ANALISIS LAPORAN KEUANGAN - 37 (ADBI4532) - ADB

 

DAFTAR ISI :

TINJAUAN MATA KULIAH :
MODUL 1 : RUANG LINGKUP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
MODUL 2 : ANALISIS AKUNTANSI
MODUL 3 : ANALISIS KEGIATAN INVESTASI
MODUL 4 : ANALISIS KEGIATAN PENDANAAN
MODUL 5 : ANALISIS KEGIATAN OPERASI
MODUL 6 : ANALISIS ARUS KAS
MODUL 7 : PERAMALAN DAN PENILAIAN
MODUL 8 : ANALISIS KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT DAN METODE ALTMAN Z-SCORE
 


MODUL 1 : RUANG LINGKUP ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

KB 1 : Laporan Keuangan

Pada akhir periode pelaporan keuangan (bulanan, triwulan, semester, atau tahunan) perusahaan diharuskan menyiapkan laporan yang menginformasikan semua aktivitas bisnis yang dilakukannya; baik kegiatan investasi dan pendanaan, maupun kegiatan operasional untuk tiap periode tertentu.
Dalam laporan ini kegiatan investasi dan pendanaan dilaporkan perusahaan dalam Neraca (Balance Sheet) dan Laporan Perubahan Modal (Statement of Owners Equity).
Sedangkan Kegiatan Operasional dilaporkan dalam Laporan Laba Rugi  (Loss and Income Statement).
Untuk melengkapi ketiga laporan itu, perusahaan juga perlu membuat Laporan Arus Kas. Laporan ini berisi informasi yang menggambarkan kegiatan investasi, operasi, dan pendanaan dengan menggunakan basis kas (cash basis).

Berikut ini jenis-jenis laporan keuangan berikut contohnya yang akan digunakan dalam melakukan analisis laporan keuangan :


Neraca 

Seringkali Neraca disebut sebagai Laporan posisi keuangan perusahaan. Hal ini tentu saja cukup beralasan sebab informasi yang ada di neraca melaporkan nilai aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik perusahaan pada posisi tanggal tertentu (pada umumnya dibuat pada akhir tahun atau per 31 Desember).
Neraca juga memberikan informasi tentang sifat dan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan (aktiva), sumber pendanaan yang datang dari kreditor (kewajiban), dan sumber  yang datang dari pemilik perusahaan (ekuitas pemilik).

Neraca memiliki tiga komponen dari struktur keuangan perusahaan, yaitu aktiva (assets), kewajiban (liabilities) dan ekuitas pemegang saham (pemilik perusahaan).
Aktiva disebut juga sebagai harta perusahaan (assets) merupakan sumber daya yang digunakan oleh manajemen untuk menghasilkan laba melalui kegiatan operasinya. Dengan demikian aktiva (assets) dapat dikatakan sebagai semua milik (kekayaan) dari suatu entitas bisnis yang dapat dinilai dengan uang, baik yang berwujud (tangible) maupun yang abstrak atau bersifat tidak berwujud (intangible). Aktiva ini di neraca ditempatkan di sebelah kiri dan dikelompokkan menjadi aktiva lancar (kas, efek, wesel tagih, piutang dan persediaan) aktiva tetap (tanah, gedung, dan alat transportasi) dan aktiva tak berwujud (goodwill, patent, dan trade mark).

Disebelah sisi kanan neraca disebut pasiva. Sisi pasiva sering dikatakan sebagai sumber pendanaan perusahaan. Oleh karena itu pasiva terdiri dari dua pos yaitu iabilities (kewajiban atau utang, dan ekuitas modal milik perusahaan). Kewajiban merupakan sumber pendanaan yang diperoleh perusahaan dari pihak kedua (kreditor, supplier).
Kewajiban sendiri terbagi atas utang lancar (utang dagang, utang bank, sewa diterima dimuka), dan utang jangka panjang (hipotik dan obligasi). Sedangkan ekuitas pemegang saham (pemilik perusahaan) mencerminkan pendanaan yang datang dari pemilik perusahaan dan jumlah laba yang tidak dibagikan (tidak diambil) kepada pemilik. Dari kaca mata pemilik, ekuitas ini mencerminkan berapa nilai aktiva yang menjadi haknya.

