Tampilkan postingan dengan label diskusi 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diskusi 5. Tampilkan semua postingan

DISKUSI 5 ADMINISTRASI PERPAJAKAN (ADBI4330)

 


DISKUSI  5 :

Menurut pendapat Anda, apa yang menjadi kendala utama dalam menerapkan peraturan perpajakan internasional yang efektif?


PENDAPAT DISKUSI :

Kendala utama dalam menerapkan peraturan perpajakan internasional yang efektif adalah kompleksitas peraturan pajak. Setiap negara memiliki sistem perpajakan yang berbeda dan peraturan yang rumit. 

 

Beberapa kendala lain dalam menerapkan peraturan perpajakan internasional adalah:

·                     Identifikasi transaksi di luar negeri 

·                     Melacak kepemilikan akhir perusahaan 

·                     Penanganan perpajakan yang kompleks, seperti transfer pricing, perpajakan penghasilan

lintas batas, dan kepatuhan pajak internasional 

 

Pajak berganda internasional juga menjadi permasalahan yang perlu dipecahkan. Pajak berganda internasional dapat merugikan subjek pajak, memicu penyelundupan pajak, dan menciptakan iklim yang tidak baik bagi dunia usaha. 

 

 

 

 

SUMBER BERPENDAPAT :

Wahyuningsih dkk, Tiesnawati, November 2023, Administrasi Perpajakan, Jakarta, Universitas Terbuka.


DISKUSI 5 PSIKOLOGI INDUSTRI (ADBI4410)

 


DISKUSI 5 :

Diskusikan tantangan yang mungkin dihadapi oleh perusahaan di Indonesia dalam menjalankan sistem penilaian kinerja yang adil dan akurat dan bagaimana mengatasinya !


PENDAPAT DISKUSI :

Penilaian Kinerja Karyawan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Namun, pengelolaan manajemen kinerja kerap menjadi tantangan tersendiri. Manajemen kinerja sendiri merupakan bagian dari lingkup kerja HR di mana mereka memiliki misi tidak hanya sekadar, tetapi bagaimana mengembangkan kinerja karyawan melalui berbagai upaya.

 

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Mc Kinsey proses manajemen kinerja yang efektif dapat mempersatukan karyawan, resources, dan sistem di perusahaan pada satu strategi objektif tertentu.

 

Manajemen kinerja juga dapat berlaku sebagai sebuah dashboard yang dapat memberikan peringatan ketika ada potensi masalah yang akan terjadi, sehingga para manajer dapat memitigasi hal tersebut dan lebih cepat dalam membuat keputusan. Namun kenyataannya, banyak tantangan terkait manajemen kinerja yang dihadapi perusahaan, terutama karena sistem mereka yang lambat dan kurang efektif.

 

Singkatnya, banyak dari perusahaan ini kurang efisien dalam mengelola kinerja karyawan secara keseluruhan. Tantangan terkait penilaian kinerja tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

 

Target yang Terlalu Rendah

Menetapkan target adalah sebuah hal yang gampang-gampang susah. Ketika target terlalu mudah untuk dicapai, performa Anda tidak akan berkembang. Ketika terlalu sulit, karyawan tidak akan berusaha keras untuk mencapai. Target terbaik adalah target yang mudah diraih, tapi memiliki cukup ruang agar tim dapat berkembang dan membuat mereka bekerja ekstra.

 

Tingkat Produktivitas yang Menurun

Perusahaan membutuhkan karyawan yang tingkat produktivitasnya tinggi.

Ketika produktivitas menurun, karyawan underperform, tentu hal itu akan berdampak pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Untuk itu, perusahaan perlu memantau kinerja karyawan untuk memastikan kinerja perusahaan tetap terjaga. Caranya bisa melalui evaluasi kinerja atau sesederhana 1 on 1 antara karyawan dengan manajer.

 

Kurangnya Dukungan dari Pemimpin

Peran pemimpin akan mempengaruhi bawahannya. Pemimpin yang tidak termotivasi dalam meningkatkan kinerja timnya akan berdampak pada kinerja anggota tim secara keseluruhan. Misalnya, kurangnya arahan membuat anggota tim tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan untuk mencapai target. Akibatnya, target tidak dapat tercapai. Untuk mengatasi hal ini, pelatihan leadership juga jadi salah satu cara agar para manajer dapat meningkatkan skill leadership mereka dan dapat menjadi contoh yang baik untuk bawahannya.

 

Komunikasi yang Kurang Baik

Tantangan lainnya dalam manajemen kinerja adalah komunikasi yang kurang terjalin. Padahal, komunikasi adalah hal penting untuk memastikan masing-masing karyawan memiliki tujuan yang sama. Rutin mengadakan meeting, memastikan pemahaman akan suatu hal sama, hingga melakukan outing kantor adalah salah satu cara untuk menjalin komunikasi yang baik.

