AKUTANSI MENENGAH (ADBI4335) - ADB

  


DAFTAR ISI

TINJAUAN MATA KULIAH
MODUL   1 : KAS, REKONSILIASI BANK, DAN LAPORAN ARUS KAS
MODUL   2 : PIUTANG
MODUL   3 : PERSEDIAAN
MODUL   4 : INVESTASI
MODUL   5 : AKTIVA TETAP
MODUL   6 : AKTIVA TIDAK BERWUJUD
MODUL   7 : KEWAJIBAN
MODUL   8 : EKUITAS
MODUL   9 : PERUBAHAN AKUNTANSI DAN KOREKSI KESALAHAN

TINJAUAN MATA KULIAH

Laporan Keuangan (financial statement) sebagai hasil akhir silus akuntansi merupakan personifikasi bentuk akuntabilitas perusahaan terhadap para stake holder. Kendati sarat dengan angka, namun informasi yang terkandung di dalamnya mampu mengungkap kondisi finansial yang sebenarnya.
Apakah perusahaan dalam kondisi tumbuh kembang, stagnant (hanya sekedar survive) atau justru mengalami kemundurn (declining) bisa terungkap dalam laporan keuangan. Kemampuan mengungkap ini dimungkinkan lantaran laporan keuangan disusun berdasar kaidah-kaidah baku, atau sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang bersifat universal atau diterima secara umum.

Telah dipelajari pada mata kuliah Akuntansi Dasar bahwa laporan keuangan terdiri atas neraca (balance sheet), laporan laba rugi (loss and income statement) dan Laporan perubahan modal.
Ketiga komponen ini kendati berdiri secara terpisah tetapi merupakan kesatuan bagian yang terintegrasi. Artinya setiap komponen memiliki keterkaitan yang sangat dalam satu dengan lainnya. Untuk menggali informasi mengenai tingkat rentabilitas perusahaan misalnya, data yang dibutuhkan merupakan kolaborasi antara neraca dan laporan laba rugi.
Demikian halnya ketika kita ingin menggali informasi yang lain, seperti untuk mengetahui tingkat solvabilitas atau tingkat pengembalian modal (return on investment) atau bahkan untuk menilai kinerja perusahaan data yang digunakan merupakan perpaduan data yang berasal dari ketiga komponen laporan keuangan tersebut.

Lantaran dalam penyusunannya selalu mengedepankan kaidah atau prinsip-prinsip akuntansi yang bersifat universal, maka data yang terdapat dalam laporan keuangan memiliki tingkat akurasi yang andal.
Keterandalan ini sudah diakui para penggunanya (stakeholders). Bahkan banyak pebisnis (investor) ketika ingin membeli perusahaan merasa tidak perlu mendatangi atau melihat secara fisik perusahaan yang ingin dibelinya. Cukup dengan prospectus yang berisi company profile dan data laporan keuangan beberapa dekade terakhir mereka berani menanamkan modalnya dalam jumlah yang tidak sedikit, tentu saja setelah mereka melakukan analisis yang mendalam.

Mata Kuliah Akuntansi Menengah merupakan salah satu sekuel dari trilogy akuntansi yang ada dalam Program Studi Administrasi Niaga (Bisnis) yakni Akuntansi Dasar, Akuntansi Menengah, dan Akuntansi Lanjutan.

Jika dalam Akuntansi Dasar fokus yang dikaji adalah berhubungan dengan konsep dasar ilmu akuntansi termasuk didalamnya bagaimana melakukan pencatatan atas transaksi perusahaan (penjurnalan), posting ke buku besar (ledger), pengikhtisaran (neraca saldo), interprestasi dan penyusunan laporan keuangan, atau disebut siklus akuntansi.
Dalam Akuntansi Menengah materi yang dibahas lebih ditekankan pada pendalaman pemahaman tentang pos-pos yang ada didalam laporan keuangan ini penting sebagai prsyarat untuk menghasilkan laporan keuangan yang wajar atau sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 


MODUL 1 :
KAS, REKONSILIASI BANK, DAN LAPORAN ARUS KAS

Kas atau yang biasa disebut dengan istilah populer di masyarakat sebagai uang merupakan harta yang paling cepat berubah, karna hamoir semua transaksi di masyarakat selalu berkaitan dengan uang atau kas.

Demikian juga halnya di perusahaan,  peranan kas sangat aktif sekali, karena tanpa adanya kas, perusahaan tidak bisa melakukan kegiatannya dengan efektif, seperti memberi peralatan mesin, kendaraan serta membayar utang yang sudah jatuh tempo dll.
                                                                                                                                                                      Meskipun demikian, kas menjawab tidak produktif apabila jumlahnya menumpuk terlalu besar di perusahaan (idle cash), yang tentunya tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan karena kas tersebut tidak berputar.  
Kas merupakan aktiva yang sangat mudah diselewengkan, karena sifatnya yang mudah untuk dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan oleh pemiliknya. Oleh karena itu, perlu diadakan pengendalian yang ketat terhadap kas. Salah satu cara pengendalian terhadap kas adalah menyimpan kas tersebut di bank, sehingga terjalin hubungan antara perusahaan dengan bank dalam hal penyimpanan kas perusahaan. Kas yang disimpan di bank tersebut sering disebut sebagai kas di bank (cash in bank).            


KEGIATAN BELAJAR 1 : KAS DAN KAS KECIL

A. KAS

1. Pengertian Kas

Semua orang tentu mengetahui apa yang dimaksud dengan kas, yaitu suatu jenis benda yang dapat dipakai sebagai alat pembayaran untuk memperoleh barang maupun jasa yang diperlukan. Pendapat mengenai kas tersebut memang benar, seperti yang dikemukakan oleh Zaki Baridwan (1992:85) yaitu : "Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi"
Semua transaksi yang terjadi dalam akuntansi selalu diukur dengan kas yang merupakan satuan nilai mata uang yang berlaku di negara tempat domisili perusahaan. Kas yang merupakan salah satu pos aktiva lancar adalah aktiva yang paling likuid dalam arti paling sering berubah, karena seluruh transaksi keuangan yang terjadi selalu berkaitan dengan kas atau berakhir dalam rekening kas (Bambang Subroto, 1991:45). Adapun sumber penerimaan kas antara lain berasal dari :
  1. Penjualan tunai atas barang dagangan
  2. Pelunasan piutang dari debitur
  3. Pengambilan utang pada pihak kreditur
  4. Penambahan modal dari pemilik
  5. Penjualan saham baru kepada pemegang saham
  6. dan lain lain.

2. Komposisi Kas    

Komposisi  kas menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (PSAK no. 2, 2002:2.2) :
"Kas terdiri dari saldo kas (Cash on hand) dan rekening giro setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi risiko perubahan nilai yang signifikan".      

Komposisi kas menurut Bambang Subroto adalah ; uang kertas, logam, cek yang diterima dari pihak luar dan belum di setor ke bank, simpanan uang di bank yang dapat diambil sewaktu waktu pada nilai nominalnya dan elemen lain yang dapat diterima oleh bank sebagai setoran sebesar nominalnya.dan elemen lain yang dapat diterima oleh bank sebagai setoran sebesar nominalnya. 
Sedangkan komposisi kas  menurut Zaki Baridwan terdiri dari : uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, traveller's check, cashier's cheks, bank draft dan money order.                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
Setara Kas (cash equivalent) menurut Kieso et al (2001:340) :
" Cash equivalent are short-term, highly liquid investments that are both (a) readily covertible to know amounts of cash, and (b) so near their maturity that they present insignificant risk of changes in interest rates. Generally only investment with original maturities of 3 months or less qualify under these difinitions ". 

Jadi kesimpulannya yang termasuk komposisi kas adalah semua elemen yang dapat diterima bank sebagai setoran sebesar nilai nominalnya setiap saat. Adapun yang tidak termasuk kas adalah :  
a. Deposito berjangka, karena tidak dapat diungkapsetiap saat, tetapi baru bisa diuangkan apabila sudah tiba saat jatuh temponya.
b. Cek kosong, karena cek yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak dapat diungkap ke bank, berhubung dananya di bank sudah habis
c. Cek mundur, cek ini tidak bisa diuangkan setiap saat, sebab waktu jatuh temponya masih beberapa waktu yang akan datang
d. Prangko, tidak dapat diterima sebagai setoran oleh bank
e. Overdraft bank terjadi apabila suatu cek ditulis dalam jumlah yang melebihi saldo rekening giro perusahaan, di bank tetapi bank tetap membayarnya, sehingga hal ini dilaporkan dalam kelompok uang lancar.

3. Pengendalian Kas

Kas merupakan suatu elemen yang sangat mudah diselewengkan karena sifatnya yang sangat mudah untuk dipindahtangankan, sehingga perlu diadakan pengendalian yang ketat terhadap kas. Pengendalian kas bisa dilakukan terhdap penerimaan kas dan pengeluaran kas.

Adapun prosedur pengendalian terhadap penerimaan kas menurut Dyckman et al (1995:321) sebagai berikut :
1. Separate the responsibilities for handling cash, for recording cash transactions, and for reconcilling cash balances. This separations reduces the possibility of theft and of concealment through false recording.
2. Assign Cash-handling and cash recording responsibilities to different person to ensure an uninterrupted flow of cash from receipt to deposit. This control requires immediate counting, immediate recording, and timely deposit of all cash received.
3. Maintain close supervision of all cash-handling and cash recording fungction. This control includes bith routine and surprise cash counts, interval audits, and dally reports of cash receipts, payments, and balances".

Sedangkan prosedur pengendalian terhadap pengeluaran kas menurut Dyckman et al sebagai berikut :
1. Separate the responsibilities for cash disbursment documentation, check writing, check signing, check mailing, and record keeping.
2. Except for internal cash funds (petty cash), make all cash disbursments by check.
3. If petty cash funds are employed, develop tight controls and authorization procedures for their use
4. Prepare and sign checks onlu when supported by adequate documentation and verification
5. Supervise all cash disbursements and record-keeping functions.

Dari penjelasan tersebut, maka syarat utama dalam pengendalian kas adalah perusahaan membuka rekening giro pada bank dan dibentuknya dana kas kecil (Petty Cash Fund).


B. DANA KAS KECIL

1. Pengertian Dana Kas Kecil

Pengertian Dana Kas Kecil menurut Zaki Baridwan; "Dana Kas Kecil adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek".
Besarnya dana Kas Kecil berbeda untuk masing-masing perusahaan tergantung dari kebutuhan rutin perusahaan tersebut. Saldo dari akun (perkiraan/rekening) Kas Kecil merupakan bagian dari saldo akun kas yang disajikan di neraca.

2. Sistem Pencatatan Dana Kas Kecil

Terdapat dua jenis sistem pencatatan Dana Kas Kecil yaitu Sistem Imprest dan Sitem Fluktiasi. Kedua sistem pencatatan dana kas kecil tersebut sudah dibahas pada BMP Akuntansi Dasar yang tentunya sudah pernah anda pelajari sebelum mempelajari BMP Akuntasni Keuangan Mnengah ini. Dalam modul ini akan kembali dibahas mengenai sistem pencatatan dana kecil secara lebih mendalam yang diawali dengan membahas perbedaan kedua sistem pencatatan