Aktiva dan kewajiban diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama : bagian lancar dan tidak lancar. Aktiva lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat dikonversikan menjadi kas atau digunakan dalam proses operasi dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi (mana yang lebih panjang). Demikian halnya dengan kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan diselesaikan pelunasannya dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus operasi (mana yang lebih panjang). Sedangkan yang tergolong tidak lancar adalah yang masa tenggangnya lebih dari satu periode akuntansi.

Data yang terdapat dalam neraca banyak memberi manfaat kepada penggunaannya antara lain :
1. Menyediakan basis data finansial untuk menghitung tingkat pengembalian perusahaan (return on assets dan return on equity).
2. Dapat digunakan untuk mengevaluasi struktur permodalan yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu menilai likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

Neraca memiliki keterbatasan :
1. Nilai Historis
Hampir semua aktiva dan kewajiban dilaporkan pada nilai historisnya. Dengan demikian, informasi yang disajikan dalam neraca dinyatakan kurang memiliki kualitas informasi relevansi karena tidak menyajikan aktiva dan kewajiban pada nilai pasar saat ini.
2. Estimasi dan pertimbangan.
Estimasi dan pertimbangan digunakan dalam melaporkan banyak komponen neraca. Misalnya estimasi cadangan piutang tidak tertagih, besaran beban depresiasi, dan besaran estimasi beban garansi. Dengan demikian, informasi yang disajikan untuk komponen-komponen tersebut menjadi kurang dapat diandalkan.
3. Tidak bisa menampilkan semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Banyak komponen lain yang sebenarnya merupakan sumber daya bagi perusahaan, namuntidak dapat ditampilkan dalam neraca. Misalnya pengetahuan dan kemampuan pegawai. Hal ini terjadi karena adanya kesulitan untuk melakukan pengukuran.



Laporan Perubahan Modal

Laporan ini menunjukkan perubahan modal suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Untuk perusahaan dengan bentuk perseroan, laporan ini disebut sebagai Laporan Perubahan Ekuitas Pemegang Saham. Laporan ini bermanfaat untuk mengindentifikasi penyebab peruabahan ekuitas pemilik perusahaan atas nilai aktiva yang menjadi haknya (aktiva bersih).



Laporan Laba Rugi

Adalah Laporan yang menyajikan kegiatan operasi yang dilakukan perusahaan untuk periode tertentu. Laporan ini menyajikan informasi mengenai pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian yang dialami perusahaan untuk periode tetentu. Pengguna laporan keuangan menggunakan informasi laporan laba rugi untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai perusahaan dan memberikan gambaran tentang pencapaian arus kas di masa datang.

Laba yang dihasilkan merefleksikan tingkat profitabilitas yang dicapai oleh perusahaan. Yang bisa dijadikan sebagai indikator tingkat profitabilitas, antara lain :
1. Marjin kotor (profit margin/gross margin)
2. Laba operasi
3. Laba sebelum pajak
4. Laba dari operasi berlanjut

Satu hal yang harus digarisbawahi adalah laba diperhitungkan dengan menggunakan basis akrual. Dengan basis akrual ini, pendapatan diakui saat perusahaan menyerahkan barang atau jasa, tanpa melihat apakah kasnya telah diterima atau belum.

Beberapa manfaat yang diperoleh dari Laporan Laba Rugi adalah menyediakan informasi :
1. Untuk mengevaluasi kinerja perusahaan di masa lalu
2. Sebagai basis untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang
3. Untuk menilai resiko pencapaian arus kas di masa yang akan datang.

Meskoipun demikian, laporan laba rugi memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
1. Komponen yang tidak bisa terukur dengan cara yang dapat diandalkan tidak dilaporkan dalam laporan laba rugi. Contohnya adalah meningkatnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan yang sebenarnya merupakan keuntungan tidak bisa dilaporkan dalam laporan laba rugi.
2. Besaran laba bersih yang dilaporkan akan sangat tergantung dari yang digunakan oleh perusahaan. Contohnya adalah penghitungan harga pokok penjualan yang akan memberikan nilai yang berbeda jika perusahaan yang sama menerapkan metode penilaian persediaan yang berbeda.
3. Besaran laba bersih yang dilaporkan juga akan sangat tergantung dari pertimbangan dan estimasi yang digunakan oleh perusahaan. Contohnya adalah penetapan umur ekonomis aktiva tetap untuk menentukan besaran beban depresiasi.



Laporan Arus Kas

Laba yang dihasilkan oleh perusahaan tidak akan identik dengan jumlah kas bersih yang diterima oleh perusahaan. Hal ini disebabkan karena penggunaan basis akrual yang digunakan sebagai basis pelaporan laba berbeda dengan basis kas. Karena adanya kebutuhan untuk tersedianya informasi tentang arus kas masuk dan keluar (cash flow), maka perusahaan diharuskan menyajikan laporan arus kas sebagai pelengkap informasi yang disajikan oleh laporan laba rugi.

Laporan arus kas memberikan informasi tentang aliran kas masuk dan keluar perusahaan untuk periode tertentu. Untuk tujuan ini, laporan arus kas mengelompokkan penerima dan pengeluaran kas berdasarkan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.
1. Arus kas dari aktivitas operasi
2. Arus kas dari aktivitas investasi
3. Arus kas dari aktivitas pendanaan

Beberapa manfaat dari Laporan Arus Kas adalah menyediakan informasi untuk :
1. Mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas di masa yang akan datang
2. Mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dan membayar dividen kepada pemegang saham
3. Melihat alasan perbedaan antara laba bersih dan arus kas operasi
4. Mengenai transaksi kas dan non-kas untuk kegiatan investasi dari kegiatan pendanaan selama periode tertentu

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa untuk menyusun laporan arus kas digunakan prinsip cash basic (basis tunai) yang maksudnya adalah :
1. Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat transaksi terjadi atau saat penjualan terjadi (sebab pada umumnya perusahaan melakukan sistem penjualan tunai dan kredit)
2. Semua biaya baru diakui pada saat kas atau uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya itu timbul.
3. Semua biaya-biaya yang tidak mengeluarkan uang atau kas (non cash charges), seperti biaya penyusutan dan amortisasi tidak diperhitungkan.



KB 2 : Analisis Laporan Keuangan

Manajemen perusahaan adalah pihak yang ber6tanggungjawab atas pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya yang dikelola ini harus bisa memberikan nilai bagi pihak yang menitipkan modal kepada perusahaan, dalam hal ini pemilik perusahaan atau pemegang saham. Sumber daya ini kemudian digunakan oleh manajemen dalam kegiatan sehari-harinya yang bisa digolongkan ke dalam tiga aktivitas : kegiatan pendanaan, kegiatan investasi, dan kegiatan operasi.

Dalam kegiatan pendanaan, perusahaan melakukan pengelolaan sumber dan yang diterima oleh perusahaan. Sumber dana ini bisa bersumber dari kreditor sebagai pinjaman dan bersumber dari pemilik perusahaan sebagai modal. 
Dalam kegiatan investasi, perusahaan melakukan pemanfaatan dana yang telah diterimanya dari kegiatan pendanaan ke dalam berbagai jenis sumber daya (aktiva).
Dalam kegiatan operasi, manajemen perusahaan akan menggunakan sumber daya (aktiva) yang ada tersebut untuk menghasilkan keuntungan.
Tiga kegiatan ini kemudian dipertanggungjawabkan oleh perusahaan ke dalam laporan yang kita sebut sebagai laporan keuangan : Neraca, Laporan Perubahan Modal, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas.

Laporan Keuangan memberikan ikhtisar atas konsekuensi ekonomi atas aktiva usaha yang dilakukan oleh perusahaan. Aktiva usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut diproses dalam sistem akuntansi untuk selanjutnya diagregasi dan dilaporkan dalam bentuk laporan keuangan.

1. Karakteristik Sistem Akuntansi

Salah satu karakteristik utama laporan keuangan perusahaan adalah penggunaan basis akrual dalam proses penyusunannya.