ASAS-ASAS MANAJEMEN (ISIP4111) - ADB


DAFTAR ISI

TINJAUAN MATA KULIAH
MODUL 1   : KONSEP DASAR DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN
MODUL 2   : LINGKUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI
MODUL 3   : FUNGSI - FUNGSI MANAJEMEN
MODUL 4   : PERENCANAAN "THOSE WHO FAIL TO PLAN, PLAN TO FAIL"
MODUL 5   : PENGORGANISASIAN "IF YOU FAILED TO PREPARE, YOU PREPARE FOR FAILED"
MODUL 6   : PENGGERAKKAN "THOUSANDS OF STEPS NEVER ACHIEVED WITHOUT THE PRESENCE OF ONE OF THE FIRST SMALL STEP" 
MODUL 7   : PENGAWASAN "TIRED OF IT FOR SURE, BUT GIVING UP IS AN OPTION. INDEED MANY PEOPLE DO NOT KNOW HOW CLOSE THEY WERE TO SUCCESS WHEN THEY DECIDED TO GIVE UP"
MODUL 8   : LEVEL DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL SERTA PERAN MANAJER
MODUL 9   : MANAJEMEN KONTEMPORER


TINJAUAN MATA KULIAH

Mata kuliah Asas - Asas Manajemen lahir sebagai jawaban atas fenomena kegiatan di bidang bisnis maupun pemerintahan untuk mencari prinsip-prinsip umum yang dapat diberlakukan secara universal dalam pengelolaan organisasi.

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dasar tentang manajemen, fungsi-fungsi manajemen; perencanaan, pengorganisasian, poenggerakkan dan kepemimpinan, pengawasan dan pengendalian, keahlian manajerial dan peran manajerial, serta manajemen kontemporer.
Kemampuan ini dapat diperoleh dengan menguasai kompetensi-kompetensi, mengidentifikasi, menjelaskan konsep dan teori sebagai berikut :
1. pengertian manajemen dan evolusi perkembangan pemikiran manajemen; 
Mahasiswa diharapkan mampu mendefiniskan manajemen dan mengidentifikasi perkembangan pemikiran manajemen
2. Lingkungan Manajemen dan Organisasi;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap manajemen, termasuk tanggung jawab organisasi terhadap lingkungannya 
3. Fungsi-Fungsi Manajemen;
Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai fungsi manajemen yang berbeda-beda bedasarkan sudut pandang para ahli dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan
4. pengertian Perencanaan, Penyusunan Tujuan Organisasi dan Penetapan Produk Perencanaan dan Pengambilan Keputusan;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi fungsi perencanaan, penetapan tujuan, produk perencanaan dan pengambilan keputusan.
5. Pengertian Pengorganisasian, faktor-faktor dalam Penyusunan Rancangan Desain, Berbagai rancang bangun dan desain organisasi;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan pengertian pengorganisasian, dan menyusun desain organisasi dan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan (fit structure)
6. Pengertian Penggerakkan, Kepemimpinan, Motivasi dan Kepemimpinan super;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan pengertian penggerakkan dan kepemimpinan, Motovasi, kepemimpinan super dan pengelolaan tim.
7. Pengertian Pengawasan dan Pengendalian;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan perbedaan pengawasan dan pengendalian, prinsip pengawasan, dan pengelolaan kinerja
8. Tingkatan dan Level Manajerial; Mahasiswa mampu mengidentifikasi Keahlian dan Peran Manajerial berdasarkan Level Manajerial
9. Manajemen Kontemporer;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi Manajemen Kontemporer  dan Perubahan.


MODUL 1 : KONSEP DASAR DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN.

Wacana tentang Manajemen telah menjadi kosakata yang sangat memasyarakat hampir di seluruh masyarakat. Segala kegiatan baik di bidang pemerintahan, perusahaan maupun organisasi lembaga swadaya masyarakat selalu dikaitkan dengan manajemen.
Bahkan kegagalan suatu organisasi juga sering dikatakan sebagai mis-management. Manajemen telah menjadi nama jurusan atau program studi, menjadi gelar akademik magister dan pelbagai penggunaan lainnya.

Manajemen dalam bahasan ini akan diuraikan sebagai konsep dasar manajemen yaitu konsep manajemen yang bersifat ilmiah (sebagai lawan dari manajemen tradisional), dan sejarah perkembangan pemikiran manajemen sampai dengan saat ini.

KEGIATAN BELAJAR 1 : KONSEP DASAR, URGENSI FITUR, DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN

A. KONSEP DASAR MANAJEMEN

Istilah Manajemen berasal dari kata kerja "manage" Menurut Kamus The Random House Dictionary of the English Language, perkataan manage berasal dari bahasa Itali manegg(iare) yang bersumber dari perkataan Latin "manus", yang berarti "tangan".  secara leksikal, maneggiare berarti seni melatih atau menunggang kuda. Secara gramatikal berarti mengelola, memimpin, atau mengatur.

Perkembangan selanjutnya menunjukkan Manajemen mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar memimpin, membimbing, atau mengatur. Para ahli telah berupaya membuat definisi sebagai batasan dan pengertian hakiki apa itu manajemen, apa itu fungsi dan tujuan.
Pada kenyataannya, tidak satupun definisi manajemen yang diterima secara universal. Tiap ahli memberikan pengertian manajemen dengan tekanan yang berbeda-beda. Walaupun demikian, adagium tentang definisi manajemen ibarat seekor gajah yang sedang ditebak atau diterka oleh sekumpulan orang buta sebagai pembenaran terhadap berbagai definisi baik definisi manajemen maupun definisi lainnya, tidaklah terlalu tepat. Hal ini karena manajemen bukan seekor gajah dan para ahli bukan orang buta.

Terry (1977:4) mengemukakan definisi manajemen sebagai berikut :
" management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objective by the use of human beings and other resources "

Dalam buku yang dialihbahasakan oleh Winardi, pengertian manajemen sebagai berikut :
" Manajemen merupakan proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkanmelalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lain "

Daft, menyatakan : 
" management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning, organizing, leading and controlling organizational resources "

Weichrich and Koontz, mengemukakan pengertian manajemen sebagai berikut :
" management is the process of designing and maintaining an environment in which individuals, working together in groups, efficiently accomplish selected aims "

Berdasarkan berbagai definisi tersebut dapat diambil beberapa hal penting berkaitan dengan manajemen, yaitu : 
(a). manajemen merupakan suatu proses
(b). manajemen berkaitan dengan mendesain dan mengelola lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal
(c). berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi yang telah dipilih dan ditetapkan, dilakukan secara efektif dan efisien.
(d) tujuan organisasi dicapai melalui kerja sama individual dalam kelompok
(e). tujuan dicapai melalui serangkaian proses mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan timbal balik yang kemudian dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen.

Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan sumber daya inti yang dinyatakan oleh Terry, yaitu : men and women, materials, machines, methods, money and market. Keenam hal tersebut dikenal dengan istilah the six M's, yaitu :
1. Man and Women 
Manusia merupakan unsur terpenting dalam organisasi dan merupakan roh bagi berjalannya organisasi. Pada hakikatnya, pencapaian tujuan organisasi melalui dan ditujukan untuk kepentingan manusia.
2. Money
Dalam penegrtian yang lebih luas, uang dapat mencakup saham yang beredar, saham portofolio, otoritas organisasi atas sumber-sumber keuangan untuk menarik pungutan atau bayaran atas jasa dalam bentuk antara lain : retribusi dan iuran.
3. Materials
Ciri dari material adalah secara langsung berhubungan dengan proses produksi dan habis sekali pakai. Dalam dunia perkantoran yang tidak memproduksi barang dikenal dengan office supplies, seperti ATK.
4. Machines
Material yang sudah ada diolah dengan memanfaatkan mesin, peralatan, perlengkapan untuk menghasilkan suatu produk yang dinginkan. Termasuk ke dalam mesin adalah mesin itu sendiri, gedung kantor, pabrik alat-alat kantor yang dikenal dengan office equipment.
5. Methods (Prosedur atau Tata Cara)
Metode digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa secara efektif dan efisien. Jika pekerjaan dilakukan tanpa prosedur yang jelas maka akan menimbulkan suatu pekerjaan yang salah arah (tidak efektif) atau arah benar tetapi boros (tidak efisien).
Dalam kegiatan sebuah pabrik atau kantor biasanya ada petunjuk manual yang sengaja disusun dan diterbitkan oleh organisasi atau perusahaan. Perlu dibedakan dengan uraian pekerjaan (job description) metode merupakan buku pintar organisasi.
6. Market
Pasar merupakan tempat dimana produk atau jasa yang dihasilkan organisasi di uji dan di evaluasi secara langsung maupun tidak langsung Apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Apakah memenuhi bauran pemasaran yang diinginkan, apakah pelayanannya memuaskan dan lain lain.

Keterkaitan antara sumber daya inti organisasi, fungsi manajemen dan tujuan akhir yang diinginkan organisasi dapat dilihat pada gambar berikut :

1. Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Proses.
Manajemen adalah ilmu dan juga seni. Disebut ilmu karena manajemen memiliki body of knowledge yang didalamnya terkjandung kebenaran universal.
Disebut seni karena mensyaratkan keterampilan tertentu yang dimiliki secara pribadi oleh pimpinan. Ilmu menyediakan pengetahuan dan seni berkaitan dengan penerapan pengetahuan dan keterampilan.

Dalam manajemen terkandung dua karakteristik dasar yaitu seni dan ilmu. Aspek yang sudah cukup jelas adalah ilmu, sementara aspek lainnya terkait penerapan yang menggunakan keterampilan sehingga menjelma menjadi suatu seni.
Sementara dalam mempelajari seni, juga selalu membutuhkan dukungan ilmu sebagai pengetahuan dasar seni tersebut. Sejalan dengan itu setiap disiplin ilmu akan lengkap apabila ilmu itu digunakan dalam praktik untuk memecahkan berbagai masalah.
Dalam manajemen ilmu dan seni adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Ilmu dan seni tidak salig meniadakan tetapi saling melengkapi satu sama lain. Ilmu mengajarkan bagaimana mengetahui sesuatu, seni mengajarkan bagaimana menerapkan sesuatu (yang sudah diketahui tersebut).

Manajemen sebagai seni berkembang di awal-awal perkembangan pengetahuan manajemen yang dianggapnya sebagai seni, disini pengetahuan manajemen masih berupa "pengetahuan yang berserakan di hutan rimba".
Setiap orang menggunakan pengetahuannya atas dasar apa yang mereka miliki. Namun setelah di kodifikasi dan di sistematisasi, pengetahuan tersebut menjadi ilmu juga seni. Dalam konteks tumbuhan; manajemen adalah akar atau pohon , seni adalah buahnya.

a. Manajemen Sebagai Ilmu : Ilmu Lunak
Ilmu adalah seperangkat pengetahuan yang tersusun secara sistematik berkaitan dengan suatu bidang kajian khusus yang didalamnya terkandung atau berisi fakta-fakta umum yang menjelaskan suatu gejala. 
Kajian tersebut menetapkan sebab dan akibat hubungan antara dua atau lebih variabel dan mendasari asas-asas yang mengatur hubungan tersebut. Prinsip tersebut dikembangkan melalui metode ilmiah berdasarkan pengamatan dan pembuktian melalui pengujian.

Terkait dengan manajemen sebagai ilmu, dapat merujuk kepada pendapat Gulick yang menyatakan bahwa manajemen merupakan bidang ilmu pengetahaun yang mencoba mencari dan memahami secara sistematik mengapa dan bagaimana orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan dan menjadikan kerja sama itu berguna bagi kemanusiaan.

Manajemen memenuhi syarat untuk disebut bidang ilmu pengetahuan karena telah lama dipelajari dan telah disusun dalam serangkaian teori. Terdapat tiga syarak untuk menyatakan sebuah pengetahuan menjadi bidang ilmu yaitu : to explain, to predict, dan to control. 
Teori ilmu manajemen dapat memberikan arahan bagi seorang pemimpin bagaimana menjalankan organisasi melalui fungsi-fungsi manajemen dan tentang apa yang harus dikerjakan oleh seorang pemimpin. Dalam hal ini unusr explain sudah terpenuhi. Selanjutnya berdasarkan fungsi yang sudah dijalankannya, maka hasil-hasil akibat tindakan tersebut dapat diperkirakan, jadi unsur predict juga terpenuhi. Terakhir dengan menerapkan fungsi pengawasan, maka pengendalian atas segala akibat aktivitas dapat dirumuskan dalam berbagai bentuk ukuran dan kriteria tertentu seperti kinerja dan efektivitas. Dengan demikian unsur control juga terpenuhi.

Terry; menyatakan bahwa manajemen sebagai ilmu dimana didalamnya terdapat "body of knowledge" yang objektif, bebas prasangka dan mencerminkan apa yang diyakini sebagai hasil pemikiran tyerbaik atas pokok persoalan tentang manajemen.

Manajemen sendiri secara generik termasuk ke dalam terminologi ilmu sosial. Dalam proses pembentukan manajemen sebagai ilmu dinyatakan oleh Terry bahwa "management science is a body of systematized knowledge accumulated and accepted with reference to understanding of general truths concerning management".
Pernyataan Terry ini ingin menunjukkan bahwa manajemen sebagai ilmu merupakan suatu bangunan yang disusun secara sistematik yang berasal dari sekumpulan pengetahuan yang terakumulasi dan diterima sebagai rujukan segala hal yang berkaitan dan dipahami sebagai kebenaran secara umum tentang manajemen.

Manajemen sebagai ilmu memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
1). Prinsip-prinsip, generalisasi dan konsep-konsep manajemen terusun secara sistematis. Berdasarkan hal itu seorang pemimpin dapat mengelola organisasi dengan cara-cara sistematik dan ilmiah.
2). Prinsip-prinsip, generalisasi dan konsep-konsep manajemen disusun atas dasar pengamatan , penelitian, analisis dan uji coba, sebagaimana juga prinsip-prinsip ilmu lain.
3). Prinsip-prinsip manajemen telah dikodifikasikan, disistematisasikan, sehingga dapat dialihkan dari satu orang ke orang lain serta dapat dipelajari.
4). Prinsip-prinsip organisasi dapat diterapkan secara universal untuk semua jenis organisasi. Prinsip-prinsip manajemen memiliki dan memenuhi syarat penerimaan secara universal sebagimana karakteristik ilmu lain. Salah satu contoh prinsip kesatuan komando yang diterapkan pada organisasi bisnis maupun organisasi lainnya.
5). Prinsip ilmu adalah dapat diujicoba dan diamati yang diperoleh melalui penelitian ilmiah yang didasarkan atas logika. Prinsip manajemen didasarkan atas kajian dan obeservasi. Sebagaimana sudah menjadi pengetahuan bersama prinsip manajemen ilmiah Taylor merupakan hasil secara ilmiah.
6). Prinsip ilmu menetapkan adanya hubungan sebab akibat antar berbagai variabel. Atas dasar ini dalam manajemen terdapat prinsip yang dianut adanya hubungan sebab akibat antar gaya kepemimpinan dengan produktivitas kerja.
7). Prinsip ilmu menetapkan adanya uji validitas dan prediktabilitas di mana dapat di uji setiap waktu atau berbagai waktu secara serial yang menghasilkan keluaran atau akibat yang sama. Dalam manajemen hal tersebut dapat diberlakukan dengan eksperimen.

Namun demikian, manajemen bukanlah ilmu yang bersifat eksakta seperti biologi. Hal ini karena manajemen berklaitan dengan perilaku manusia yang memang pada kenyataannya sulit diramalkan secara akurat. 
Manajemen berkaitan dengan proses sosial dan karenanya masuk pada area ilmu sosial. Hal ini tidak mengherankan mengaoa teori dan prinsip-prinsip yang dihasilkan berbeda untuk waktu dan tempat yang berbeda, karena manajemen juga masuk pada ilmu perilaku. Ernest Dale menyebut manajemen sebagai Ilmu Lunak.

b. Manajemen Sebagai Seni : Keterampilan
Mengacu pada apa yang sudah dikemukakan pada paparan terdahulu manajemen adalah seni menunggang kuda. Salah satu sifat seni berhubungan langsung dengan karakter kehidupan masyarakat atau dalam skala yang lebih kecil dengan lingkungan organisasi yang berbeda satu dengan yang lain.
Dengan demikian, sebagai praktik, manajemen terkait dengan kebiasaan, selera, budaya, adat istiadat dan tradisi suatu masyarakat. Sehingga praktik manajemen berbeda antara suatu masyarakat, organisasi, perusahaan atau negara dengan yang lainnya. Ini berarti manajemen adalah seni mengurus, mengelola, mengarahkan segenap potensi organisasi ke dalam satu tujuan tertentu yang diinginkan oleh pengelola atau pemilik organisasi.

Terry; mengatakan "the meaning of arts is a personal creative power plus skill in performance", Maksud pernyataan tersebut adalah bahwa seni itu muncul dari kreasi yang sifatnya dan berasal dari kemampuan individual dabn diwujudkan dalam bentuk kemampuan untuk mewujudkanya dalam bentuk nyata.
Kekuatan kreatif muncul dari renungan atau penghayatan seorang inidividu atas berbagai peristiwa, masalah yang ditemui dan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam proses perjalanan seseorang atau seorang pemimpin organisasi.

Disamping perenungan dan penghayatan, pengalaman, pengamatan dan pembelajaran dapat menjadi sumber untuk menjalankan praktik-praktik manajerial seseorang dalam organisasi. Praktik-praktik ini tentu saja berbeda nuansa bagi setiap orang. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan setiap orang dalam kemampuan mendekati, kemampuan komunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan menggerakkan, kemampuan lobby dan kemampuan mengorganisasikan dan mendayagunakan bakat-bakat terpendam anggota organisasi. Ketika kemampuan menjalankan hal-hal tersebut dalam praktik yang berbeda, sangat tergantung kepada apa yang dikatakan oleh Terry sebagai skill in performance with effective skills or craft.