Tampilkan postingan dengan label semester tujuh administrasi bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semester tujuh administrasi bisnis. Tampilkan semua postingan

SOAL TAP ILMU ADMINISTRASI BISNIS (ADBI4500) / 21 DESEMBER 2024

 

UJIAN ONLINE URAIAN

TUGAS AKHIR PROGRAM (TAP)

(ADBI4500)


MOBIL LISTRIK GENERASI BARU DI DUNIA OTOMOTIF


PT STUW Motor Indonesia (Wining) adalah sebuah perusahaan otomotif negara tirai bambu pertama yang membangun pabrik di Indonesia. Dengan tingkat petumbuhuhan penduduk yang tinggi serta potensi pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan, menjadikan Indonesia pasar yang tepat untuk berinvestasi dan penyerapan tenaga kerja berkelanjutan. Keseriusan dibuktikan dengan investasi sebesar US$ 700 juta serta membangun konstruksi pabrik 60 hektar. Wining juga memiliki tenaga kerja ahli dan terlatih, serta pengelolaan sumber daya manusia terdepan.Mengusung "The Wining Way : .......... ingin menggerakkan manusia ke ........ dengan menyediakan mesinnya. Wining yakin ................... yang lebih baik melalui kualitas produk otomotif, tanpa henti memahami pasar, lanskap maupun ........ dari komunitas yang senantiasa berubah.

Sejak mengoperasikan pabriknya di Indonesia pada tahun 2017, Wining telah memproduksi mobil sebanyak 146 ribu unit untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Pada kurun tujuh tahun terakhir ini Winig menghadirkan 7 lini produk mobil penumpang dari segmen ICE (Internal Combustion Engine / Mesin Pembakaran Dalam), hybrid, dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Seluruh lini produk Winig tersebut pun diproduksi di pabrik Winig di Indonesia. Winig telah didukung 150 dealer yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk melayani penjualan dan purna jual bagi konsumen. Bahkan di lini bisnis EV, Wining menjadi pabrikan yang mendominasi pasar kendaraan listrik nasional. Di segemen EV yang kini semakin ketat, Wining berhasil meneguhkan posisinya dengan torehan angka penjualan lebih dari 20 ribu unit di Indonesia .......... Dengan angka tersebut, Wining EV pun mendominasi segmen kendaraan listrik Tanah Air dan  ............. sebesar 52% dan sejak awal tahun hingga Juni 2024, Prestasi tersebut menjadikan Wining sebagai brand EV nomor 1 di Indonesia.

Wining EV ABC Stories, yang merupakan lini kendaraan listrik terdiri dari Alpha EV, Beta EV, dan Charlie EV. Alpha EV yang diluncurkan pada Agustus 2022 menjadi model EV pertama dengan dimensi yang compact. Mobil listrik ini hadir sebagai solusi ideal bagi masyarakat perkotaan dengan gaya hidup modern yang menginginkan kendaraan prkatis dan ramah lingkungan. Mobil listrik kedua Wining, Beta EV, mengusung desain ikonik yang mencerminkan gaya hidup modern dan dinamis, menjadikannya pilihan sempurna bagi para konsumen yang ingin tampil beda di setiap perjalanan. Rangkaian terakhir dalam ABC Stories adalah 'C' untuk Charlie EV yang melengkapi lini kendaraan listrik Wining. Kendaraan listrik yang dirancang sebagai medium hatchback ini  menawarkan kenyamanan ekstra berkait kabin yang luas dan desain interior ergonomis untuk memastikan kenyamanan optimal bagi pengemudi dan penumpang. Ketiganya hadir sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Seluruh lini Wining EV ini diproduksi di Cikarang, Jawa Barat dan dukungan Wining dalam program pemerintah mengenai percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.

Selain pasar domestik, Wining juga membukukan ekspor sebanyak 5.500 unit yang dikapalkan ke 14 negara tujuan ekspor. Sepertiga dari jumlah ekspor tersebut merupakan kendaraan listrik. Jal ini menjadikan Wining sebagai produsen otomotif Indonesia satu-satunya yang  ......... utuh ke mancanegara.

