ASAS-ASAS MANAJEMEN (ISIP4111) - ADB


DAFTAR ISI

TINJAUAN MATA KULIAH
MODUL 1   : KONSEP DASAR DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN
MODUL 2   : LINGKUNGAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI
MODUL 3   : FUNGSI - FUNGSI MANAJEMEN
MODUL 4   : PERENCANAAN "THOSE WHO FAIL TO PLAN, PLAN TO FAIL"
MODUL 5   : PENGORGANISASIAN "IF YOU FAILED TO PREPARE, YOU PREPARE FOR FAILED"
MODUL 6   : PENGGERAKKAN "THOUSANDS OF STEPS NEVER ACHIEVED WITHOUT THE PRESENCE OF ONE OF THE FIRST SMALL STEP" 
MODUL 7   : PENGAWASAN "TIRED OF IT FOR SURE, BUT GIVING UP IS AN OPTION. INDEED MANY PEOPLE DO NOT KNOW HOW CLOSE THEY WERE TO SUCCESS WHEN THEY DECIDED TO GIVE UP"
MODUL 8   : LEVEL DAN KETERAMPILAN MANAJERIAL SERTA PERAN MANAJER
MODUL 9   : MANAJEMEN KONTEMPORER


TINJAUAN MATA KULIAH

Mata kuliah Asas - Asas Manajemen lahir sebagai jawaban atas fenomena kegiatan di bidang bisnis maupun pemerintahan untuk mencari prinsip-prinsip umum yang dapat diberlakukan secara universal dalam pengelolaan organisasi.

Mata kuliah ini memberikan pengetahuan dasar tentang manajemen, fungsi-fungsi manajemen; perencanaan, pengorganisasian, poenggerakkan dan kepemimpinan, pengawasan dan pengendalian, keahlian manajerial dan peran manajerial, serta manajemen kontemporer.
Kemampuan ini dapat diperoleh dengan menguasai kompetensi-kompetensi, mengidentifikasi, menjelaskan konsep dan teori sebagai berikut :
1. pengertian manajemen dan evolusi perkembangan pemikiran manajemen; 
Mahasiswa diharapkan mampu mendefiniskan manajemen dan mengidentifikasi perkembangan pemikiran manajemen
2. Lingkungan Manajemen dan Organisasi;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap manajemen, termasuk tanggung jawab organisasi terhadap lingkungannya 
3. Fungsi-Fungsi Manajemen;
Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai fungsi manajemen yang berbeda-beda bedasarkan sudut pandang para ahli dan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan
4. pengertian Perencanaan, Penyusunan Tujuan Organisasi dan Penetapan Produk Perencanaan dan Pengambilan Keputusan;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi fungsi perencanaan, penetapan tujuan, produk perencanaan dan pengambilan keputusan.
5. Pengertian Pengorganisasian, faktor-faktor dalam Penyusunan Rancangan Desain, Berbagai rancang bangun dan desain organisasi;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan pengertian pengorganisasian, dan menyusun desain organisasi dan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan (fit structure)
6. Pengertian Penggerakkan, Kepemimpinan, Motivasi dan Kepemimpinan super;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan pengertian penggerakkan dan kepemimpinan, Motovasi, kepemimpinan super dan pengelolaan tim.
7. Pengertian Pengawasan dan Pengendalian;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan perbedaan pengawasan dan pengendalian, prinsip pengawasan, dan pengelolaan kinerja
8. Tingkatan dan Level Manajerial; Mahasiswa mampu mengidentifikasi Keahlian dan Peran Manajerial berdasarkan Level Manajerial
9. Manajemen Kontemporer;
Mahasiswa mampu mengidentifikasi Manajemen Kontemporer  dan Perubahan.


MODUL 1 : KONSEP DASAR DAN PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN.

Wacana tentang Manajemen telah menjadi kosakata yang sangat memasyarakat hampir di seluruh masyarakat. Segala kegiatan baik di bidang pemerintahan, perusahaan maupun organisasi lembaga swadaya masyarakat selalu dikaitkan dengan manajemen.
Bahkan kegagalan suatu organisasi juga sering dikatakan sebagai mis-management. Manajemen telah menjadi nama jurusan atau program studi, menjadi gelar akademik magister dan pelbagai penggunaan lainnya.

Manajemen dalam bahasan ini akan diuraikan sebagai konsep dasar manajemen yaitu konsep manajemen yang bersifat ilmiah (sebagai lawan dari manajemen tradisional), dan sejarah perkembangan pemikiran manajemen sampai dengan saat ini.

KEGIATAN BELAJAR 1 : KONSEP DASAR, URGENSI FITUR, DAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN

A. KONSEP DASAR MANAJEMEN

Istilah Manajemen berasal dari kata kerja "manage" Menurut Kamus The Random House Dictionary of the English Language, perkataan manage berasal dari bahasa Itali manegg(iare) yang bersumber dari perkataan Latin "manus", yang berarti "tangan".  secara leksikal, maneggiare berarti seni melatih atau menunggang kuda. Secara gramatikal berarti mengelola, memimpin, atau mengatur.

Perkembangan selanjutnya menunjukkan Manajemen mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar memimpin, membimbing, atau mengatur. Para ahli telah berupaya membuat definisi sebagai batasan dan pengertian hakiki apa itu manajemen, apa itu fungsi dan tujuan.
Pada kenyataannya, tidak satupun definisi manajemen yang diterima secara universal. Tiap ahli memberikan pengertian manajemen dengan tekanan yang berbeda-beda. Walaupun demikian, adagium tentang definisi manajemen ibarat seekor gajah yang sedang ditebak atau diterka oleh sekumpulan orang buta sebagai pembenaran terhadap berbagai definisi baik definisi manajemen maupun definisi lainnya, tidaklah terlalu tepat. Hal ini karena manajemen bukan seekor gajah dan para ahli bukan orang buta.

