PENYELESAIAN SOAL NO. 1 :
Hubungan antara Manajemen, administrasi, dan kepemimpinan adalah sebagai berikut :
PENYELESAIAN SOAL NO. 1 :
Hubungan antara Manajemen, administrasi, dan kepemimpinan adalah sebagai berikut :
DISKUSI 8 :
Diskusikan
1. Sistem Pemerintahan
mempunyai derajat atau tingkatan pemerintahan. Coba jelaskan perbedaan urutan
derajat urgensi aspek kapabilitas, kompatibilitas dan akseptabilitas pada tiap
tingkatan poisisi pemerintahan.
(Untuk menjawab pertanyaan ini,
anda harus menjelaskan misalnya pada tingkatan posisi pemerintah Gubernur
urutan derajat urgensi kriterianya adalah kompatibilitas, kapabilitas dan
aksepatbilitas).
2. Melalui otonomi daerah
setiap daerah sekarang mempunyai kewenangan yang luas tapi tidak sedikit daerah
yang gagal dalam mengelola kewenangan yang besar itu. Oleh karena itu,
Bagaimana seharusnya kepemimpinan kepala daerah pada era otonomi daerah
sekarang? Kemukakan pandangan/argumentasi Anda!
(Untuk menjawab pertanyaan ini, anda harus memahami
karakteristik kepemimpinan kepala daerah pada era otonomi daerah sekarang).
Petunjuk:
- Tanggapan yang diberikan
berdasarkan pemahaman masing-masing mahasiswa dengan
mengacu pada BMP maupun referensi lain yang digunakan (dituangkan
dengan bahasa atau kalimat sendiri seperti parafrase). Bukan
menyalin secara utuh dari Modul/BMP. Selanjutnya,
cantumkan sumber referensi tanggapan Anda.
- Kemukakan pendapat/argumen Anda dengan berdasar pada konsep
dan teori bersumber dari BMP maupun referensi lain sebagai
penunjang, dan juga berdasarkan pengamatan Anda (tanggapan yang diberikan bukan
merupakan “hasil copy paste”, hindari plagiarisme).
PENDAPAT
DISKUSI :
1. Sistem Pemerintahan mempunyai derajat atau
tingkatan pemerintahan. Coba jelaskan perbedaan urutan derajat urgensi aspek
kapabilitas, kompatibilitas dan akseptabilitas pada tiap tingkatan poisisi
pemerintahan.
Urgensi
masing-masing kriteria tergantung pada jenjang organisasi pemerintahan yang
akan dipimpinnya.
Bagi Presiden :
Kriteria Kapabilitas jelas lebih penting
daripada kompatibilitas dan akseptabilitas, karena Presiden akan memimpin
Bangsa dan Negara yang penuh dengan masalah-masalah besar serta memerlukan
kecepatan pengambilan Keputusan.
Bagi Gubernur :
Gubernur yang berkedudukan ganda baik
sebagai wakil pemerintah pusat maupun sebagai kepala daerah provinsi, justru
lebih diperlukan aspek kompatibilitas sebagai kriteria pertama, selain
kapabilitas dan akseptabilitas. Dikata demikian. Gubernur menjadi jembatan
penghubung antara kepentingan masyarakat daerah dengan pemerintah pusat.
Bagi Bupati / Walikota dan Kepala Desa :
Aspek akseptabilitas justru merupakan
kriteria pertama yang perlu diperhatikan, selanjutnya baru kriteria kapabilitas
dan kompabilitas. Alasannya adalah karena hubungan emosional antara
bupati/walikota dan kepala desa dengan masyarakatnya sangat kuat, dibandingkan
hubungan emosional presiden dan gubernur dengan rakyatnya.
2. Melalui otonomi daerah setiap daerah sekarang
mempunyai kewenangan yang luas tapi tidak sedikit daerah yang gagal dalam
mengelola kewenangan yang besar itu. Oleh karena itu, Bagaimana seharusnya
kepemimpinan kepala daerah pada era otonomi daerah sekarang? Kemukakan
pandangan/argumentasi Anda!