Di Indoensia Wining melengkapi setiap kendaraan listriknya dengan Lifetime Core EV Components Warranty untuk memberikan pengalaman kepemilikan mobil listrik yang bebas khawatir. Wining pun merupakan brand EV pertama di Indonesia yang berani mewujudkan program garansi seumur hidup komponen utama kendaraan listrik. Kedepannya, Wining juga akan terus memperkuat EV dan pendukungnya baik melalui produk, layanan hingga charging ecosystem. Di masa transisi ini, Wining juga terus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Wining pun akan menjadi basis ekspor bagi pasar kendaraan setir kanan dan akan ada inovasi baru yang dapat mewarnai industri otomotif.

Sumber : (Berbagai sumber dan dimodifikasi)



SOAL :

1. Menurut Schroeder (2000), terdapat tiga cara mendasar untuk meninjau proses pengenalan produk baru, yakni Need Pull, Technology Push, dan Interfunctional. (SKOR : 20)
a. Jelasakan perbedaan ketiga proses pengenalan produkbaru tersebut ?  
b. Pada saat awal peluncuran mobil listrik dilakukan oleh Wining, proses apa yang digunakan Wining dalam pengenalan produk baru .........

2. Dalam memasarkan produknya , Wining melihat adanya potensi pasar yang besar untuk mobil listrik (EV) di Indonesia. Berdasarkan wacana di atas, jelaskan  (SKOR : 20)
a. Target pasar dari produk mobil listrik (EV) Wining !
b. Positioning produk dari mobil listrik (EV) Wining !

3. Saat ini Wining menguasai market share mobil listrik (EV) di Indonesia. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan adanya berbagai tawaran menarik dari pesaing kepada para tenaga ahli dan karyawan Wining untuk bekerja di perusahaaan kompetitor.
Sebagai Manajer Bidang Sumber Daya Manusia, perlu dilakukan upaya untuk mempertahankan tenaga ahli dan karyawan supaya tetap bekerja bersama Wining. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kompensasi. Dari sisi kompensasi, apa yang akan anda lakukan untuk menjaga agar tenaga ahli maupun karyawan tetap bertahan di Wining?  (SKOR : 20)

4. Wining merupakan perusahaan asal negeri tirai bambu yang membuka pabrik otomotifnya di Indonesia. Keputusan ini sudah tentu mempertimbangkan berbagai hal yang terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan. Posisikan anda sebagai pemilik dari Wining, peluang apa yang menjadikan anda memutuskan membuka pabrik Wining di Indonesia?  (SKOR : 20)

5. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Wining memerlukan tambahan modal kerja, dengan menunjukkan data sebagai berikut 
1) Tingkat perputaran persediaan terjadi sebanyak 4 kali dalam setahun
2) Rata-rata jangka waktu piutang dagang adalah 60 hari, dan jangka waktu utang dagang rata-rata 40 hari.
3) Tingkat penjualan diproyeksikan sebesar Rp 2 trilyun/tahun.
4) Diasumsikan bahwa Harga Pokok Produk yang ........... 85% dari penjualan, dan pembeliannya sebesar 75% dari Harga ..................... yang terjual, dan perhitungan 1 tahun adalah 365 hari. 

Berdasarkan data tersebut diatas, hitunglah :
a. Berapa besar Operating Cycle perusahaan tersebut
b. Berapa besar Cash Conversion Cycle perusahaan tersebut.
c. Berapa besar modal kerja yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
(SKOR : 20)



SOAL TAP ILMU ADMINISTRASI BISNIS (ADBI4500) / 15 AGUSTUS 2020

 

DEA VALENCIA DIBALIK JAHITAN "BATIK KULTUR"

Tanggal 23 Maret 2019 tidak akan terlupakan bagi Dea Valencia. Saat itu, untuk pertama kalinya, Dea mempersembahkan peragaan busana Batik Kultur hasil kerja keras rekan-rekannya para pekerja difabel dan nondifabel. Bertempat di Kaca Coffe & Eatery, Sudirman Jakarta Pusat, Dea mentyuguhkan Tema "Behind The Seams" (Dibalik Jahitan) sekaligus menandai pembukaan gerai Batik Kultur di Jakarta yang terletak di Kaca Coffe & Eatery tersebut.

Kehadiran Perempuan kelahiran Semarang, 14 Februari 1994, di Industri fashion sejak awal memang sudha menarik perhatian. Ketika mengembangkan Batik Kultur delapan tahun lalu, saat masih berusia 17 tahun Dea sudah mencuri perhatian dengan pilihan desain batik yang unik : hanya memberikan aksen pada kain bersiluet sederhana melalui penempatan yang unik lukisan batik kupu-kupu, bunga-bunga, atau burung-burung agar tampilan keseluruhan tak tampak berat.

Dea mengatakan bahwa semua adalah proses panjang, dan saat ini Dea sudah sampai tahap memantapkan pekerjaan dengan berbagai idealisme yang sempat tertunda. Seperti Idealisme memperkerjakan kalangan disabilitas, baginya mmembutuhkan keyakinan besar bahwa mereka mampu. Ia berkeyakinan, para penyandang disabilitas pasti memiliki semangat juang yang tinggi melebihi dugaan banyak orang. "Semangat itu harus di akomodir agar mereka mau terus belajar", ujarnya (Catatan: difabel, disabilitas, atau keterbatasan diri dapat bersifat fisik, kognitif, mental, sensorik, emisional, perkembangan atau beberapa kombinasi dari ini).

Dea menceritakan, awal perkenalannya dengan kalangan disabilita dimulai tahu 2013 ketika ia berkunjung ke salah satu pemasok di daerah Ungaran, Jawa Tengah. Saat itu, Dea tergerak melibatkan mereka dalam pekerjaan, bukan untuk tugas seperti: Urusan administrasi, pasang aplikasi, dan pasang payet; melainkan untuk urusan menggambar batik dan menjahit.

" Ya, memang berproses. Mula-mula hanya memperkerjakan tiga penyandang disabilitas. Lambat laub bertambah terus hingga sekarang mencapai 50 orang. "Kami menganggap mereka seperti karyawan lainnya yang normal. Mereka memiliki tugas yang berbeda-beda, antara lain : menjahit, menjaga toko, dan menjadi fotografer produk. Ketika mereka salah, juga dimarahin," lanjutnya. Dan terbukti, hal ini (dimarahi) berdampak positif ketimbang cuma dikasihani.

Menurut Dea, dampak dari memperkerjakan kalangan disabilitas sungguh luar biasa. Yang terutama dirasakannya adalah banyak orang terinspirasi dari mereka. Selain itu, apa yang dilakukannya juga mendorong teman-teman pengusaha lainnya untuk berbuat sesuatu bagi mereka yang kurang beruntung. Dan bagi klaum difabel lainnya, ada optimisme bahwa mereka tetap bisa bekerja dan diterima di lingkungan kerja.

Bagi Batik Kultur, hal itu juga memberikan berkah tersendiri. Bisnis batik yang dikelola Dea, tahap demi tahap berkembang menggembirakan. Meski 50% dari 120 pekerjanya adalah penyandang disabilitas, jumlah produksinya tidak berkurang. Kini selain memiliki 120 pekerja, pihaknya juga menjalin kemitraan di Pekalongan, Sragen, Solo, Cirebon dan Jepara (tenun). Setiap kemitraan itu setidaknya memberdayakan Lima kemitraan tersebut berhasil memproduksi ribuan lembar kain batik setiap tahun. Dengan rentang harga dari Rp. 400 ribu hingga Rp. 2 juta, Batik Kultur telah di ekspor ke Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong. Dikatakan Dea, karena tidak mengikuti iklim summer-spring, seperti produk fashion pada umumnya, ia memang tidak memberikan prioritas besar bagi pasar luar negeri,. "Kami hanya mengikuti event-event di Indonesia, seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Hari Kartini. Cycle itu yang kami ikuti," Katanya. Untuk negara yang memiliki empat musim, tekstur bahan batik memang ada yang tidak cocok untuk musim-musim tertentu. Menurutnya, Batik cocoknya di illim tropis seperti Indonesia. "Jadi, fokus utama kami memang belum ekspor. Kami fokus mengembangkan pasar yang ada di Indonesia karena pasarnya  masih sangat besar sekali untuk di-explore," Dea menjelaskan.

Dalam amalan Dea, saat ini masih banyak orang yang belum suka menggunakan batik karena dianggap terlalu formal dan kaku. Maka, untuk menyasar kaum muda, ia pun membuat motif batik yang tidak terlalu penuh, Batik hanya sebagai aksen kecil, misalnya pada saku. Kemudian, batik tidak selalu berkerah atau lengan panjang, ada juga cutting leher atau off shoulder agar terlihat lebih santai. Untuk memberi kesan pinggang yang lebih ramping, selain lewat potongan baju, juga bisa menggunakan aksen tambahan, misalnya tali ikat. Jadi, seperti ada tali di tengah, bisa diikat sesuai selera.. 

"Intinya, kami tetap ingin fokus di batik tulis dan tidak ada rencana merambah produk lain, seperti tas atau sepatu," ungkap Dea. Ia berharap bisa mempertahankan 50% karyawannya yang merupakan kaum  disabilitas.

Disarikan dari : https://swa.co.id/youngster-inc/entrepreneur-youngsterinc/dea-valencia-di-balik-jahitan-batik-kultur


PERTANYAAN SOAL :

1. Dalam bidang pemasaran, untuk dapat menentukan pasar sasaran (targeting) yang tepat terdapat berbagai macam strategi yang dapat digunakan.

a. Jelaskan 5 macam strategi penentuan pasar sasaran yang dapat dipilih oleh pemasar. (15)

b. Sesuai wacana diatas, identifikasi dan berikan argumen anda strategi manakah yang digunakan oleh Batik Kultur Dea Valencia.  (05)


2. Keberhasilan suatu usaha tidak terlepas dari starategi yang akan diambil. Strategi perusahaan berkaitan dengan kegiatan untuk menentukan seberapa sumber daya yang akan diinvestasikan dalam bisnis yang ada ataupun bisnis baru yang direncanakan.

a. Identifikasi dan jelaskan berbagai macam strategi pertumbuhan yang sering digunakan manajer dalam meraih kesuksesan. (24)

b. Identifikasi strategi-strategi mana yang digunakan Dea Valencia berdasarkan wacana di atas dan berikan argumen anda. (11)


3. Asumsikan usaha Batik Kultur ini sudah semakin berkembang sehingga membutuhkan modal kerja yang besar. Batik Kultur memiliki data sebagai berikut :

1) Tingkat perputaran persediaan terjadi sebanyak 7 kali dalam setahun

2) Rata-rata pembayaran utang dagang selama 35 hari

3) Masa pengumpulan piutang selama 60 hari

4) Tingkat penjualan per tahun diproyeksikan sebesar Rp 1.500 Milyar

5) Jika harga pokok produk terjual sebesar 80% dari penjualan, dan pembelian sebesar 65% dari harga pokok produk terjual, 1 tahun dihitung 365 hari.

Selaku Manajer Keuangan Batik Kultur, Anda diminta untuk :

a. Hitunglah Operating Cycle dan Cash Conversion Cycle perusahaan Batik Kulur.  (10)

b. Hitunglah kebutuhan modal kerja perusahaan Batik Kultur.  (20)


4. Batik Kultur dalam merekrut tenaga kerjanya memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dalam perusahaan. Hal ini tentu saja sudah dipertimbangkan secara matang oleh pihak manajer Batik Kultur dalam mengelola tenaga kerjanya. Salah satu tujuan pengelolaan tenaga kerja adalah untuk meningkatkan produktivitas. Selaku Manajer Sumber Daya Manusia Batik Kultur, Anda diminta untuk menjelaskan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tenaga kerja.  (15)


SKOR TOTAL : 100


DISKUSI 8 TUGAS AKHIR PROGRAM TAP (ADBI4500)

 


DISKUSI 8 :

Asumsikan Perusahaan produk Sweet Sundae Ice Cream membiayai operasional perusahaan dengan salah satu komponen pendanaannya berasal dari saham biasa. Pihak Manajemen keuangan sedang menghitung biaya saham biasa lama (saham yang telah diterbitkan) dan saham  biasa baru yang akan diterbitkan. Saham yang telah dijual ke pasar sekitar 1.500.000 lembar dengan nilai nominal Rp. 4.000,00 per lembar. Saat ini saham tersebut dijual di pasar seharga Rp 10.000,00 per lembar. Perusahaan baru saja membayarkan dividen untuk tahun ini sebesar Rp 500,00 per lembar dan dividen diperkirakan akan tumbuh sebesar 12% per tahun. Jika saham biasa baru diterbitkan saat ini, biaya penerbitan saham diperkirakan sebesar 2,5% dari nilai nominal. Berdasarkan data di atas, hitunglah berapa biaya saham biasa lama dan biaya saham biasa baru tersebut? 