Terry (1977:4) mengemukakan definisi manajemen sebagai berikut :
" management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objective by the use of human beings and other resources "

Dalam buku yang dialihbahasakan oleh Winardi, pengertian manajemen sebagai berikut :
" Manajemen merupakan proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkanmelalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lain "

Daft, menyatakan : 
" management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning, organizing, leading and controlling organizational resources "

Weichrich and Koontz, mengemukakan pengertian manajemen sebagai berikut :
" management is the process of designing and maintaining an environment in which individuals, working together in groups, efficiently accomplish selected aims "

Berdasarkan berbagai definisi tersebut dapat diambil beberapa hal penting berkaitan dengan manajemen, yaitu : 
(a). manajemen merupakan suatu proses
(b). manajemen berkaitan dengan mendesain dan mengelola lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal
(c). berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi yang telah dipilih dan ditetapkan, dilakukan secara efektif dan efisien.
(d) tujuan organisasi dicapai melalui kerja sama individual dalam kelompok
(e). tujuan dicapai melalui serangkaian proses mulai dari perencanaan sampai dengan pengawasan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan timbal balik yang kemudian dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen.

Untuk mencapai tujuan organisasi tersebut diperlukan sumber daya inti yang dinyatakan oleh Terry, yaitu : men and women, materials, machines, methods, money and market. Keenam hal tersebut dikenal dengan istilah the six M's, yaitu :
1. Man and Women 
Manusia merupakan unsur terpenting dalam organisasi dan merupakan roh bagi berjalannya organisasi. Pada hakikatnya, pencapaian tujuan organisasi melalui dan ditujukan untuk kepentingan manusia.
2. Money
Dalam penegrtian yang lebih luas, uang dapat mencakup saham yang beredar, saham portofolio, otoritas organisasi atas sumber-sumber keuangan untuk menarik pungutan atau bayaran atas jasa dalam bentuk antara lain : retribusi dan iuran.
3. Materials
Ciri dari material adalah secara langsung berhubungan dengan proses produksi dan habis sekali pakai. Dalam dunia perkantoran yang tidak memproduksi barang dikenal dengan office supplies, seperti ATK.
4. Machines
Material yang sudah ada diolah dengan memanfaatkan mesin, peralatan, perlengkapan untuk menghasilkan suatu produk yang dinginkan. Termasuk ke dalam mesin adalah mesin itu sendiri, gedung kantor, pabrik alat-alat kantor yang dikenal dengan office equipment.
5. Methods (Prosedur atau Tata Cara)
Metode digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa secara efektif dan efisien. Jika pekerjaan dilakukan tanpa prosedur yang jelas maka akan menimbulkan suatu pekerjaan yang salah arah (tidak efektif) atau arah benar tetapi boros (tidak efisien).
Dalam kegiatan sebuah pabrik atau kantor biasanya ada petunjuk manual yang sengaja disusun dan diterbitkan oleh organisasi atau perusahaan. Perlu dibedakan dengan uraian pekerjaan (job description) metode merupakan buku pintar organisasi.
6. Market
Pasar merupakan tempat dimana produk atau jasa yang dihasilkan organisasi di uji dan di evaluasi secara langsung maupun tidak langsung Apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Apakah memenuhi bauran pemasaran yang diinginkan, apakah pelayanannya memuaskan dan lain lain.

Keterkaitan antara sumber daya inti organisasi, fungsi manajemen dan tujuan akhir yang diinginkan organisasi dapat dilihat pada gambar berikut :

1. Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Proses.
Manajemen adalah ilmu dan juga seni. Disebut ilmu karena manajemen memiliki body of knowledge yang didalamnya terkjandung kebenaran universal.
Disebut seni karena mensyaratkan keterampilan tertentu yang dimiliki secara pribadi oleh pimpinan. Ilmu menyediakan pengetahuan dan seni berkaitan dengan penerapan pengetahuan dan keterampilan.

Dalam manajemen terkandung dua karakteristik dasar yaitu seni dan ilmu. Aspek yang sudah cukup jelas adalah ilmu, sementara aspek lainnya terkait penerapan yang menggunakan keterampilan sehingga menjelma menjadi suatu seni.
Sementara dalam mempelajari seni, juga selalu membutuhkan dukungan ilmu sebagai pengetahuan dasar seni tersebut. Sejalan dengan itu setiap disiplin ilmu akan lengkap apabila ilmu itu digunakan dalam praktik untuk memecahkan berbagai masalah.
Dalam manajemen ilmu dan seni adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Ilmu dan seni tidak salig meniadakan tetapi saling melengkapi satu sama lain. Ilmu mengajarkan bagaimana mengetahui sesuatu, seni mengajarkan bagaimana menerapkan sesuatu (yang sudah diketahui tersebut).

Manajemen sebagai seni berkembang di awal-awal perkembangan pengetahuan manajemen yang dianggapnya sebagai seni, disini pengetahuan manajemen masih berupa "pengetahuan yang berserakan di hutan rimba".
Setiap orang menggunakan pengetahuannya atas dasar apa yang mereka miliki. Namun setelah di kodifikasi dan di sistematisasi, pengetahuan tersebut menjadi ilmu juga seni. Dalam konteks tumbuhan; manajemen adalah akar atau pohon , seni adalah buahnya.

a. Manajemen Sebagai Ilmu : Ilmu Lunak

Ilmu adalah seperangkat pengetahuan yang tersusun secara sistematik berkaitan dengan suatu bidang kajian khusus yang didalamnya terkandung atau berisi fakta-fakta umum yang menjelaskan suatu gejala. 
Kajian tersebut menetapkan sebab dan akibat hubungan antara dua atau lebih variabel dan mendasari asas-asas yang mengatur hubungan tersebut. Prinsip tersebut dikembangkan melalui metode ilmiah berdasarkan pengamatan dan pembuktian melalui pengujian.

Terkait dengan manajemen sebagai ilmu, dapat merujuk kepada pendapat Gulick yang menyatakan bahwa manajemen merupakan bidang ilmu pengetahaun yang mencoba mencari dan memahami secara sistematik mengapa dan bagaimana orang-orang bekerja sama untuk mencapai tujuan dan menjadikan kerja sama itu berguna bagi kemanusiaan.

Manajemen memenuhi syarat untuk disebut bidang ilmu pengetahuan karena telah lama dipelajari dan telah disusun dalam serangkaian teori. Terdapat tiga syarak untuk menyatakan sebuah pengetahuan menjadi bidang ilmu yaitu : to explain, to predict, dan to control. 
Teori ilmu manajemen dapat memberikan arahan bagi seorang pemimpin bagaimana menjalankan organisasi melalui fungsi-fungsi manajemen dan tentang apa yang harus dikerjakan oleh seorang pemimpin. Dalam hal ini unusr explain sudah terpenuhi. Selanjutnya berdasarkan fungsi yang sudah dijalankannya, maka hasil-hasil akibat tindakan tersebut dapat diperkirakan, jadi unsur predict juga terpenuhi. Terakhir dengan menerapkan fungsi pengawasan, maka pengendalian atas segala akibat aktivitas dapat dirumuskan dalam berbagai bentuk ukuran dan kriteria tertentu seperti kinerja dan efektivitas. Dengan demikian unsur control juga terpenuhi.

Terry; menyatakan bahwa manajemen sebagai ilmu dimana didalamnya terdapat "body of knowledge" yang objektif, bebas prasangka dan mencerminkan apa yang diyakini sebagai hasil pemikiran tyerbaik atas pokok persoalan tentang manajemen.

Manajemen sendiri secara generik termasuk ke dalam terminologi ilmu sosial. Dalam proses pembentukan manajemen sebagai ilmu dinyatakan oleh Terry bahwa "management science is a body of systematized knowledge accumulated and accepted with reference to understanding of general truths concerning management".
Pernyataan Terry ini ingin menunjukkan bahwa manajemen sebagai ilmu merupakan suatu bangunan yang disusun secara sistematik yang berasal dari sekumpulan pengetahuan yang terakumulasi dan diterima sebagai rujukan segala hal yang berkaitan dan dipahami sebagai kebenaran secara umum tentang manajemen.

Manajemen sebagai ilmu memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :
1). Prinsip-prinsip, generalisasi dan konsep-konsep manajemen terusun secara sistematis. Berdasarkan hal itu seorang pemimpin dapat mengelola organisasi dengan cara-cara sistematik dan ilmiah.
2). Prinsip-prinsip, generalisasi dan konsep-konsep manajemen disusun atas dasar pengamatan , penelitian, analisis dan uji coba, sebagaimana juga prinsip-prinsip ilmu lain.
3). Prinsip-prinsip manajemen telah dikodifikasikan, disistematisasikan, sehingga dapat dialihkan dari satu orang ke orang lain serta dapat dipelajari.
4). Prinsip-prinsip organisasi dapat diterapkan secara universal untuk semua jenis organisasi. Prinsip-prinsip manajemen memiliki dan memenuhi syarat penerimaan secara universal sebagimana karakteristik ilmu lain. Salah satu contoh prinsip kesatuan komando yang diterapkan pada organisasi bisnis maupun organisasi lainnya.
5). Prinsip ilmu adalah dapat diujicoba dan diamati yang diperoleh melalui penelitian ilmiah yang didasarkan atas logika. Prinsip manajemen didasarkan atas kajian dan obeservasi. Sebagaimana sudah menjadi pengetahuan bersama prinsip manajemen ilmiah Taylor merupakan hasil secara ilmiah.
6). Prinsip ilmu menetapkan adanya hubungan sebab akibat antar berbagai variabel. Atas dasar ini dalam manajemen terdapat prinsip yang dianut adanya hubungan sebab akibat antar gaya kepemimpinan dengan produktivitas kerja.
7). Prinsip ilmu menetapkan adanya uji validitas dan prediktabilitas di mana dapat di uji setiap waktu atau berbagai waktu secara serial yang menghasilkan keluaran atau akibat yang sama. Dalam manajemen hal tersebut dapat diberlakukan dengan eksperimen.

Namun demikian, manajemen bukanlah ilmu yang bersifat eksakta seperti biologi. Hal ini karena manajemen berklaitan dengan perilaku manusia yang memang pada kenyataannya sulit diramalkan secara akurat. 
Manajemen berkaitan dengan proses sosial dan karenanya masuk pada area ilmu sosial. Hal ini tidak mengherankan mengaoa teori dan prinsip-prinsip yang dihasilkan berbeda untuk waktu dan tempat yang berbeda, karena manajemen juga masuk pada ilmu perilaku. Ernest Dale menyebut manajemen sebagai Ilmu Lunak.

b. Manajemen Sebagai Seni : Keterampilan

Mengacu pada apa yang sudah dikemukakan pada paparan terdahulu manajemen adalah seni menunggang kuda. Salah satu sifat seni berhubungan langsung dengan karakter kehidupan masyarakat atau dalam skala yang lebih kecil dengan lingkungan organisasi yang berbeda satu dengan yang lain.
Dengan demikian, sebagai praktik, manajemen terkait dengan kebiasaan, selera, budaya, adat istiadat dan tradisi suatu masyarakat. Sehingga praktik manajemen berbeda antara suatu masyarakat, organisasi, perusahaan atau negara dengan yang lainnya. Ini berarti manajemen adalah seni mengurus, mengelola, mengarahkan segenap potensi organisasi ke dalam satu tujuan tertentu yang diinginkan oleh pengelola atau pemilik organisasi.

Terry; mengatakan "the meaning of arts is a personal creative power plus skill in performance", Maksud pernyataan tersebut adalah bahwa seni itu muncul dari kreasi yang sifatnya dan berasal dari kemampuan individual dabn diwujudkan dalam bentuk kemampuan untuk mewujudkanya dalam bentuk nyata.
Kekuatan kreatif muncul dari renungan atau penghayatan seorang inidividu atas berbagai peristiwa, masalah yang ditemui dan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam proses perjalanan seseorang atau seorang pemimpin organisasi.

Disamping perenungan dan penghayatan, pengalaman, pengamatan dan pembelajaran dapat menjadi sumber untuk menjalankan praktik-praktik manajerial seseorang dalam organisasi. Praktik-praktik ini tentu saja berbeda nuansa bagi setiap orang. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan setiap orang dalam kemampuan mendekati, kemampuan komunikasi, kemampuan memotivasi, kemampuan menggerakkan, kemampuan lobby dan kemampuan mengorganisasikan dan mendayagunakan bakat-bakat terpendam anggota organisasi. Ketika kemampuan menjalankan hal-hal tersebut dalam praktik yang berbeda, sangat tergantung kepada apa yang dikatakan oleh Terry sebagai skill in performance with effective skills or craft.

Banyak sekali bukti-bukti empiris yang mendukung pernyataan manajemen sebagai seni, terutama seni mengorganisasikan orang-orang ke dalam suatu tim kegiatan yang terpadu, solid dan kompak. Hal ini dapat kita lihat dari upaya-upaya terobosan yang dilakukan seorang pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mengatasi hambatan atau rintangan yang dihadapi organisasi yang bersangkutan.
Mungkin timbul pertanyaan, apakah dalam organisasi itu tidak ada sistem atau proses manajemen sehingga diperlukan upaya terobosan? Sistem tetap ada, tetapi ketika manajemen itu akan dituangkan ke dalam praktik, tetap diperlukan sentuhan non-teoritik sesuai dengan suasana, kultur, kondisi, dan situasi yang ada. Di sinilah manajemen berperan sebagai seni, terobosan adalah seni dalam manajemen.

Manajemen sebagai seni dicirikan karakteristik-karakteristik sebagai berikut :
1) Manajemen merupakan pengetahuan yang dipraktikkan. Sebagaimana juga bidang seni yang lain, manajemen merupakan praktik dan tindakan. Pengetahuan harus dipelajari dan juga dipraktikkan, sebagaimana juga dokter dan pengacara berpraktik menurut ilmu masing-masing. Praktik melengkapi ketidakcukupan ilmu, menerjemahkan ilmu ke dalam praktik dalam situasi nyata dengan cara memfungsikan kapasitas pemimpin.
2) Pimpinan mendapatkan pengalaman dengan menerapkan pengetahuan manajemen secara terus menerus dan juga menemukan pengalaman baru. Hal ini membantu pengembangan keterampilan dan kemampuan tambahan dengan cara menerjemahkan pengetahuan ke dalam praktik. Kematangan pimpinan dalam mengelola organisasi berdasarkan ilmu yang diperoleh sebelumnya justru diperoleh melalui pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman praktik.
3) Penerapan manajemen dalam praktik mendorong inovasi dan kreativitas. Karena sejatinya dalam mewujudkan sesuatu belum akan berhasil sebelum dipenuhi syarat berupa kombinasi intelegensia dan imajinasi.
Dalam manajemen yang dikelola adalah sumber daya manusia dan non manusia, yang membutuhkan tidak saja pengetahuan, tetapi juga keterampilan.
4) Hal diatas terdapat di berbagai situasi, pengetahuan teoritis manajemen tidak akan cukup atau selalu relevan. Hal ini karena kompleksitas dan kekhasan sifat masalah yang dihadapi. Seni adalah pengetahuan tentang bagaimana mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini menyiratkan bahwa seni itu ada dalam atau menjadi bagian pengetahuan manajemen yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.
5) Manajemen sejatinya merupakan keterampilan yang bersifat individual. Kendati dasar teoritis sama, namun setiap orang memiliki gaya dan pendekatan yang berbeda. Tidak mengherankan jika tingkat keberhasilan dan kualitas kinerja berbeda satu dengan yang lain. Setiap pimpinan memiliki cara bagaimana mengelola sesuatu atas dasar pengetahuan pengalaman dan kepribadiannya.
6) Manajemen berorientasi pada tujuan, keberhasilan aktivitas manajemen dinilai dari pencapaian tujuan atau sasaran yang tidak ditetapkan sebelumnya. Manajemen adalah a purposeful activity, Suatu alat yang membantu dalam pendayagunaan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 
Kepuasan pelanggan sebagai salah satu contoh tujuan perusahaan dilakukan dengan memproduksi barang berkualitas dengan harga yang wajar. Hal ini bisa dicapai dengan memperkerjakan orang-orang dan penggunaan sumber daya lainnya yang langka.

c. Manajemen sebagai Proses dan Sifat Manajemen Lainnya

Manajemen sebagai proses mengacu kepada sejumlah fungsi yang saling berkaitan. Dalam hal ini proses yang dimaksud adalah bagaimana manajemen menciptakan, melaksanakan dan mengarahkan tujuan organisasi melalui kerja sama berbagai upaya manusia secara sistematis, terkordinasikan sebagaimana dikemukakan oleh Terry, "Manajemen adalah proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan atau pengendalian yang dilakukan untuk menetapkan dan mencapai tujuan yang telah  ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya lainnya". 
Sebagai sebuah proses, aktivitas manajemen berkaitan dengan kegiatan kegiatan dalam mengarahkan sumber daya manusia dan sumber daya fisik lainnya sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Beberapa aspek manajemen sebagai proses dan juga sifat lainnya dari manajemen diuraikan berikut ini :

1) Manajemen adalah proses sosial;
Manajemen dianggap sebagai proses sosial, hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa faktor manusia merupakan faktor yang paling penting diantara faktor lainnya. Berdasarkan hal itu, manajemen berkepentingan dengan pengembangan relasi antar manusia. Dalam hal ini menjadi tugas manajemen menciptakan interaksi antar orang yang produktif dan bermanfaat untuk mencapai tujuan organisasi.
2) Manajemen adalah Proses yang Terintegrasi (Mengintegrasikan sumber daya manusia, fisik, dan Keuangan);
Dalam sebuah organisasi, manusia bekerja dengan sumber daya non manusia seperti mesin-mesin, bahan, aset keuangan, dan bangunan. Manajemen mengintegrasikan semua sumber daya itu. Hal ini dilakukan dengan cara menciptakan situasi harmonis diantara sumber daya manusia, fisik, dan sumber daya keuangan.
3) Manajemen proses yang terus menerus;
Manajemen merupakan proses yang berkelanjutan, melibatkan penanganan maslah dan isu secara berkelanjutan, berkaitan dengan identifikasi masalah dan pengambilan tindakan yang cocok untuk memecahkan masalah tersebut. 
Untuk mencapai target produksi perusahaan, disusun kebijakan-kebijakan perusahaan sebagai acuan atau rambu-rambu, Namun tidak selesai sampai disini. Bagian lain juga melakukan serangkaian kegiatan dan untuk itu juga perlu diberikan kebijakan sebagai rambu-rambu. Dengan demikian, manajemen merupakan kegiatan yang bersifat "on-going". Manajemen merupakan proses yang tak pernah berkhir.   
4) Manajemen berada dimana-mana;
Manajemen dibutuhkan oleh semua jenis organisasi apakah itu organisasi politik, sosial, kebudayaan, ataupun organisasi biasa. Hal ini karena manajemen mendukung dan mengarahkan berbagai upaya menuju tercapinya tujuan yang telah ditetapkan. 
Singkat kata, semua organisasi apakah itu klub, rumah sakit, partai politik,lembaga pendidikan, organisasi bisnis semuanya membutuhkan manajemen. Bahkan ketika lebih dari satu orang terikat dalam tujuan bersama manajemen tetap dibutuhkan, terlepas perusahaan kecil atau perusahaan besar, manajemen dibutuhkan di manapun tak perduli ukuran atau jenis kegiatannya.
5) Manajemen adalah kegiatan bersama (Kelompok);
Manajemen kurang berkaitan dengan upaya individual, namun lebih sebagai kegiatan kelompok. Jal ini melibatkan pendayagunaan segenap upaya kelompok untuk  mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Saat berbicara manajemen, maka secara otomatis akan mengacu kepada sekelompok orang yang menjalankan tugas mengelola organisasi. Ada beberapa tipe manajer terkait dengan manajemen sebagai kelompok :
  • Manajer Patrimonial atau Manajer Keluarga; yaitu seseorang yang menjadi manajer atau perusahaan milik sendiri atau milik keluarga.
  • Manajer Profesional; yaitu seorang yang diangkat untuk suatu posisi atas dasar pengetahuan khusus atau pendidikan yang dimilikinya
  • Manajer Politik atau Pelayan Publik; yaitu seseorang yang mengelola sektor publik.

B. URGENSI MANAJEMEN SEBAGAI ILMU DAN PRAKTIK ORGANISASI

Sebelum mengemukakan arti penting mempelajari organisasi dan manajemen perlu dikemukakan tentang asas atau prinsip-prinsip dalam organisasi dan manajemen. Asas atau prinsip adalah "a fundamental statement or truth providing a guide to tought or action" (Terry,1977:11). Jadi asas atau prinsip adalah suatu pernyataan mendasar yang kemudian dijadikan pedoman oleh seseorang sebagai basis titik tolak berpikir dan bertindak.

Kendati secara teoritis asas berifat universal namun dalam praktiknya berbeda satu sama lain, sehingga tidak bersifat universal. Konteks dan latar belakang seseorang menjadikan dasar asumsi dan sekaligus filosofi berpikirnya. Atas dasar filosofi berpikir tersebut kemudian seseorang menyatakan pikirannya dalam satu konsep tertentu atau seseorang melakukan tindakan tertentu berdasarkan prinsip, asas, dan filosofi yang dianutnya.

Untuk memperkuat pernyataan tersebut di atas dapat diambil contoh tentang bagaimana seorang pemimpin mengajak anggota organisasinya untuk bekerja sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.Terry mengemukakan konsep actuating (penggerakkan). Sementara Henry Fayol mengenukakan konsep commanding (komando). Substansi kedua hl tersebut sama, yaitu bagaimana anggota organisasi bekerja, tetapi filosofi dan asumsi dasarnya berbeda, karena dipengaruhi oleh situasi lokal, pada waktu dan tempat di mana sebuah konsep muncul. Contoh lainnya adalah pengawasan melekat yang hanya ada dalam konsep di Indonesia. Mengapa pengawasan melekat, asumsi dasar dan filosofinya adalah bahwa posisi pimpinan di Indonesia dan pandangan status pimpinan dalam budaya paternalistis di Indonesia, menempatkan pimpinan sebagai panutan. 
Dengan pengawasan melekat pada pimpinan sebagai panutan, maka pengawasan tersebut cocok dalam kasus Indonesia. Dengan asumsi dasar dan filosofi yang ditetapkan, konsep, pemikiran dan tingkah laku memiliki pembenaran "justified" berdasarkan asumsi tersebut.

Ada beberapa sifat terkait dengan asas sebagai basis berpikir dan bertindak meskipun hal ini tidak mutlak karena bukan dengan atau hukum (Terry,1977:11-12), yaitu :
  1. Aplikatif dan diterapkan tak terbatas waktu dan tempat
  2. Relevan dan menjadi perspektif berpikir dan bertindak
  3. Konsisten dalam arti jika diterapkan dalam keadaan yang sama akan menghasilkan kejadian yang sama.\
Ada satu pertanyaan penting mengapa kita perlu mempelajari organisasi dan manajemen? Apakah orang yang telah mempelajari organisasi dan manajemen secara otomatis mampu menerapkan dan berhasil mengelola perusahaan atau unit kerjanya? Apakah seseorang yang sudah mendapatkan pelatihan secara otomatis mampu menyelesaikan persoalan dalam pengelolaan perusahaannya? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu saja tidak secara otomatis ya. Tetapi bagaimana dikatakan oleh Dale (1978:11) bahwa :
"knowledge of theories and techniques that have been developed will help the manager to spot possibilities of which he might otherwise have unaware and to avoid costly trial and error".
Bahwa dengan pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang telah dipelajarinya (dalam hal ini organisasi dan manajemen), setidaknya akan membantu dan menjadi pedoman mengelola organisasi perusahaan, tidka lagi hanya menebak atau mencoba-coba, yang mungkin akan menjadi pemborosan karena kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, dengan menerapkan apa yang telah diketahui dan dipelajarinya. Dalam kaitan dengan  organisasi dan manajemen ditekankan lebih lanjut oleh Dale (1978:12) :

" You have to plan something, you have to organize something, you have to direct something. When you have to select your staff, you will have to determine what they have will have to know in order to it .... Intimate knowledge of subject matter ... is indispensable to ... effective, intelligent administration ".

Pernyataan Dale tersebut mengindikasikan bahwa untuk menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan fungsi-fungsi manajemen juga organisasi, mulai dari perencanaan, penentuan pegawai (staff) dan seterusnya secara efektif maka mengethaui secara mendalam (intim) fondasi pengetahuan mengenai hal itu merupakan suatu yang mutlak diperlukan untuk administrasi yang efektif.

Terry; mengemukakan delapan hal yang berkaitan dengan pentingnya mempelajari organisasi dan manajemen, yaitu sebagai berikut :
1. Management is purposeful;
Hal ini berkaitan dengan pernyataan bahwa manajemen diperlukan untuk mencapai sesuatu yang khusus yang dinyatakan dalam sejumlah sasaran. Manajemen adalah alat yang efektif yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
2. Management makes things happen;
Manajemen adalah alat untuk melaksanakan pekerjaan yang memang dipahami dan diketahui oleh seseorang, bagaimana harusnya bekerja dan apa yang mau mereka lakukan.
3. Management is activity, not a person or group of persons;
Dalam hal ini manajemen lebih tepat diartikan mengelola. Mengelola adalah suatu aktivitas yang dapat dipelajari dengan memperoleh pengetahuan dari praktik-praktik aktivitas tersebut.
4. Management is accomplished by, with and through the efforts of others;
Pernyataan ini dimaksudkan bahwa yang dimaksud dengan efforts of others adalah untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dibutuhkan seseorang yang memiliki kemampuan (skill) dan memenuhi syarat-syarat tertentu sebagai seorang yang memiliki jenis keahlian tertentu di bidangnya (spesialis). Hal ini juga dimaksudkan untuk menghindari persepsi yang salah sebagaimana dikemukakan oleh Atmosudirdjo yang keberatan dengan istilah orang lain sebagai bentuk eksploitasi, yaitu sebagai berikut :

" menyelesaaikan segala sesuatunya dengan team terpadu, bukan sekedar getting things done through the effgort of other people, ... zaman sekarang tidak lagi badenship di mana pimpinan selalu harus memerintah bawahan, melainkan lingkup kerja merupakan suatu sistem. Dalam suatu sistem yang bertugas melaksanakan pekerjaan adalah team dalam pengertian bahwa team adalah sekelompok orang yang dipersatukan melalui satu wadah yaitu organisasi, mereka bekerja sama menurut sistem tersebut yang terdiri dari prosedur kerja, metode-metode dan teknik serta kode peraturan-peraturan tertentu ".
Oleh karena itu konsep efforts of others lebih tepat apabila dimaknai sebagai "bentuk penyerahan delegasi pekerjaan kepada upaya-upaya dan usaha orang-orang tertentu yang memiliki keahlian tertentu sesuai dengan bidangnya".

5. Management is usually associated with efforts of a group; 
Inti pernyataan ini masih terkait dengan pernyataan nomor 4 adalah bahwa bisa saja proses dalam pencapaian tujuan organisasi dalam fungsi manajemen dilakukan oleh satu orang. Namun demikian dalam kenyataan bahwa pencapaian tujuan organisasi secara umum dicapai melalui kegiatan sekelompok orang dan bukan secara individual secara mandiri. Demikian juga sebaliknya bahwa seseorang menjadi anggota organisasi untuk mencapai atau memnuhi kebutuhannya pada hakikatnya dapat diasosiasikan sebagai upaya yang dapat dilakukannya dalam atau dengan kelompok.
6. Management is intangible:
Manajemen merupakan sebuah "kekuatan" yang tak terlihat. Berjalan tidaknya manajemen dalam proses maupun fungsi, keberadaannya hanya dapat dilihat dan dibuktikan dalam bentuk hasil atau keluaran dari upaya yang dilakukan tersebut..
7. Management is aided, not replaced by the computer;
Proses manajemen pada prktiknya merupakan hasil dari perenungan, imajinasi, interpretasi, evaluasi dan judgment pimpinan organisasi. Prkatik tersebut tidak mungkin dapat dilakukan oleh komputer dan hanya dapat dilakukan oleh manusia. Komputer hanya dapat membantu dalam analisis yang sifatnya numerical statistical.
8. Management is an outstanding means for exerting real impact upon human life;
Bahwa dengan menggunakan manajemen sebagai alat, seorang pimpinan dapat menciptakan suasana yang mendorong anggota organisasi untuk bekerja dengan lebih baik. Hal ini dapat dilakukan dengan lingkungan yang kondusif, memberikan rangsangan, motivasi dan harapan, suasana yang menyenangkan. Jika tidak maka yang akan terjadi adalah frustasi dan kekecewaan anggota organisasi yang akan menghambat pencapaian tujuan organisasi, tujuan masing-masing anggota organisasi dan akhirnya berimplikasi pada kehidupan manusia anggota organisasi itu sendiri.

Sedangkan urgensi manajemen sebagai praktik, karena dalam manajemen memerlukan koordinasi sumber daya manusia dan material ke arah tercapainya tujuan. Manajemen merupakan subsitem kunci dalam sistem organisasi dan merupakan kekuatan vital yang menghubungkan semua sub sistem lainnya. Kast dan Rosenzweig (2003:7) menyatakan manajemen mencakup hal-hal berikut ini :
  1. Mengkoordinir sumber daya manusia, material dan keuangan ke arah tercapainya sasaran organisasi secara efektif dan efisien
  2. Menghubungkan organisasi dengan lingkungan luar dan menanggapi kebutuhan masyarakat
  3. Mengembankan iklim organisasi di mana orang dapat mengejar sasaran perseorangan (individu) dan sasaran bersama (collective).
  4. Melaksanakan fungsi-fungsi tertentu yang dapat ditetapkan seperti menentukan sasaran, merencanakan, merakit sumber daya mengorganisir melaksanakan dan mengawasi
  5. Melaksanakan berbagai peranan antar pribadi, informasional dan pengambilan keputusan.


C. MANAJEMEN BERDASARKAN RUANG LINGKUP KEGIATAN

Manajemen berdasarkan ruang lingkup kegiatan secara umum dikenal dengan ruang lingkup umum (general) vertikal maupun ruang lingkup khusus  fungsional horizontal. Ruang lingkup umum secara vertikal dapat dibagi dalam manajemen tingkat tinggi, manajemen tingkat madya dan manajemen tingkat pertama.

Pada lingkup vertikal umum ini cakupan tugas manajemen terdiri atas berbagai unit fungsional yang berbeda-beda. Perlu dicatat dan dibedakan antara manajemen umum (general management) dengan manajemen yang mengelola hal-hal yang umum (general affairs management). General affairs management adalah bagian unit organisasi yang masih dalam lingkup manajemen horizontal fungsional, dengan bidang tugas yang sifatnya menampung seluruh pekerjaan yang tidak tercakup dalam tugas pokok dan fungsi fungsional khusus. Pada lingkup horizontal fungsional cakupan tugas manajemen mengelola satu unit fungsional organisasi . Sebutan bidang tugas manajemen biasanya melekat pada kegiatan bidang tersebut seperti Manajemen Keuangan dan Manajemen Produksi.

Penempatan manajemen fungsional maupun manajemen umum tidak tergantung pada posisi dalam jenjang organisasi, tetapi pada lingkup kegiatannya. Sebagai contoh seorang Direktur Utama adalah seorang manajer umum karena mengelola keseluruhan organisasi. Direktur Keuangan adalah Manajer fungsional karena hanya melakukan satu jenis kegiatan dalam perusahaan. Seorang Kepala Cabang adalah Manajer Umum tingkat cabang, sedangkan seorang Kepala Seksi Keuangan pada Cabang perusahaan adalah seorng Manajer Fungsional.


D. KETERKAITAN ANTAR KOMPONEN DALAM KAJIAN MANAJEMEN

Hubungan anatara organisasi dan manajemen tidak dapat dilepaskan dari berbagai keterkaitan konseptual dalam pengelolaan organisasi. Hubungan konseptual tersebut dapat dicermati melalui gambar berikut ini.

Pertama kita jelaskan dulu pengertian administrasi sebagaimana dikemukakan oleh Waldo (1950) :
" Type of cooperative human effort tahat high degree of rationality. Human effort is cooperative if it has effect, that would be absent if the cooperation didnot take place. The significance of high degree of rationality lies in the fact that human cooperation varies in effectiveness of goal attainment. whether we think in term of formal goals, the goals of leaders or of who cooperate "
Inti dari pernyataan Waldo secara sederhana adalah bahwa administrasi merupakan salah satu model kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok manusia berdasarkan rasionalitas yang tinggi.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut manusia memerlukan suatu perangkat untuk menentukan hubungan-hubungan kerja diantara mereka. Termasuk di dalamnya hubungan komunikasi, hubungan pelaporan dan hubungan komando antara satu dengan yang lain.
Tanpa ada perangkat yang jelas maka hubungan-hubungan tersebut menjadi kacau karena tidak ada garis-garis yang mengatur secara tegas hubungan antar komponen manusia dalam organisasi tersebut. Perangkat atau wadah tersebut disebut dengan organisasi. Di sini dapat kita simpulkan bahwa organisasi merupakan bagian dari administrasi.

Ketika kerja sama secara rasional telah ditetapkan yaitu untuk mencapai tujuan secara formal maupun tujuan yang disepakati bersama (who cooperate), perangkat telah ditetapkan, maka pertanyaan selanjutnya adalah bagimana proses kerja sama itu dijalankan. Untuk menjelaskan hal ini, dimulai dengan membahas hubungan antara organisasi dan manajemen juga dapat dilihat dari definisi ini " Management is a process that happens inside of, or as part of organizations (Miles, 2012:8). Selanjutnya Miles (2012:8) mengemukakan terminologi manajemen sebagai berikut :
  1. the process that manager folow to accomplish organizational vision, mission, strategies, and goals,
  2. a specific body of knowledge that examines various methods used by managers and organizations,
  3. the individual in organizations who guide and direct the actions of others to accomplish organizational goals.
Sedangkan pengertian manajemen secara lengkap didefinisikan sebagai berikut : "as process of complishing organizational mission, strategies goals and objectives thrpough the use of people (human resources) money (financial resources) things (physical resources) and data (informational resources)"


Berdasarkan berbagai kutipan tersebut di atas dapat diuraikan keterkaitan antara organisasi dan manajemen sebagai berikut :
  1. Bahwa manajemen adalah bagian dari organisasi
  2. Bahwa manajemen adalah suatu proses yang dilakukan oleh pimpinan organisasi untuk mencapai visi, misi, strategi dan tujuan organisasi
  3. Manajemen adalah seperangkat pengetahuan yang mengandung berbagai metode yang digunakan oleh pimpinan organisasi.
  4. Manajemen adalah sejumlah individu yang memimpin dan mengarahkan tindakan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi
  5. Dalam prosesnya digunakan orang-orang, sumber daya dan informasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Langkah selanjutnya yang perlu dipaparkan adalah siapa yang melakukan pengarahan dan tindakan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Jika manajemen berbucara prosesnya, maka siapa yang mealkukan proses tersebut. Dalam kondisi seperti ini diperlukan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar mau terlibat dalam proses tersebut. Kemampuan untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang adalah inti dari kepemimpinan (leadership), apakah secara formal legal maupun informal.

Dengan demikian, terdapat hubungan yang erat antara manajemen dan kepemimpina, karena inti dari manajemen adalah kepemimpinan;
  1. Kepemimpinan dibutuhkan untuk menjalankan proses dalam manajemen karenanya kepemimpinan adalah inti dari manajemen.
  2. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dan mengarahkan orang lain untuk bertindak dan bekerja sesuai dengan arah yang ingin dicapai oleh organisasi
  3. Tanpa kepemimpinan, suatu organisasi tidak akan berjalan atau kalaupun berjalan tidak akan terarah, karena tidak ada yang mengrahkan.
Apa yang dilakukan oleh seseorang pemimpin dalam menjalankan proses kepemimpinannya? Bagimana seorang pemimpin melakukan fungsi kepemimpinannya? Ketika seorang pemimpin menentukan suatu kegiatan yang harus dilakukan, menunjuk dan mendelegasikan tugas kepada anggota organisasi lainnya, membagi sumber daya organisasi dan lain sebagainya, sesungguhnya seorang pemimpin sedang melakukan suatu kegiatan sangat penting dan menentukan. Dikatakan sangat penting karena apa yang dilakukannya akan memulai atau mengakhiri aktivitas organisasi. Menentukan karena apa yang dilakukannya akan membuat organisasi maju, berkembang atau bahkan bubar.

Fungsi yang dilakukan oleh pemimpin tersebut adalah pengambilan keputusan (decision making or taking). Dengan demikian pengambilan keputusan merupakan inti kepemimpinan. Dengan pengambilan keputusan maka anggota organisasi akan mengetahui apa yang dikehendaki pimpinan, apa yang harus dilakukannya atau bahkan apa yang tidak boleh dilakukannya, semuanya dalam koridor keputusan yang diambil oleh pimpinan tersebut.

Bagaimana sebuah keputusan pimpinan agar dan dapat dilaksanakan oleh anggota organisasi? Bagaimana caranya agar anggota organisasi memahami dan menerima keputusan yang telah diambil oleh pimpinan dan mau melaksanakannya sesuai dengan bidang tugas pokoknya. Dalam hal ini seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan hal-hal yang sudah diputuskannya. Tentu saja cara-cara penyampaian tersebut harus dilakukan sedemikian rupa sehingga memahami, mengerti dan mau melaksanakan keputusan tersebut. Kemampuan tersebut adalah kemampuan berdimensi kemanusiaan atau terkenal dengan human relations (hubungan antar manusia) dan komunikasi. Hubungan antar manusia sendiri merupakan salah satu aliran dan teori organisasi dan manajemen (neo klasik) yang lebih menekankan pada pertimbangan dimensi-dimensi hubungan antar manusia secara spesifik dan individual dalam kehidupan organisasi, sebagai antithesis atas hubungan yang semata-mata berdimensi tugas sebagaimana dianut oleh teori klasik.

Dengan demikian terdapat kaitan erat antara pengambilan keputusan dengan human relations. Suatu keputusan yang telah diambil akan berjalan efektif dalam organisasi apabila dipahami, dimengerti dan mau dilaksanakan oleh anggota organisasi sangat tergantung kepada kemampuan pemimpin menyampaikan (berkomunikasi) dengan memperhatikan aspek-aspek individual anggota organisasi (humanis).


KEGIATAN BELAJAR 2 : PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MANAJEMEN

A. PENGANTAR

Salah satu alasan mempelajari sejarah perkembangan pemikiran manajemen adalah untuk memberikan pemahaman tentang proses perubahan (metamorfosis) manajemen sejak awal sampai dengan perkembangannya saat ini.