Kurangnya Motivasi untuk Bekerja Sama

Meskipun seorang karyawan bekerja secara individual, ia tetap harus bisa bekerja di dalam sebuah tim. Tapi di dalam kerja sama tersebut terkadang ada beberapa hambatan yang kerap dialami oleh tim.

 

Misalnya pembagian tugas yang kurang proporsional, karyawan yang dominan, hingga karyawan yang kurang berkontribusi. Boleh jadi hal ini terjadi karena kurangnya kerja sama. Dengan rutin melakukan team building dan rutin mengadakan diskusi antar divisi, sedikit demi sedikit hal ini dapat diperbaiki.

 

Manajemen yang Kurang Memberikan Transparansi

Karyawan membutuhkan transparansi agar mereka mendapatkan konteks penuh apa dan mengapa mereka mengerjakan suatu tugas. Transparansi juga berpengaruh pada kinerja mereka.

Tanpa adanya transparansi, karyawan akan mempertanyakan atas banyak keputusan yang diambil perusahaan. Hal ini akan memunculkan sikap skeptis di kalangan karyawan dan justru malah mengurangi kepercayaan terhadap perusahaan.

 

Penilaian Kinerja yang Kurang Efektif

Penilaian kinerja karyawan adalah salah satu cara untuk mengukur perkembangan serta performa karyawan. Mengadakan penilaian kinerja adalah satu hal, namun bagaimana perusahaan memikirkan langkah selanjutnya dari hasil penilaian tersebut adalah hal yang terkadang luput dilakukan.

 

Salah satu tantangan terbesar dari manajemen kinerja adalah adanya aksi follow up setelah penilaian selesai dilakukan. Misalnya dengan membuat program atau pelatihan khusus yang terpersonalisasi untuk memperbaiki apa yang selama ini menjadi kekurangan mereka.

 

 

 

 

Sumber Menjawab :

- Psikologi Industri dan Organisasi; Irma Adnan; ADBI4410; Universitas Terbuka; Cetakan Kedua

- Materi Inisiasi 5 Tutorial Online Psikologi Industri dan Orgnanisasi

- https://www.talenta.co/blog/tantangan-manajemen-kinerja-dan-cara-mengatasi/

 


DISKUSI 5 RISET OPERASI (ADBI4530)

 


DISKUSI 5 :

 

Setelah mempelajari materi yang ada dalam sesi 5, silakan diskusikan keunggulan dan kekurangan program linear dalam pengambilan keputusan, berikan contoh keunggulan dan kekurangannya.

Silakan cantumkan sumber rujukannya, lakukan parafrase sehingga tidak hanya copy-paste. Tidak juga hanya mengcopy paste jawaban teman sebelumnya. 

Selamat berdiskusi!


PENDAPAT DISKUSI :

Program linear merupakan alat yang berharga dalam pengambilan keputusan, terutama dalam optimasi sumber daya dan penyederhanaan masalah kompleks. Namun, penting untuk menyadari keterbatasannya, terutama dalam menangani masalah non-linear dan asumsi-asumsi penyederhanaannya. Penggunaan program linear harus dipertimbangkan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan konteks masalah dan validitas asumsi-asumsi yang digunakan. Penggunaan program linear yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kekuatan dan kelemahannya, serta kemampuan untuk menginterpretasikan hasil dengan kritis dan mempertimbangkan faktor-faktor yang tidak tercakup dalam model.

Program linear merupakan alat yang ampuh dalam pengambilan keputusan, menawarkan keunggulan dalam optimasi sumber daya dan penyederhanaan masalah kompleks. Namun, keterbatasannya dalam menangani masalah non-linear dan asumsi-asumsi penyederhanaannya perlu dipertimbangkan.

 

Keunggulannya

1. Keunggulan dalam Optimasi Sumber Daya: 

Program linear sangat efektif dalam mengalokasikan sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, dalam manajemen produksi, program linear dapat digunakan untuk memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan keterbatasan bahan baku, tenaga kerja, dan waktu produksi. Model matematika yang dibangun memungkinkan eksplorasi berbagai skenario dan identifikasi solusi optimal yang mungkin tidak terlihat dengan pendekatan intuitif.

 

Banyak perusahaan manufaktur dan logistik menggunakan program linear untuk perencanaan produksi dan distribusi, menghasilkan penghematan biaya dan peningkatan efisiensi yang signifikan. Studi kasus empiris menunjukkan peningkatan keuntungan hingga 15-20% setelah implementasi program linear dalam optimasi rantai pasokan.