PENDAPAT DISKUSI :

Biaya Saham Biasa Lama :

Untuk menghitung biaya saham biasa lama, kita perlu mengetahui harga pasar saat ini dan dividen yang dibayarkan :

Harga pasar saat ini adalah Rp 10.000,00 per lembar.

Dividen yang dibayarkan adalah Rp 500,00 per lembar.

 

Biaya saham biasa lama dapat dihitung menggunakan rumus :

Biaya Saham Biasa Lama = Dividen / Harga Pasar + Pertumbuhan Dividen

Dalam hal ini, pertumbuhan dividen adalah 12% per tahun.

 
Biaya Saham Biasa Lama = 500 / 10000 + 0.12 = 0.05 + 0.12 = 0.17 atau 17%

Jadi, biaya saham biasa lama adalah 17%.

 

 

Biaya Saham Biasa Baru :

Untuk menghitung biaya saham biasa baru, kita perlu mengetahui biaya penerbitan saham baru.

Biaya penerbitan saham baru diperkirakan sebesar 2,5% dari nilai nominal.

Nilai nominal per lembar saham adalah Rp 4.000,00.

 

Biaya saham biasa baru dapat dihitung menggunakan rumus :

Biaya Saham Biasa Baru = Biaya Penerbitan / Harga Emiten + Pertumbuhan Dividen
 
Biaya Saham Biasa Baru = (0.025 * 4000) / 10000 + 0.12 = 0.1 + 0.12 = 0.22 atau 22%

Jadi, biaya saham biasa baru adalah 22%.

 



Sumber Berpendapat :

 

Materi Tutorial Online Tugas Akhir Program ADBI4500.


TUGAS 3 TUGAS AKHIR PROGRAM TAP (ADBI4500)

 


TUGAS 3 :

 

STRATEGI TELKOM GENJOT PERTUMBUHAN BISNIS TAHUN 2014


Bisnis telekomunikasi pada 2014 diperkirakan akan tumbuh 6% – 8%.  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menargetkan tumbuh di atas pertumbuhan industri. Karena kontribusi PT Telkomsel terhadap penerimaan dan laba Telkom sekitar 70%, maka strategi Telkom adalah ekspansi Telkomsel ke luar negeri. Jika tahun 2013 Telkomsel sudah menginjakkan kakinya di 6 negara, maka tahun 2014 akan bertambah 10 negara lagi. Menurut Dirut PT Telkom Arief Yahya, Ekspansi ke luar negeri menjadi strategi telkom untuk mengembangkan bisnis telkomunikasi Telkom. Telkom menyasar negara-negara yang penduduk Indonesianya cukup banyak. Tahun 2013 sudah ada enam negara, tahun 2014 menjadi 10 negara.

Strategi Telkom sendiri adalah mengutamakan pertumbuhan bisnis dengan mengutamakan yang utama. Di Telkom sendiri pusat pertumbuhan yang utama, yaitu Telkomsel, Indonesia Digital Network. Untuk Telkom, 60% – 70% kontribusi dari revenue dan net profit ada di Telkomsel, maka fokus utama ada di Telkomsel. Pelanggan sendiri saat ini ada 127 juta. Tahun depan Telkom targetkan menjadi 130 juta. Untuk industri sendiri, diperkirakan rata-rata pertumbuhan industri telekomunikasi mencapai 6%. Telkom menargetkan minimal setengah dari jumlah pertumbuhan harus diambil. Dirut PT Telkom Arief Yahya menyatakan bahwa Telkom harus tumbuh di atas pertumbuhan pasar.

 

Telkom berencana melakukan ekspansi ke sepuluh negara. Saat ini, sudah ada enam negara yaitu, Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Austalia, Myanmar dan Malaysia. Dalam semester pertama tahun depan ditargetkan ada dua negara yang menjadi sasaran. Negara yang potensial yaitu, Taiwan, Makau dan Saudi Arabia. Strategi Telkom yaitu ekspansi ke negara-negara yang banyak penduduk Indonesianya karena pasar sudah jelas. Di negara-negara tersebut Telkom bertindak sebagai operator telekomunikasi sehingga warga negara Indonesia yang berada di sana bisa menggunakan Telkomsel. Telkom tidak menggunakan investasi, tetapi Telkom menyewa jaringan yang sudah ada di sana. Biaya sewa disesuaikan dengan jumlah pelanggannya. Misalnya, jumlah pelanggannya satu juta nanti biaya sewa dikalikan dengan argo di negara tersebut.