Kepemimpinan Kepala Daerah pada era otonomi daerah sekarang untuk
melaksanakan pemerintahan daerah dan aktualisasi otonomi daerah secara nyata,
terdapat kebutuhan akan kepemimpinan daerah yang mensyaratkan ciri-ciri sebagai
berikut :
1. Pemimpin
yang visioner, memiliki visi kedepan dan visi perubahan, sehingga secara terus
menerus ikut memikirkan perubahan yang dibutuhkan dalam rangka desentralisasi.
2. Pemimpin
yang memberikan arahan kerja (direct) dan sekaligus melatih dalam bentuk
bekerja bersama-sama dengan jajaran aparatur (coach) untuk pemecahan berbagai
masalah
3. Pemimpin
sebagai komunikator bagi masyarakat (spoke person) dan sekaligus memiliki
kemampuan bernegosiasi dalam kepentingan masyarakat (negotiator)
4. Pemimpin yang
memiliki keberanian yang luar biasa, berani memutuskan, dan mengatakan
kebenaran melalui langkah-langkah pengawasan dan tegas dalam membina aparat dan
strata pemerintahan daerah dibawahnya secara berjenjang dari tingkat nasional,
provinsi, kabupaten/kota sampai ke desa/kelurahan.
.
Sumber :
BMP ADPU4334; Kepemimpinan; Enceng, dkk.; Universitas Terbuka
DISKUSI 7 :
Diskusikan:
Petunjuk:
- Tanggapan yang
diberikan berdasarkan pemahaman masing-masing mahasiswa dengan
mengacu pada BMP maupun referensi lain yang digunakan (dapat
dituangkan dengan bahasa atau kalimat sendiri seperti
parafrase). Bukan menyalin secara utuh dari
Modul/BMP. Selanjutnya, cantumkan sumber referensi tanggapan Anda.
- Kemukakan
pendapat/argumen Anda dengan berdasar pada konsep dan teori bersumber
dari BMP maupun referensi lain sebagai penunjang, dan juga
berdasarkan pengamatan atau pengalaman praktis tentang kepemimpinan disekitar
Anda (tanggapan yang diberikan bukan merupakan “hasil copy paste”,
hindari plagiarisme).
Indikator penilaian :
Mengemukakan tanggapan
(pandangan/argumentasi) dengan berdasar pada BMP, teori, dan mencantumkan
sumber referensi
PENDAPAT DISKUSI
:
1. Banyak faktor yang menjadikan
munculnya kepemimpinan perempuan menjadi suatu kenicayaan baik karena faktor
internal dengan semakin menguatnya kualitas perempuan itu sendiri maupun faktor
eksternal seperti isu gender dan lain-lain. Kemukakan pandangan Anda mengenai
komponen-komponen yang memperkaya karakteristik kepemimpinan perempuan sehingga
berdaya saing di pasar global!
1. Pembangunan Mental
Merupakan kondisi kejiwaan yang mengandung kesanggupan untuk mengembangkan
kemampuan menghadapi gangguan, ancaman, dalam keadaan bagaimanapun juga, baik
yang datang dari dalam dirinya maupun dari luar dirinya.
2. Ketangguhan Pribadi
Ketangguhan pribadi adalah ketika seseorang berada pada posisi atau dalam
keadaan telah memiliki pegangan prinsip hidup yang kokoh dan jelas. Seseorang dikatakan tangguh ketika ia
memiliki prinsip yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungannya.
Ini berarti bahwa orang yang memiliki ketangguhan pribadi itu mampu untuk mengambil keputusan yang
bijaksana dengan menyelaraskan antara prinsip yang dianut dengan kondisi
lingkungannya, tanpa harus kehilangan pegangan hidup.
3. Ketangguhan Sosial
Ketangguhan sosial adalah kecakapan untuk menentukan bagaimana kita
menangani hubungan sosial atau bagaimana kita menyikapi interaksi sosial antara
kita. Dalam membangun ketangguhan sosial ini, maka ada dua aspek yang paling
menentukan, yaitu empati dan keterampilan sosial.
2. Apa yang dimaksud
dengan manajer ahli dalam paradigma baru kepemimpinan? Kemukakan argumentasi Anda!
Adalah Manajer sebagai pemimpin ahli dan handal yang
harus memiliki pengetahuan-pengetahuan seperti berikut ini :
1. Menghargai
Kompetensi serta mempunyai hasrat daya cipta akan suatu kreasi yang unik dan
mengesankan bagi diri, organisasi, dan lingkungannya.
2. Andal atau
ahli dalam memahami berbagai perbedaan tingkat perkembangan suatu proses
perubahan dan mampu berurusan dengan segala situasi, kondisi, dan pelbagai
kalangan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses perubahan tersebut.
3. Memiliki
wilayah kekuasaan yang ruang lingkup pengetahuan untuk mengembangkan karir
pribadinya, pihak lain, organisasi dan
kemaslahatan umum.
4. Mempunyai
komitmen untuk menjaga keberlangsungan kehidupan, tradisi-tradisi, hasil budaya
serta sejarah manusia masa kini dan yang akan datang dengan bertumpu pada
kelestarian alam.
5. Dinamika
organisasi dan masyarakat yang berubah terus menerus dari suatu kondisi ke
kondisi lainnya.
6. Memahami
bahwa segala sesuatu saling berhubungan dengan sesuatu yang lain.
Sumber :
BMP ADPU4334; Kepemimpinan; Enceng, dkk.; Universitas Terbuka
Diskusikan:
(Untuk menjawab pertanyaan ini Anda harus ingat bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada sifat organisasi, tugas dan para pengikut. Dalam kaitan dengan kekuasaan, keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada cara bagaimana kekuasaan itu digunakan).
(Anda harus memahami hasil-hasil dari suatu usaha mempengaruhi terutama pengertian komitmen. Kemudian, Anda harus ingat berbagai taktik mempengaruhi yang telah dibahas di modul ini)
Petunjuk:
- Tanggapan yang diberikan berdasarkan pemahaman masing-masing mahasiswa dengan mengacu pada BMP maupun referensi lain yang digunakan (dapat dituangkan dengan bahasa atau kalimat sendiri seperti merangkum atau parafrase). Bukan sekedar menyalin secara utuh dari Modul/BMP. Selanjutnya, cantumkan sumber referensi tanggapan Anda.
- Kemukakan pendapat/argumen Anda dengan berdasar pada konsep dan teori bersumber dari BMP maupun referensi lain sebagai penunjang, dan juga berdasarkan pengalaman praktis tentang kepemimpinan disekitar Anda (tanggapan yang diberikan bukan merupakan “hasil jiplakan atau copy paste”).
Selamat berdiskusi.
Petunjuk dalam mengerjakan soal :
Dalam menjawab soal ini, silakan pergunakan BMP ADPU 4334/Kepemimpinan, teori dari sumber lain (buku atau jurnal).
Kriteria penilaian dalam tugas ini adalah :
Selamat mengerjakan tugas. Perhatikan batas waktu pengiriman tugas, dan pastikan bahwa tugas Anda sudah tersubmitted, serta file tugas dalam bentuk doc/docx hanya diunggah pada tempat unggah tugas pada Tuton ini.
Semoga berhasil.
PENYELESAIAN
TUGAS 2 :
1.
Uraikan bagaimana kiat
manajemen bagi pemimpin yang sedang mengalami krisis!
Di dalam dunia kerja, bukan
hanya tantangan yang akan kita hadapi, namun juga beberapa keuntungan lainnya
yang dapat diraih setelah menghadapi semua ujian tersebut. Penting bagi kita
untuk menjadi seorang yang visioner agar kita dapat memvisualisasikan masa
depan karier atau bisnis kita.
Beberapa krisis yang
terjadi perlu dikelola dengan perasaan empati yang tinggi. Apabila kita
menghadapi setiap permasalahan dan krisis yang ada tanpa rasa empati, maka
semuanya akan semakin kacau balau. Sebagai contoh, jika perusahaan kita tersangkut masalah dan itu memang kesalahan
dari perusahaan kita, maka solusi ampuh
yang paling tepat adalah meminta maaf dengan setulus hati kepada pihak yang
dirugikan.
Kebanyakan para perusahaan
dan bisnis yang sedang mengalami krisis atau membuat suatu kesalahan, mereka
memiliki divisi hubungan masyarakat (humas) yang sangat defensif untuk membela
dan menutup-nutupi kesalahan yang telah diperbuat oleh perusahaan mereka.
Mereka menutupinya dengan sangat baik. Bahkan, tidak sedikit perusahaan yang
mencoba ‘menutup mulut’ dari para klien agar tidak membeberkan permasalahan
yang ada kepada awak media.
Apabila krisis terjadi
karena kesalahpahaman dari pelanggan atau pelanggan sudah terpengaruh dengan
kesan-kesan buruk terhadap perusahaan Anda, yang sudah terlanjur tersebar di
media sosial, maka jangan khawatir. Ada cara lain yang dapat di lakukan dalam
hal ini yaitu, dengan membuat acara atau dukungan-dukungan lainnya yang dapat
mengubah pandangan para pelanggan terhadap perusahaan dan bisnis kita.
Dalam mengambil tindakan,
kita juga perlu bersikap tenang. Tujuannya, agar tindakan yang kita ambil
bukanlah cerminan dari sikap gegabah kita. Saat keadaan kritis datang
menghampiri kita, jangan langsung mengambil tindakan di lima menit pertama.
Luangkanlah waktu untuk berpikir selama 15 hingga 20 menit, berpikir dengan
tenang sampai kita bisa mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan keadaan
kritis tersebut.
2.
Uraikan secara teoritis
konsep kepemimpinan transformasional dan contoh disekitar Anda dalam
prakteknya!
ร Johnson and Johnson (1997,hal 208) menjelaskan bahwa
Kepemimpinan Transformasional selalu berusaha menciptakan suasana kekeluargaan
didalam dan diantara bawahan/anggota organisasi, dengan saling melindungi satu
dengan yang lainnya, dan saling mendukung untuk mengaktualisasikan visi yang
menguntungkan.
Kepemimpinan
Transformasional adalah pendekatan kepemimpinan dengan melakukan usaha mengubah
kesadaran, membangkitkan semangat, dan mengilhami bawahan/anggota organisasi
untuk mengeluarkan usaha ekstra dalam mencapai tujuan organisasi, tanpa merasa
ditekan atau tertekan.
Contoh
Kepemimpinan Transformasional adalah pada Figur Ignasius Jonan pada saat
diberi mandat sebagai Direktur PT Kereta Api Indonesia;
Jonan
optimis untuk melakukan perubahan pada perusahaan. Dengan adanya visi yang
sudah jelas, Jonan kemudian menyusun strategi-strategi dalam melakukan
perbaikan. Strategi awalnya dalam melakukan transformasi adalah dengan
melakukan pembenahan di sisi internal perusahaan, yakni mengubah mindset
karyawan dari product-oriented menjadi customer-oriented.
3.
Jelaskan dua
kecenderungan gaya atau karakter pemimpin dalam melakukan perannya sebagai
pemimpin!
ร 1. Kepemimpinan yang
berorientasi Tugas
Karakter kepemimpinan ini mengutarakan efektivitas
organisasi melalui pelaksanaan tugas/pekerjaan secara tepat/benar, tanpa
membuat kesalahan. Kepemimpinan dengan orientasi ini memiliki kecendrungan pada
pengimplementasian gaya atau perilaku yang termasuk dalam tipe kepemimpinan
otoriter.
ร 2. Kepemimpinan yang
berorientasi Hubungan Kerja Sama
Karakter kepemimpinan ini dalam
mewujudkan pekerjaan mengutamakan interaksi timbal balik antara pimpinan dengan
anggota organisasi/bawahan berdasarkan hubungan manusiawi yang hormat
menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lain sebagai satu kesatuan.
Pemimpin dengan orientasi inisangat terbuka pada partisipasi anggota
organisasi, yang selaras dengan tipe kepemimpinan Demokratis.
Daftar Pustaka :
BMP ADPU4334; Kepemimpinan;
Enceng,dkk; Universitas Terbuka
https://www.studilmu.com/blogs/details/5-cara-manajemen-krisis-ala-pemimpin-hebat