 

2. Penyederhanaan Masalah Kompleks: 

Program linear mampu menyederhanakan masalah pengambilan keputusan yang kompleks menjadi model matematika yang terstruktur. Dengan merumuskan masalah dalam bentuk fungsi objektif dan kendala linear, program linear memungkinkan analisis yang sistematis dan terukur. Hal ini membantu pengambil keputusan untuk fokus pada aspek-aspek penting dan menghindari bias subjektif.

 

Dalam perencanaan portofolio investasi, program linear dapat digunakan untuk memaksimalkan return investasi sambil meminimalkan risiko, dengan mempertimbangkan berbagai kendala seperti diversifikasi aset dan batasan modal. Model ini menyederhanakan proses pengambilan keputusan yang kompleks dengan memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk menganalisis berbagai pilihan investasi.

 

Kekurangannya :

1. Kekurangan dalam Menangani Masalah Non-Linear: 

Salah satu keterbatasan utama program linear adalah asumsinya tentang linearitas hubungan antara variabel. Dalam banyak situasi nyata, hubungan antara variabel mungkin non-linear, sehingga model program linear tidak dapat memberikan solusi yang akurat.

 

Misalnya, dalam menentukan harga optimal suatu produk, hubungan antara harga dan permintaan seringkali non-linear. Model program linear yang mengasumsikan hubungan linear antara harga dan permintaan akan menghasilkan solusi yang tidak akurat dan dapat menyebabkan kerugian finansial.

 

2. Asumsi Penyederhanaan yang Mungkin Tidak Realistis: 

Program linear seringkali membuat asumsi penyederhanaan untuk menyederhanakan model, seperti asumsi tentang kepastian data dan distribusi probabilitas. Asumsi-asumsi ini mungkin tidak realistis dalam situasi dunia nyata, sehingga solusi yang dihasilkan mungkin tidak mencerminkan situasi sebenarnya.

 

Dalam perencanaan produksi, program linear mungkin mengasumsikan bahwa waktu produksi untuk setiap produk adalah konstan. Namun, dalam kenyataannya, waktu produksi dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti kualitas bahan baku dan keterampilan tenaga kerja. Asumsi ini dapat menyebabkan ketidakakuratan dalam perencanaan produksi dan mengakibatkan penundaan atau kelebihan produksi.

 

Sumber Menjawab :

- Riset Operasi; Vicentius Rachmadi Permono-Romanus Kristiawan Sunardi-Hotma Antoni Hutahaean; ADBI4530; Universitas Terbuka; Edisi Kedua –

- Materi Inisiasi V Tutorial Online Riset Operasi

 


DISKUSI 5 ADMINISTRASI BIAYA (ADBI4435)

 

DISKUSI  5  :

 

Setelah mahasiswa membaca Buku Materi Pokok (BMP) ADBI4435 Modul 6 dan materi pada laman tutorial online ini, diharapkan mahasiswa dapat mengerjakan Diskusi Sesi 5 berikut. 

1. Jelaskan alasan diperlukannya alokasi biaya bersama !

2. Jelaskan 3 pendekatan dalam mengalokasikan biaya bersama!


Selamat mengerjakan.

Semoga sukses



PENDAPAT DISKUSI :

PEMBAHASAN SOAL DISKUSI NOMOR 1 :

Alasan diperlukannya alokasi biaya bersama adalah sebagai berikut :

 

1.    Diminta oleh standar pelaporan keuangan yang berlaku dan aturan perpajakan.

       Standar akuntansi keuangan menuntut adanya perhitungan harga pokok dari setiap produk untuk dapat mengetahui harga jual produk tersebut. Disamping itu aturan perpajakan juga menetapkan hal yang sama. Dengan adanya perhitungan alokasi biaya bersama, maka harga pokok dari setiap produk yang diproses bersama dapat diketahui.

2.    Penilaian Biaya diperlukan untuk tujuan evaluasi.

Setiap produk akan di evaluasi aspek kelayakan dan profitabilitasnya. Perhitungan harga pokok setiap produk bersama yang diperoleh dengan proses alokasi biaya bersama akan mempermudah kegiatan evaluasi tersebut dengan memberikan informasi komparasi antara biaya setiap produk dengan pendapatan atas produk tersebut.

3.    Kontrak Kerja Sama berbasis biaya.

Dalam proses produksi atas produk-produk bersama yang terikat dalam suatu kontrak kerja sama yang berbasis biaya, informasi biaya setiap produk akan sangat relevan bagi pihak yang memesan atau menggunakan produk tersebut. Diantaranya untuk perhitungan biaya per satuan produk.