 

Pembangunan infrastruktur sendiri akan dilakukan sebagai peningkatan pelayanan seperti, peningkatan jumlah BTS. Komposisinya tahun ini 70% BTS 3G dan 30% 2G. Tahun depan 75% 3G dan 25% 2G. Jumlah BTS sendiri akan ditingkatkan sekitar seribu BTS per bulan. Telkom juga berencana investasi ke data. Saat ini, 80% pendapatan dari seluler. Namun, tahun 2018 lebih dari 50% pendapatan dari data. Sehingga, frekuensi-frekuensi yang dialokasikan untuk data menjadi nilai yang sangat tinggi ke depannya. Pendapatan dari paket data Telkom saat ini sekitar 15% – 20% dari total pendapatan. Tahun 2018, ditargetkan pendapatan dari paket data sekitar 40% – 50%.

Sumber: Dimodifikasi dari majalah Swa http://swa.co.id/ceo-interview/strategi-telkom-genjot-pertumbuhan-bisnis-tahun-2014

Agar dapat meraih kesuksesan dalam usaha berbagai strategi perlu untuk dilakukan. Hal ini juga dilakukan oleh Telkom. Berbagai cara dan strategi dijalankan oleh Telkom.

  1. Sebutkan dan jelaskan berbagai macam strategi pertumbuhan yang sering digunakan manajer dalam meraih kesuksesan.
  2. Identifikasi  strategi – strategi mana yang digunakan oleh Telkom berdasarkan wacana di atas dan berikan argumen Anda.

PENYELESAIAN TUGAS :

SOAL NOMOR 1 :

Berbagai macam strategi pertumbuhan yang sering digunakan oleh manajer untuk meraih kesuksesan dapat mencakup:

a.    Pertumbuhan organik:

Meningkatkan penjualan dan keuntungan melalui ekspansi produk, pengembangan pasar, dan inovasi produk atau layanan.

Contoh: Telkom berencana meningkatkan jumlah pelanggan Telkomsel dan pendapatan dari paket data dengan menargetkan 130 juta pelanggan dan meningkatkan pendapatan dari paket data menjadi 40%-50% pada tahun 2018.

b.    Pertumbuhan melalui akuisisi:

Mendapatkan pertumbuhan dengan mengakuisisi perusahaan atau aset lain.

Contoh: Telkom merencanakan ekspansi Telkomsel ke luar negeri dengan mengakuisisi pelanggan di sepuluh negara, terutama negara-negara dengan penduduk Indonesia yang cukup banyak.

c.    Pertumbuhan melalui kerjasama dan aliansi:

Menggandeng pihak lain untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh: Telkom bekerja sama dengan operator telekomunikasi di negara-negara yang ditargetkan, dengan menyewa jaringan yang sudah ada di sana, tanpa melakukan investasi besar.

d.    Diversifikasi produk atau layanan:

Menambahkan produk atau layanan baru untuk mencapai pangsa pasar yang lebih luas.

Contoh: Telkom berencana untuk berinvestasi ke dalam data, meningkatkan pendapatan dari data, dan mengubah komposisi pendapatan dari seluler menjadi lebih seimbang.

e.    Pertumbuhan geografis:

Memperluas kehadiran geografis untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Contoh: Telkom mengambil langkah-langkah untuk ekspansi Telkomsel ke sepuluh negara baru, termasuk Taiwan, Makau, dan Saudi Arabia.

f.     Penetrasi pasar:

Meningkatkan pangsa pasar di pasar yang sudah ada dengan menarik pelanggan baru atau meningkatkan kepuasan pelanggan yang sudah ada.

Contoh: Telkom menargetkan pertumbuhan di atas pertumbuhan industri telekomunikasi secara keseluruhan, dengan fokus pada pertumbuhan bisnis Telkomsel.

 

 

 

 

SOAL NOMOR 2 :

Berdasarkan wacana di atas, Telkom menggunakan beberapa strategi pertumbuhan, antara lain:

a.    Pertumbuhan organik: Dengan meningkatkan jumlah pelanggan Telkomsel dan pendapatan dari paket data.

b.    Pertumbuhan melalui akuisisi: Dengan merencanakan ekspansi Telkomsel ke sepuluh negara baru.

c.    Pertumbuhan melalui kerjasama dan aliansi: Dengan menyewa jaringan yang sudah ada di negara-negara yang ditargetkan, tanpa melakukan investasi besar.

d.    Diversifikasi produk atau layanan: Dengan berinvestasi ke dalam data dan meningkatkan pendapatan dari paket data.

e.    Pertumbuhan geografis: Dengan merencanakan ekspansi Telkomsel ke sepuluh negara baru.


DISKUSI 7 TUGAS AKHIR PROGRAM TAP (ADBI4500)

 


DISKUSI 7 :

 

Perusahaan Prabu Batik merencanakan untuk memperluas usahanya di daerah Kalimantan dengan melakukan investasi. Proyek ini memerlukan investasi senilai Rp 200.000.000,00.  Kas masuk bersih usaha ini ditaksir sebesar Rp 26.000.000,00 per tahun. Diperkirakan ฮฒ = 1,20 dengan rata-rata rasio utang dengan modal sendiri sebesar 1,50. Pajak penghasilan yang ditanggung sebesar 35%. Manajer keuangan Perusahaan  berpendapat bahwa tingkat keuntungan bebas risiko diperkirakan berkisar 9%, dan rata-rata keuntungan portofolio pasar diperkirakan sebesar 15%.

 

Hitunglah NPV investasi tersebut apabila akan didanai sesuai dengan kebijakan rasio utang dengan modal sendiri sebesar 1,0 dan biaya utang sebelum pajak adalah 11%. .


PENDAPAT DISKUSI :

Menghitung Biaya Modal (Cost of Capital) :

Kita akan menggunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC) karena proyek ini akan didanai dengan kombinasi utang dan ekuitas. Rasio utang terhadap ekuitas adalah 1,0, artinya proporsi utang dan ekuitas sama (50% masing-masing).

·       Biaya Ekuitas (Cost of Equity): Kita gunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM).

·                Risk-free rate (Rf) = 9%

·                Market risk premium (Rm - Rf) = 15% - 9% = 6%

·                Beta (ฮฒ) = 1.20

·                Biaya Ekuitas = Rf + ฮฒ * (Rm - Rf) = 9% + 1.20 * 6% = 16.2%

·       Biaya Utang (Cost of Debt):

·                Biaya utang sebelum pajak = 11%

·                Pajak penghasilan = 35%

·                Biaya utang setelah pajak = Biaya utang sebelum pajak * (1 - Pajak penghasilan) = 11% * (1 - 35%) = 7.15%

·       WACC:

·                WACC = (Proporsi Ekuitas * Biaya Ekuitas) + (Proporsi Utang * Biaya Utang setelah pajak)

·                WACC = (0.5 * 16.2%) + (0.5 * 7.15%) = 11.675%

 

 

Menghitung Net Present Value (NPV) :

Kita akan menghitung NPV dari arus kas bersih selama masa proyek. Asumsikan proyek ini memiliki umur ekonomis tak terbatas (perpetual). Rumus NPV untuk arus kas perpetual adalah:

NPV = Kas Masuk Bersih / WACC - Investasi Awal

·                     Kas Masuk Bersih per tahun = Rp 26.000.000

·                     WACC = 11.675% = 0.11675

·                     Investasi Awal = Rp 200.000.000

NPV   = Rp 26.000.000 / 0.11675 - Rp 200.000.000

            = Rp 222.821.826,67 - Rp 200.000.000

            = Rp 22.821.826,67

 

 

Kesimpulan Jawaban :

NPV investasi tersebut adalah Rp 22.821.826,67. Karena NPV positif, proyek ini layak secara finansial. Perlu diingat bahwa asumsi umur ekonomis tak terbatas digunakan dalam perhitungan ini. Analisis sensitivitas terhadap perubahan asumsi ini disarankan.

 



Sumber Berpendapat :

 

Materi Tutorial Online Tugas Akhir Program ADBI4500.


MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

SEMESTER SATU ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DUA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TIGA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER EMPAT ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER LIMA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER ENAM ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TUJUH ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DELAPAN ADMINISTRASI BISNIS

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »