kegiatan yang berbiaya tinggi, seperti riset produk, desain, dan memasang iklan secara intensif.

 

c. Fokus

Sesuai dengan namanya strategi ini hanya bergerak pada wilayah yang sempit atau konsumen yang khusus. Ini berbeda dengan dua strategi pertama yang bergerak dalam wilayah yang luas. Organisasi akan berusaha mencapai biaya yang rendah (low cost leadership) sekaligus mencoba meraih keunggulan-keunggulan diferensial pada segmen pasar yang sempit.

 

Diluar ketiga strategynya Porter menyatakan bahwa ada satu kondisi dimana organisasi tidak menerapkan ketiganya, mirip reactor pada tipologi Miles dan Snow. Kondisi tersebut oleh Porter dinamakan stuck in the middle (terjepit di tengah). Istilah ini digunakan oleh Porter untuk organisasi yang tidak mampu meraih keunggulan bersaing melalui salah satu dari tiga strategi yang dikemukakan oleh Porter. Organisasi yang berada dalam posisi stuck in the middle sulit sekali meraih keunggulan dalam jangka panjang.

 

Bagaimana implikasi struktural dari strategi Porter !

Umumnya hanya dua strategi, yaitu low cost strategy dan diferensiasi yang dapat disusun konstruksi strukturnya, Fokus tidak dapat disusun konstruksi strukturnya. Sebab sebenarnya strategy fokus hanyalah merupakan turunan dari strategi low cost dan diferensiasi. Low cost strategy ditujukan untuk mencapai efisiensi melalui kontrol yang ketat, penekanan biaya, dan economies of scale. Kondisi ini memerlukan struktur organisasi yang memiliki kompleksitas tinggi, formalisasi tinggi, dan sentralisasi tinggi. Sementara itu, strategi diferensiasi sebaliknya. Strategi diferensiasi mendasarkan pada inovasi produk. Struktur yang tepat untuk organisasi yang inovatif adalah memiliki fleksibilitas tinggi, yaitu bercirikan kompleksitas rendah, formalisasi rendah, dan sentralisasi rendah.

 

 

 

Raymond Miles dan Charles Snow :

 

Ide dasar yang dikembangkan oleh Miles dan Snow adalah bahwa manajer akan mengembangkan strategi yang sesuai dengan lingkungan eksternal. Organisasi akan berusaha untuk menyesuaikan karakteristik internal dengan karakteristik eksternalnya. Klasifikasi yang disusun oleh Miles dan Snow didasarkan pada perubahan produk dan pasar yang dilakukan oleh organisasi didasarkan atas salah satu dari empat strategi, yaitu defenders, prosfectors, analyzers, dan reactors.

Elemen utama klasifiksai Miles dan Snow adalah ketidak pastian lingkungan. Organisasi dapat bergerak dari satu strategi ke strategi yang lain tergantung dari persepsi manajemen terhadap lingkungannya. Walaupun penelitian mereka menggunakan perusahaan bisnis sebagai sampelnya, hasil penelitian ini dapat juga diterapkan untuk menganalisis organisasi nirlaba.

 

a. Strategi prospectors

Strategi ini menekankan pada pertumbuhan, berani mengambil resiko (risk taker), inovatif, dan mencari peluang-peluang baru. Keberhasilan strategi prospektor adalah bergantung pada upaya mengembangkan dan mempertahankan kapasitas dalam melakukan survei yang luas atas kondisi lingkungan eksternal untuk memperoleh informasi guna perluasan peluang-peluang baru. Strategi ini cocok untuk lingkungan yang dinamis, lingkungan yang sedang tumbuh, yang menekankan pada kreativitas daripada efisiensi.

Dengan demikian struktur yang diperlukan oleh strategi prospektor adalah struktur organis yang dinamis, desentralistik, tingkat rutinitas teknologi rendah, dan formalisasi rendah. Sifat strategi yang mengutamakan pertumbuhan ini menyebabkan efisiensinya rendah. Sifat strategi yang mengutamakan pertumbuhan ini menyebabkan efisiensinya rendah sehingga pencapaian laba yang maksimal sulit dicapai.

 

b. Strategi defender

Strategi ini hampir merupakan kebalikan dari strategi prospektor. Startegi ini menghindari pertumbuhan yang cepat dan tidak berusaha memanfaatkan kesempatan yang ada. Strategi defender cenderung untuk bertahan pada domain yang telah diraih. Domain yang telah diraih akan dipertahankan dari serangan pesaing. Strategi ini bermain dalam pangsa pasar yang sempit dan terbatas. Keunggulan pada harga dan kualitas barang atau jasa yang ditawarkan akan dipertahankan. Defender cenderung mengabaikan perubahan lingkungan eksternal, dengan menitikberatkan pada penyesuaian internal untuk mencapai efisiensi yang tinggi dan proses produk yang mampu meningkatkan kualitas produk. Strategi ini sesuai untuk organisasi yang sedang menurun atau organisasi yang memiliki lingkungan yang stabil sehingga struktur yang efisien adalah struktur dengan diferensiasi horizontal tinggi, sentralisasi tinggi, dan hierarki formal yang tinggi.

 

c. Strategi analyzer

Strategi ini merupakan gabungan antara defender dan prospektor. Pada satu sisi strategi analyzer berusaha mempertahankan stabilitas dan pada sisi lain berusaha untuk melakukan inovasi. Pada intinya analyzer tetap menekankan pada efisiensi dan mempertahankan pangsa pasar yang telah diraihnya, tetapi melalui imitasi-imitasi analyzer mencoba melakukan inovasi dan mencoba memasuki lingkungan yang lebih dinamis. Analyzer berusaha untuk menyeimbangkan lini produk yang saat ini sudah ada sambil berusaha melakukan pengembangan pada lini produk yang baru.

 

Analyzer berusaha mencapai stabilitas dan fleksibilitas. Denagan demikian, struktur yang dikembangkan juga harus mampu menampung kedua sisi yang berlawanan tersebut. Pada satu bagian organisasi struktur disusun dengan tingkat standarisasi tinggi, teknologi rutin, dan kompleksitas tidak terlalu tinggi. Tujuannya adalah untuk mencapai efisiensi yang tinggi. Sebaliknya, pada bagian lainnya struktur adaptif agar memungkinkan tercapainya fleksibilitas tinggi.

 

d. Strategi reactor

Sebenarnya reactor bukanlan sungguh-sungguh merupakan suatu strategi. Sebab reactor tidak dicapai melalui kajian yang matang dan disengaja. Reaktor digunakan ketika ada tekanan yang kuat dari lingkungan. Reaktor cenderung mengabaikan munculnya peluang-peluang karena tindakan yang dilakukan semuanya bersifat sementara. Manajer-manajer puncak tidak menyusun suatu rencana yang tetap dan berjangka lama serta tidak menyatakan secara eksplisit misi yang hendak dicapainya. Apa yang dilakukan oleh organisasi sekadar bereaksi terhadap tekanan lingkungan.Reaksi yang cepat diperlukan agar organisasi tetap dapat hidup. Manajemen akan berusaha mempertahankan struktur yang ada.

 

Strategi

Tujuan

Lingkungan

Karakteristik

Organisasi

Prospector

Inovasi, Menemukan peluang pasar baru pertumbuhan, pengambilalihan

Mencapai fleksibilitas

Dinamis

Kreatif, inovatif, fleksibel, desentralistik

Defender

Melindungi kunci keunggulan, bertahan mempertahankan pasar

Stabilitas dan efisiensi

Stabil

Kontrol ketat, sentralisasi tinggi, efisiensi produksi, biaya rendah

Analyzer

Mempertahankan pasar dan inovasi pada tingkat moderat

Stabilitas dan efisiensi

Berubah secara moderat

Kontrol ketat dan fleksibilitas produksi, efisien, dan kreativitas

Reaktor

Strategi tidak jelas, bereaksi terhadap tekanan lingkungan

Bertahan agar tidak mati

Berbagai macam kondisi

Tidak ada karakterisitik yang pasti tergantung pada kondisi saat itu.

 

 

Core Competence :

 

adalah Keahlian utama atau kompetensi inti yang harus dimiliki oleh setiap karyawan yang tergabung dalam sebuah perusahaan. Kompetensi inti ini memiliki kaitan erat dengan nilai budaya yang ada pada perusahaan tersebut.

 

 

Tiga Strategi Porter yang dihubungkan dengan Core Competence bahwa tidak ada satu perusahaan pun yang dapat beroperasi pada semua bidang keunggulan, untuk itu organisasi (perusahaan) harus berani atau berusaha menemukan strategi dengan sumber daya yang memiliki keahlian utama atau kompetensi inti pada bidang tertentu untuk mencapai keunggulan kompetitif atas organisasi lainnya.

Manajemen memiliki kekuatan untuk memilih strategi tergantung dari kekuatan organisasi dan kekuatan pesaingnya. Hal yang harus dilakukan oleh manajemen adalah berusaha untuk masuk ke dalam pasar yang organisasi lain belum masuk atau berada dalam posisi yang lemah untuk bersaing.

 

 

 jika dibandingan dengan Strategi Analyzer (Miles dan Snow) adalah Strategi analyzer yang dikembangkan oleh Miles dan Snow yaitu perusahaan yang menggunakan strategi diantara defenders, dan prosfectors. Artinya perusahaan ini tidak terlalu berani mengambil resiko besar dalam berinovasi, tetapi tetap berusaha menciptakan keunggulan dalam pelayanan kepada pasar.

 

 

 

2.    Diskusikan apa kesamaannya diantara keduanya?

Terdapat persamaan diantara keduanya dimana menjalankan strategi semaksimal dan seefektif mungkin guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

 

 

 

3.    Diskusikan pula bagaimana strategi-strategi tersebut diaplikasikan pada sektor publik.

Proses perumusan strategi pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi oleh perkembangan di sektor swasta, Sama halnya dengan sektor swasta, tahap paling awal dari manajemen strategi pada sektor publik adalah perencanaan. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. Olsen dan Eadie (1982) menyatakan bahwa proses perumusan strategi terdiri dari atas lima komponen dasar, yaitu :

a).   Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif

       organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai

b.    Analisis atau scanning lingkungan, terdiri dari pengindentifikasian dan pengukuran (assessment) faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat merumuskan strategi organisasi.

c.    Profit internal dan audit sumber daya, yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik.

d.    Perumusan, evaluasi, dan pemilihan strategi

e.    Implementasi dan pengendalian rencana strategic.

 

 

 

 

SUMBER REFERENSI :

BMP ADPU4341; Teori Organisasi; Agus Joko Purwanto; Universitas Terbuka; Februari 2021

https://catatanpringadi.com/manajemen-strategi-sektor-publik/