4.    Penyelesaian asuransi dan litigasi suatu kasus.

Dalam hal pengajuan klaim asuransi atas suatu peristiwa tertentu yang melibatkan perlindungan atas proses produksi, pihak asuransi akan membutuhkan data produk dan biaya setiap produk. Informasi akan diperoleh dari bagian sistem informasi biaya produksi yang akan menyajikan informasi tersebut. Demikian pula halnya untuk proses litigasi dari suatu kasus, informasi detil mengenai biaya bersama yang telah dialokasikan kepada setiap produk bersama akan memudahkan proses tersebut.

 

PEMBAHASAN SOAL DISKUSI NOMOR 2 :

3 pendekatan dalam mengalokasikan biaya bersama :

 

1.    Nilai jual pada titik pemisahan (sales value at split-off point)

Caranya dalah dengan menjadikan nilai jual produk-produk bersama pada titik pemisahan sebagai proporsi untuk mengalokasikan biaya bersama.

2.    Nilai Realisasi bersih (net realizable value / NRV)

Caranya adalah dengan menggunakan nilai realisasi bersih sebagai proporsi untuk mengalokasikan biaya bersama. Nilai realisasi bersih diperoleh dengan cara mengurangkan nilai jual final (produk yang telah di proses lebih lanjut pasca titik pemisahan) dengan biaya terpisah (untuk memproses produk bersama lebih lanjut menjadi produk lain setelah titik pemisahan).

3.    NRV dengan pendekatan persentase marjin kotor konstan (constant gros margin percantage NRV)

Caranya adalah dengan menjadikan nilai gross margin keseluruhan produk sebagai basis. Kemudian dihitung nilai gross margin untuk setiap produk bersama secara individual. Hasil pengurangan tersebut adalah total biaya produksi yang terdiri atas alokasi biaya bersama dan biaya terpisah. Dengan mengurangkan biaya terpisah atas total biaya produksi pada masing-masing produk, maka akan diperoleh alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk.

 

Sumber Menjawab :

- Administrasi Biaya; Dede Abdul Hasyir-Devianti Yunita; ADBI4435; Universitas Terbuka; Edisi Ketiga; 2023

- Materi Inisiasi V Tutorial Online Administrasi Biaya

 

DISKUSI 5 AKUNTANSI MENENGAH

 


DISKUSI  5 :

Pengeluaran kas untuk keperluan aktiva tetap dikelompokkan menjadi dua yaitu pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan. Coba berikan contoh dari masing-masing pengeluaran ini.


PENDAPAT DISKUSI 5 :

Pengeluaran kas untuk keperluan aktiva tetap dikelompokkan menjadi pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan/pendapatan. Berikut ini adalah contoh pengeluaran modal dan pengeluaran penghasilan/pendapatan:

PENGELUARAN MODAL

Pengeluaran yang meningkatkan aset atau memperpanjang masa manfaatnya. 

Contoh pengeluaran modal adalah: 

·         Pembelian aset tetap, seperti mesin-mesin produksi, peralatan kantor, atau properti 

·         Pengembangan proyek, seperti penelitian dan pengembangan, rancangan produk baru, serta perluasan fasilitas 

·         Akuisisi bisnis atau investasi dalam perusahaan lain 

 

PENGELUARAN PENGHASILAN/PENDAPATAN :

Pengeluaran yang hanya menguntungkan pada satu periode akuntansi. Pengeluaran pendapatan juga disebut pengeluaran operasional. Pengeluaran pendapatan dicatat sebagai beban

 

Pengeluaran penghasilan/pendapatan adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu bisnis untuk kegiatan jangka pendek, yaitu biaya yang akan dibayarkan dalam waktu satu tahun. 

Contoh pengeluaran penghasilan/pendapatan adalah:

·         Sewa

·         Pajak properti

·         Utilitas

·         Gaji staf

·         Biaya pengiriman dan pengangkutan

·         Komisi

·         Perbaikan dan pemeliharaan

·         Penyusutan 

 

Pengeluaran penghasilan/pendapatan dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

·         Biaya untuk memelihara aset yang menghasilkan pendapatan. 

Contohnya, perbaikan dan pemeliharaan peralatan.

·         Biaya untuk menghasilkan pendapatan. 

Contohnya, utilitas, sewa, perlengkapan kantor, dan gaji tim penjualan

 

 

Sumber Berpendapat :

Daryanti,Sri. (2020). Akuntansi Menengah. Jakarta : Universitas Terbuka


MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

SEMESTER SATU ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DUA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TIGA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER EMPAT ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER LIMA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER ENAM ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TUJUH ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DELAPAN ADMINISTRASI BISNIS

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »