Tampilkan postingan dengan label adbi4441. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adbi4441. Tampilkan semua postingan

Diskusi 8 Tutorial Online Praktik Bisnis di Indonesia (ADBI4441)

 


DISKUSI 8 :

Banyak orang beranggapan bahwa investasi di properti merupakan hal yang sangat menguntungkan dan berisiko rendah. oleh karenanya, perusahaan properti salah satu industri yang tidak terlalu terdampak terhadap adanya pandemi covid 19 sekarang ini.

Bagaimana menurut pendapat Anda terhadap pernyataan di atas?

Diskusikan dengan teman lain, dan berikan tanggapan terhadap pendapat teman lain, sehingga terjadi diskusi yang mendalam. Berikan argumentasi yang ilmiah dalam memberikan tanggapan, sehingga terjadi sharing pengetahuan. Jangan takut salah dalam memberikan tanggapan, karena kita semua dalam proses belajar.

Selamat berdiskusi.

 

PENDAPAT DISKUSI :

Pandemi Covid 19 menghantam perekonomian Tanah Air. Uniknya, ada satu sektor yang tetap bergairah di tengah Pandemi Covid-19, Properti Meski turut terkena dampak pandemi Covid-19, usaha bidang properti mengalami tren kenaikan. Terutama di penjualan properti level menengah.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengungkapkan, ada tren kenaikan penjualan properti di level menengah selama Agustus-Desember 2020. Kenaikan penjualan yang menurut dia besar-besaran ini, membuat sektor properti secara nasional tetap tumbuh di angka satu koma selama pandemi Covid-19.

Masa pandemi Covid-19 suka tidak suka beberapa perusahaan telah mengubah pola kerja. Karyawan tak melulu harus datang. Tapi bisa bekerja dari rumah atau istilah kerennya adalah Work from Home (WFH).

Pengembang Properti menangkap peluang tersebut. Mereka mendirikan rumah yang nyaman dan dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung karyawan bekerja dari rumah. Work from Home, lingkungan yang nyaman tentu yang mereka cari. Properti yang memiliki fasilitas internet, jaringan listrik yang baik, juga penerangan jalan umum. Taman-taman sudah jadi, lapangan olahraga sudah jadi. Pokoknya lingkungannya sudah tertata, salah satu pertimbangan Konsumen membeli properti.

Selain itu peran perbankan dengan kemudahan memberikan pembiayaan kredit properti salah satu faktor yang membuat bisnis properti tetap begairah disaat Pandemi Covid-19 saat ini.

Sumber :

https://www.liputan6.com/news/read/4476379/kokohnya-sektor-properti-di-tengah-pandemi-covid-19-dan-resesi

Diskusi 7 Tutorial Online Praktik Bisnis di Indonesia (ADBI4441)

 


DISKUSI 7 :

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupaan kegiatan ekonomi yang utama dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan karena mudah dilakukan masyarakat. Namun pada saat ini UMKM merupakan salah satu sektor yang terdampak adanya pandemi covid 19, sehingga perlu adanya penanganan khusus dari semua pihak. Salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah rendahnya daya saing produknya. 

Bagaimana pendapat Anda terhadap pernyataan di atas?

Diskusikan pendapat Anda dengan teman lainnya, dan berikan tanggapan terhadap pendapat teman lain. Berikan argumentasi yang ilmiah dalam memberikan tanggapan, sehingga terjadi saling bertukar pengetahuan. Jangan takut salah dalam memberikan tanggapan, karena kita semua sedang dalam proses belajar.

Selamat berdiskusi...

 

PENDAPAT DISKUSI :

Terkait dengan dampak Pandemi Covid-19 terhadap UMKM tidak terlepas pada salah satu faktor masih lemahnya daya saing UMKM selama ini dalam persaingan memasarkan produknya. Rata-rata kapasitas UMKM dalam bidang manajemen usaha sangat lemah. Bahkan untuk penataan administrasi usaha sama sekali tidak dilakukan dengan baik. Termasuk pencatatan keuangan usaha.

Rendahnya kapasitas pelaku UMKM telah menyebabkan kemampuan mereka bersaing di pasar bebas mengalami hambatan. Bahkan banyak UMKM yang gulung tikar, belum lagi kualitas produk yang kurang kompetitif.

Tidak Menguasai Pasar

Pada umumnya UMKM melakukan kegiatan usaha belum sampai pada tingkat mengelola sebagai sebuah bisnis. Mereka hanya menciptakan sebuah kegiatan yang memberikan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kata lain bisa dikatakan, mereka melakukan kegiatan tersebut sebagai mata pencaharian. Sehingga targetnya hanya agar ada uang belanja sehari-hari.

Kondisi itu membuat pengelolaan usaha secara manajerial yang baik menjadi kurang maksimal. Termasuk didalamnya kapasitas pemahaman pasar yang rendah. Mereka tidak dapat menjelaskan secara pasti siapa calon pembeli produk-produknya. Bagaimana membidik segmen pasar yang dituju, bagaimana perilaku konsumen dalam membuat keputusan pembelian, dan lain sebagainya.

Akibatnya produk UMKM menjadi kurang mendapat perhatian pasar. Karena tidak jelas siapa segmen pasarnya. Sedangkan UMKM sendiri jarang berpikir bagaimana merancang sebuah strategi pasar yang terencana, terstruktur, dan sesuai dengan keinginan pasar. Sehingga menyebabkan tidak fokus dalam sistem pemasaran produk. Atau penjualan dengan cara yang tidak tepat.

Sumber :

https://www.ajnn.net/news/5-penyebab-utama-umkm-indonesia-sulit-bersaing-di-pasar-bebas/index.html.

MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

SEMESTER SATU ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DUA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TIGA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER EMPAT ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER LIMA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER ENAM ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TUJUH ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DELAPAN ADMINISTRASI BISNIS

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »