Tampilkan postingan dengan label ADBI4410. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADBI4410. Tampilkan semua postingan

DISKUSI 8 PSIKOLOGI INDUSTRI (ADBI4410)

 


DISKUSI 8 :

Ergonomi di tempat kerja mengacu pada desain lingkungan kerja yang mengoptimalkan kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas karyawan. Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi cedera, kelelahan, dan stres serta meningkatkan produktivitas dan kenyamanan.

Cobalah anda Analisa tempat kerja atau tempat belajar anda sekarang. Apakah menurut anda sudah ergonomis? Analisa dan Jelaskan pula Dampak Penerapan Ergonomi pada ruang kerja anda ditinjau dari Penataan Ruang Kerja, Kursi dan Meja yang Ergonomis, Peralatan yang Mudah Diakses, Pencahayaan yang Baik, Pengaturan Posisi Monitor.

Menurut anda, bagaimana desain lingkungan kerja yang ergonomis dapat mendukung produktivitas di tempat kerja?


PENDAPAT DISKUSI :

Desain lingkungan kerja bukan hanya soal estetika – namun memiliki dampak besar pada produktivitas dan semangat tim kerja atau karyawan. Dengan menciptakan ruang kerja yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan fokus, Karyawan dapat mengeluarkan potensi penuh di tim kerja. Menggabungkan unsur-unsur alami, mengoptimalkan pencahayaan dan warna, serta mempertimbangkan ergonomi adalah hal-hal penting dalam menciptakan lingkungan kerja atau kantor yang dirancang dengan baik.

 

Berinvestasi dalam desain kantor adalah investasi dalam kesuksesan tim kerja. Ruang kerja yang dirancang dengan cermat tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga meningkatkan semangat dan kepuasan karyawan. Dengan memprioritaskan kesejahteraan tim dan menciptakan lingkungan kerja yang positif, dapat memupuk tenaga kerja yang termotivasi dan terlibat yang mendorong pertumbuhan perusahaan seperti yang diharapkan.

 

Ingat, lingkungan kerja atau desain kantor bukanlah proyek yang dilakukan satu kali saja – desain kantor harus dievaluasi secara berkala dan disesuaikan untuk memenuhi perubahan kebutuhan tim kerja perusahaan. Dengan terus menyempurnakan desain kantor, Perusahaan atau Manajemen dapat memastikan bahwa ruang kerja karyawan tetap menjadi katalisator produktivitas, kolaborasi, dan inovasi.

 

 

Sumber Menjawab :

- Psikologi Industri dan Organisasi; Irma Adnan; ADBI4410; Universitas Terbuka; Cetakan Kedua

- Materi Inisiasi 8 Tutorial Online Psikologi Industri dan Orgnanisasi


TUGAS 3 PSIKOLOGI INDUSTRI (ADBI4410)

 



TUGAS 3 :

Studi Kasus: Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja di Perusahaan JKL di Indonesia

 Latar Belakang Perusahaan:

Perusahaan JKL adalah perusahaan manufaktur yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini memiliki sejumlah divisi, termasuk produksi, pemasaran, dan penelitian dan pengembangan. Karena kompetisi yang ketat dalam industri ini, perusahaan ini sadar akan pentingnya memiliki kepemimpinan yang kuat dan karyawan yang puas.

 Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja:

Gaya Kepemimpinan:

Perusahaan JKL menerapkan gaya kepemimpinan demokratis di mana ide dan masukan dari karyawan diterima dengan baik. Ini menciptakan iklim kerja yang kolaboratif dan berdaya.

 Partisipasi Karyawan:

Perusahaan mendorong partisipasi aktif karyawan dalam pengambilan keputusan dan memberikan mereka tanggung jawab lebih besar dalam proyek-proyek.

 Dukungan dan Penghargaan:

Manajer di perusahaan ini secara teratur memberikan penghargaan dan pengakuan kepada karyawan yang berprestasi, baik dalam bentuk materi maupun non-materi.

 Fleksibilitas dan Keseimbangan Kerja:

Perusahaan ini memberikan fleksibilitas dalam jam kerja dan mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

 Pengembangan Karir:

Perusahaan memiliki program pengembangan karir yang membantu karyawan untuk merencanakan dan mencapai tujuan karir mereka.

 

PERTANYAAN

Jelaskan bagaimana gaya kepemimpinan dan praktik-praktik kepuasan kerja di Perusahaan JKL berdampak pada kinerja dan budaya kerja organisasi !


PENYELESAIAN TUGAS  :

Menurut Robbins dan Judge (2015:249) pemimpin adalah orang yang mempunyai tugas untuk mengarahkan dan membimbing bawahan dan mampu memperoleh dukungan bawahan sehingga dapat menggerakkan bawahan ke arah pencapaian tujuan organisasi. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok menuju pencapaian sebuah visi atau tujuan yang ditetapkan.

Kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi atau memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan mempengaruhi kondisi kerja, motivasi dan kepuasan kerja karyawan yang dapat mengakibatkan peningkatan kinerja dan sebaliknya dapat menyebabkan penurunan kinerja, jika penerapannya tidak disesuaikan dengan kondisi perilaku kerja dari para anggota organisasi.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah budaya organisasi. Budaya organisasi merupakan pola asumsi dasar yang dianggap sah dan yang diajarkan kepada anggota baru sebagai cara untuk memahami, berpikir dan merasakan sebagai bagian dari organisasi.

Budaya organisasi mengacu pada sistem bersama, makna bersama oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi dari organisasi lain.  Budaya organisasi adalah sistem nilai, keyakinan dan perilaku bersama antar karyawan. Budaya organisasi adalah semua keyakinan, perasaan, perilaku dan simbol-simbol yang mencirikan suatu organisasi. Secara lebih spesifik budaya organisasi dirumuskan sebagai saling berbagi pandangan, cita-cita, keyakinan, perasaan, prinsip-prinsip, harapan, sikap, norma dan nilai-nilai dari semua anggota organisasi.

Hasil Penelitian menggambarkan  pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja :

(1) Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik gaya kepemimpinan maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang diperoleh karyawan.  

(2) Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik budaya organisasi maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang diperoleh karyawan.

 

Berdasarkan hasil maka untuk meningkatkan kepuasan kerja, maka harus memperhatikan variabel gaya kepemimpinan dan variabel budaya organisasi. Hal ini menunjukkan jika gaya kepemimpinan dirasakan karyawan baik dan budaya organiasasi yang baik pula, maka akan menciptakan kepuasan kerja pada karyawan, serta untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan yang perlu diperhatikan yaitu pemimpin harus memberikan arahan kepada karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan optimal, sehingga kinerja karyawan meningkat, hubungan yang terjalin antara pimpinan dengan karyawan perlu ditingkatkan agar terciptanya kepuasan kerja pada karyawan dan pimpinan perlu memberi kebebasan kepada karyawan untuk mengutarakan pendapatnya, maka akan terciptanya kepuasan kerja pada karyawan.

 

Seorang pemimpin harus mampu mengayomi dan memberi arahan kepada bawahannya untuk menjalankan jobdes sesuai dengan tujuan perusahaan. Pemimpin yang mampu mengayomi adalah pemimpin yang mampu mendengar saran dan masukan dari karyawannya terkait dalam upaya kemajuan perusahaan. Karyawan harus diberikan hak yang sama dalam menyampaikan pendapatnya, keluahan-keluhan dan permasalahan yang dihadapi dalam bekerja, sehingga karyawan akan merasa nyaman dan tingkat kepuasan kerja karyawan juga akan meningkat. Peningkatan kepuasan karyawan dalam bekerja dapat memicu kinerja yang lebih baik dan lebih efisien

  

 

SUMBER MENJAWAB :

- Psikologi Industri dan Organisasi; Irma Adnan; ADBI4410; Universitas Terbuka; Cetakan Kedua

https://osf.io/d6brj/download/?format=pdf#:~:text=Perilaku%20pemimpin%20merupakan%20salah%20satu,terhadap%20kepuasan%20kerja%20para%20pegawai.


DISKUSI 7 PSIKOLOGI INDUSTRI (ADBI4410)

 


DISKUSI 7 :

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kepuasan kerja, seperti hubungan dengan atasan, peluang pengembangan, dan lingkungan kerja yang mendukung. Jelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kepuasan kerja? berikan contoh !

PENDAPAT DISKUSI :

Wexley dan Yukl (1984) mendefinisikan kepuasan kerja adalah cara karyawan merasakan pekerjaannya. Kepuasan kerja adalah suatu hasil perkiraan individu terhadap pekerjaan atau pengalaman positif dan menyenangkan dirinya (Wijono, 2012).

 

Kepuasan kerja dapat didefinisikan dengan level dari pengaruh positif karyawan terhadap situasi pekerjaan mereka. Secara umum, kepuasan kerja adalah sikap seseorang terhadap pekerjaannya. Aspek kognitif dari kepuasan kerja ditunjukkan dengan keyakinan karyawan tentang situasi kerjanya, misalnya karyawan percaya bahwa pekerjaannya menarik, menstimulasi, membosankan, menuntut, atau lainnya sedangkan aspek perilaku dari kepuasan kerja ditunjukkan dengan kecenderungan berperilaku terhadap pekerjaan mereka. Tingkat kepuasan kerja dapat dilihat dari fakta bahwa karyawan mencoba kerja secara teratur, kerja keras, dan tetap bermaksud untuk tetap menjadi anggota organisasi dalam waktu yang lama.

 

Ketika karyawan memiliki kepuasan kerja, karyawan cenderung jarang absen, memberikan kontribusi positif, dan mau tinggal lebih lama di dalam organisasi. Terdapat beberapa dampak dari kepuasan atau ketidakpuasan kerja pada karyawan, yaitu kepuasan kerja berdampak pada kinerja karyawan, kewargaan organisasional pekerja, kepuasan pelanggan, kehadiran karyawan, perputaran karyawan (turnover), dan penyimpangan di tempat kerja.

 

Karyawan yang bahagia menyebabkan karyawan lebih produktif. Bagi perusahaan, kepuasan kerja karyawan dapat bermanfaat karena karyawan yang puas terhadap pekerjaannya dapat meningkatkan produktivitas, perbaikan sikap, dan tingkah laku.

 

Kepuasan kerja karyawan dipengaruhi faktor-faktor, yaitu balas jasa yang adil dan layak, penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian, beratringannya pekerjaan, suasana dan lingkungan pekerjaan, peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan, sikap pimpinan dalam kepemimpinannya, dan sifat pekerjaan monoton atau tidak.

 

Sumber Menjawab :

- Psikologi Industri dan Organisasi; Irma Adnan; ADBI4410; Universitas Terbuka; Cetakan Kedua

- Materi Inisiasi 7 Tutorial Online Psikologi Industri dan Orgnanisasi

https://www.sodexo.co.id/faktor-yang-mempengaruhi-kepuasan-kerja/


DISKUSI 6 PSIKOLOGI INDUSTRI (ADBI4410)

 


DISKUSI 6 :

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, adat istiadat, dan agama. Menurut anda, bagaimana perusahaan di Indonesia dapat menerapkan strategi motivasi yang sesuai dengan budaya lokal dan karakteristik karyawan?


PENDAPAT DISKUSI :

Istilah "motivasi" berasal dari kata Latin "movere," yang berarti "mendorong atau menggerakkan." Motivasi menyangkut bagaimana memusatkan perhatian pada kekuatan dan potensi bawahan sehingga mereka mau bekerja sama dengan sukses untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Karena motivasi adalah sesuatu yang menyebabkan, mempromosikan, dan mendorong perilaku manusia sehingga mereka berkeinginan untuk bekerja keras dan gembira untuk mendapatkan hasil terbaik, maka motivasi memainkan peran penting di tempat kerja.. M. S. P. Hasibuan, [2012). Menurut Kusnadi, (2002) Motivasi mengacu pada tindakan yang dilakukan untuk membangkitkan gairah dari dalam diri seseorang dengan memberikan kepuasan.

Orang yang memimpin atau mengelola orang lain untuk mencapai tujuan disebut manajer atau pemimpin. Mereka adalah bawahan, orang-orang lain itu. Sehubungan dengan itu, menjadi tanggung jawab setiap pemimpin untuk memastikan keberhasilan karyawannya. Keberhasilan bawahan terutama merupakan hasil dari dua faktor, yaitu kemampuan dan tekad. Kualitas dan karakteristik pribadi adalah yang mendorong seseorang, tetapi ada elemen lain di luar dirinya yang memiliki pengaruh.

Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan dorongan internal seseorang. Pemimpin harus memberikan kekuatan pendorong eksternal, dan agar faktor eksternal berdampak padanya, pemimpin harus memiliki berbagai alat atau sarana yang sesuai dengan individu tersebut.Sejak adanya hubungan atasan-bawahan, orang mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku bawahan. Sejarah menunjukkan bahwa dorongan terkadang bisa berubah. Dengan kata lain, tidak akan pernah ada penjelasan motivasi yang diakui secara luas.

Tahun 1950-an adalah dekade formatif dalam sejarah teori motivasi. Meski awalnya diyakini bahwa dorongan itu disebabkan oleh rasa takut, namun belakangan terbukti tidak benar. Setelah percobaan dilakukan dengan menggunakan teknik kerja yang lebih baik sebagai hasil dari penelitian "studi kapur dan gerak", ditemukan bahwa ini tidak sepenuhnya akurat. Rahasia menyatukan motivasi manusia terungkap menjadi pemahaman menyeluruh tentang orang.

Selain motivasi kerja yang dapat membantu keberhasilan sebuah organisasi adalah budaya dalam sebuah organisasi juga sangat penting dan berpengaruh dalam mencapai sebuah tujuan organisasi. Budaya organisasi Selain motivasi karyawan, yang dapat berkontribusi pada kesuksesan organisasi, budaya organisasi sama pentingnya dan berpengaruh dalam mencapai tujuan. Esensi kehidupan organisasi adalah nama lain dari budaya organisasi.

Budaya di sini tidak mencakup keragaman ras, budaya, dan latar belakang pribadi. Namun, budaya adalah cara hidup organisasi. Sikap karyawan, tingkat produktivitas, dan semangat kerja semuanya termasuk dalam budaya organisasi. Tindakan, kebiasaan, diskusi, dan simbol lain yang diasosiasikan individu dengan budaya organisasi juga disertakan. Melalui pertukaran antara karyawan dan manajemen, budaya dipahami dan diberi makna.

 

 

Sumber Menjawab :

- Psikologi Industri dan Organisasi; Irma Adnan; ADBI4410; Universitas Terbuka; Cetakan Kedua

- Materi Inisiasi 6 Tutorial Online Psikologi Industri dan Orgnanisasi

https://www.culturemonkey.io/employee-engagement/employee-motivation-techniques/

 


MODUL SEMESTER SATU

More »

MODUL SEMESTER DUA

More »

MODUL SEMESTER TIGA

More »

MODUL SEMESTER EMPAT

More »

MODUL SEMESTER LIMA

More »

MODUL SEMESTER ENAM

More »

MODUL SEMESTER TUJUH

More »

MODUL SEMESTER DELAPAN

More »

ILMU ADMINISTRASI BISNIS

More »

PROFESI ADVOKAT

More »

SEMESTER SATU ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DUA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TIGA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER EMPAT ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER LIMA ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER ENAM ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER TUJUH ADMINISTRASI BISNIS

More »

SEMESTER DELAPAN ADMINISTRASI BISNIS

More »

NGOMPOL

More »

OPINI

More »